Rabu, 20 Mei 2026, pukul : 18:26 WIB
Surabaya
--°C

Jadi Pinjaman ke Barca, Opsi Terbaik untuk Rashford

BARCELONA-KEMPALAN: Marcus Rashford mendapat kesempatan menarik ketika dia kesulitan menembus tempat utama dalam skuad Manchester United. Bukan hanya main di klub elite Liga Primer Inggris, Rashford juga akan bermain di klub elite Eropa.

Rashford akan memperkuat FC Barcelona dalam musim 2025—2026. Statusnya sebagai pemain pinjaman di klub berjuluk La Blaugrana tersebut sampai di akhir musim ini. Dia sudah berada di Ciutat Esportiva Joan Gamper (kamp latihan Barca).

Mantan bek United Rio Ferdinand menganggap kepindahan ke Barca ini sebagai momen bagus untuk Rashy (sapaan karib Rashford). ’’Ini akan jadi kesepakatan menguntungkan bagi Marcus dan Barca,’’ kata Ferdinand dalam kanal YouTube miliknya.

Ferdinand pun juga mengkritisi sikap United yang seolah membiarkan kepergian sosok jebolan akademi mereka sendiri. Rashford jadi jebolan akademi kesekian yang pergi ke klub lain.

BACA JUGA: Ironis, Amorim Mencoret Rashford-Garnacho dengan Cara Ini

’’Aku sudah mengenalnya bertahun-tahun. Dia bekerja sangat keras. Pasti ada hal lain di balik ini semua yang tidak kita ketahui. Apakah karena performa buruk, kurangnya rasa kepercayaan, atau manajemen yang buruk?’’ tutur Ferdinand.

Menurut Ferdinand, Rashford sudah kehilangan semangat untuk membela United. Tidak hanya musim panas ini. Bahkan sudah terjadi sejak pemain sayap timnas Inggris itu jadi pinjaman ke Aston Villa, paro musim 2024—2025 lalu.

Tidak sekadar jadi “tempat penampungan”. Ferdinand percaya, Barca bisa mendapatkan banyak aspek positif dari performa Rashford. Demikian pula Rashford yang mempunyai celah untuk kembali jadi bagian skuad utama klub elite Eropa.

’’Dia (Rashford) harus masuk dan melakukan pergerakan berbeda dari penyerang Barca lainnya. Jadilah ancaman bagi lini belakang lawan. Lari, tembak, jangan terlalu banyak di dalam menggiring bola. Sebab, itu hanya akan menyulitkannya,’’ pesan Ferdinand.

Terlepas dari itu, Rashford akan jadi satu-satunya pemain dari negara non-Eropa dalam skuad Barca musim ini. Selain itu Rashford pun akan jadi pemain ke-10 yang bermain di Barca dan United. (YMP)

Malam Ini Digelar “Surabaya Hari Ini” Edisi Tiga

Salah satu sajian seni “Surabaya Hari Ini”#2 bulan Juni lalu.

SURABAYA-KEMPALAN: Malam ini, Senin (21/7), Forum Pegiat Kesenian Surabaya (FPKS) menggelar “Surabaya Hari Ini” di pelataran komplek Balai Pemuda Surabaya. Menampilkan sajian seni lintas genre dari para seniman Surabaya. Acara pagelaran seni yang diadakan setiap bulan ini sudah dimulai sejak Mei 2025. Dan malam nanti adalah edisi ketiga.

Sajian musik, teater, dan sastra disajikan oleh beberapa sanggar dan komunitas seni Surabaya. Antara lain, Komunitas Poss, Teater Gapus Unair, Komunitas Jawiswara Unesa, Sawung Indonesia, Seduluran Semanggi Suroboyo dan Komunitas Surabaya Musik Time. Sedangkan Orasi Budaya oleh Arif Afandi, mantan Wakil Wali Kota Surabaya periode 2005-2010. Arif berbicara tentang bagaimana membangun ekosistem seni yang sehat. Sebagai mantan wakil wali kota dan jurnalis senior, ia dianggap sangat paham seluk beluk iklim berkesenian di Surabaya.

Menurut penggagas acara, Jil Kalaran, di balik kemajuan pesat kota Surabaya di bidang ekonomi, namun sejatinya masih punya pekerjaan rumah besar, yakni menyediakan ruang para seniman untuk berkreasi. Walaupun sudah ada fasilitas ruang seni yang representatif, misalnya gedung Cak Durasim, Balai Budaya Surabaya dan House of Sampoerna,  namun akses untuk mendapatkan fasilitas tersebut sangat terbatas. Antara lain karena biaya sewa yang mahal dan birokrasi yang berbelit.

Banyak seniman maupun sanggar seni yang kesulitan mencari tempat untuk pameran maupun pertunjukan karena sangat terbatasnya pendanaan. Selama ini sumber pendanaan dari uang pribadi atau mengandalkan sponsor yang tidak konsisten. Sudah menjadi rahasia umum, sangat sulit menjaring sponsor untuk sebuah acara pementasan teater atau baca puisi.

Oleh karena itu Jil berinisiatif mendirikan FPKS pada Mei 2025 lalu, mengajak para seniman lintas genre untuk bermitra dan bersama sama membangkitkan lagi gairah berkesenian di Surabaya. Menurut Jil, FPKS dibentuk dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, mengusung budaya Arek yang egaliter. Walaupun tanpa dukungan pendanaan dari Pemerintah Kota dan sponsor acara,      pelaksanaan pagelaran dikerjakan secara gotong royong, bahkan saweran antar seniman dan simpatisan.

“Walaupun sementara ini digelar sederhana yang penting kontinuitas tetap terjaga. Setiap bulan ada acara” ujar mantan wartawan harian Surabaya Post ini.   

Menurut Jil, membangun ekosistem seni yang sehat di Surabaya memerlukan komitmen jangka panjang dari semua pemangku kepentingan. Dengan memperbaiki infrastruktur, pendanaan, jejaring dan apresiasi masyarakat, Surabaya dapat menjadi kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, melainkan juga kaya akan ekspresi budaya.

Surabaya berpotensi menjadi pusat seni yang dinamis, sejajar dengan kota-kota kreatif lainnya di Indonesia dan bahkan dunia. (Dwi Arifin)

Hayam Wuruk Juara Umum Sidoarjo Aquatic Challenge Series II 2025, Ini Hasil Lengkapnya

SIDOARJO-KEMPALAN: Kejuaraan renang kelompok umur Sidoarjo Aquatic Challenge (SAC) Series II di Kolam Renang Sendang Delta Sidoarjo, yang digear selama dua hari, 19-20 Juli 2025 berlangsung sukses. 

Hayam Wuruk Aquatic Club dari Mojokerto menjadi juara umum setelah mendulang medali terbanyak, 14 medali emas, 5 perak dan 2 perunggu. Sementara posisi kedua ditempat Centrum SC dari Sidoarjo dengan raihan 9 emas, 5 perak dan 9 perunggu.

Di posisi ketiga ditempati Gajah Mada Aquatic Club Mojokerto dengan 6 emas, 4 perak dan 3 perunggu. Disusul peringkat empat klub dari Tuban, Megalodon dengan torehan 5 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.

“Alhamdulliah, kami masih bisa mempertahankan posisi kedua seperti yang diraih tahun sebelumnya. Sebagai klub baru di Sidoarjo, tentu kami sangat bangga dengan hasil yang di capai anak-anak. Sebab, persaingkan klub, khususnya di Sidoarjo sendiri sangat ketat. Ada Sidoarjo Aquatik Club , Delta SC juga Candipari SC yang sudah punya nama di berbagai kejuaraan, ” ujar Rizqi Suryawati, Pelatih sekaligus owner Centrum SC.

Perempuan yang akrab dipanggil Kiky ini, juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia maupun peserta lomba. Sebab, selama dua hari perlombaan berjalan lancar dan tidak ada kendala.

“Semua berjalan baik, jadwal tepat waktu. Distribusi medali maupun piala juga tidak ada kendala. Sampai bertemu lagi tahun depan. Mudah-mudahan bisa lebih baik lagi, ” ucap Kiki, yang juga menjadi ketua pantia Sidoarjo Aquatic Challenge II (SAC) Series II 2025.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Klasemen akhir medali Sidoarjo Aquatik Challenge II 2025

1. Hayam Wuruk Aquatic Club 14-5-2

2.Centrum SC  9  5   9

3.Gajah Mada Aquatic Club Mojokerto.         6. 4. 3

4. Megalodon Tuban.  5  3. 3

5. Tegalbang Swimming Club 5  2. 0

Penghargaan individu Sidoarjo Aquatic Challenge Series II

KU 2010-2011 atlet terbaik putra-putri 

        * Rafael Henri Nurtjahyo(BWS Akuatik Bojonegoro) 2 emas

       *Anya Daharu Zakaria (Gajahmada Aquatic Club Mojokerto) 3 emas 2 Perak 

KU 2011-2012 Atlet terbaik putra- putri 

      * Diko Aprilio Naufan Al Fathir (Delta SC Sidoarjo) 4 emas

       * SyifaAz-azzahra Abdi Ramadhani (Arwana SC) 2 emas

KU 2013-2014 atlet terbaik putra-putri 

* Farel Ramadhan Zaki (Satria Muda Club Jombang) 4 emas

* Serafina Baahirah (Science Swimming Team) 4 emas 1 perak

KU 15 atlet terbaik putra-putri 

       * Tirta Aditya Firdaus (Centrum SC) 4 emas 1Perak

     * Fatnarani Dyah Prameswari ( Gajahmada Aquatic Club Mojokerto) 3 emas 2 perak  1 perunggu.

KU 16 atlet terbaik putra putri 

     * Rafif Hamdzan Farid (Megalodon Tuban)3 emas 2 Perunggu.

      * Dzakira Jihan Najwa Mulyanto (Brimob Tirta Probolinggo) 3 emas 2 Perunggu.

KU 17 atlet terbaik putra-putri 

     * Muawiyah Hamada (Tegalbang Swimming Club) 5 emas 3 perak 

      * Navia Ameera Rindu Azahra (Hayam Wuruk Aquatic Club Mojokerto)7 emas.

KU 18 atlet terbaik putra-putri 

      * Gibran Rayhan Afghani (Hayam Wuruk Aquatic Club Mojokerto) 3 emas 1 perunggu 

      * Audy Gea Kostrado( Hayam Wuruk Aquatic Club Mojokerto) 2 emas 2 Perunggu,

Lepas Kontingen FORMAS VIII 2025 Jatim, Gubernur Khofifah Optimis Juara Umum

Gubernur Jatim Khofifah Imdar Parawansa saat melepas kontingen FORNAs VIII 2025 Jawa Timur, Minggu (20/7).

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan optimisme bahwa kontingen Jawa Timur akan meraih Juara Umum pada ajang Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII Tahun 2025 yang digelar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Mohon doa agar semangat,  kerukunan dan kekompakan mampu mewujudkan tekad Jatim menjadi juara umum dengan membawa banyak medali dari FORNAS VIII di NTB,” ujarnya saat melepas 1.438 atlet, ofisial, dan pelatih Kontingen Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (20/7).

Menurutnya, peluang Jatim untuk menjadi juara umum sangat besar, mengingat jumlah kontingen Jawa Timur merupakan yang terbanyak kedua setelah tuan rumah NTB.

“Kontingen merupakan duta-duta Jawa Timur yang akan membawa pesan penting bahwa olahraga adalah hak masyarakat. Hak untuk sehat, menyenangkan dan bahwa semangat gotong royong,” jelasnya.

Kontingen Jarim di FORMAS VIII tahun 2025.

Khofifah juga menekankan bahwa keberhasilan dalam ajang FORNAS tidak hanya membawa kebanggaan, tetapi juga menjadi peluang strategis merekomendasikan Jawa Timur untuk menjadi tuan rumah FORNAS IX tahun 2027. Seperti disampaikan sebelumnya oleh ketua kontingen merekomendasikan supaya FORNAS IX bisa dilaksanakan di Jatim tahun 2027.

“Tadi saya sampaikan ke Sekda agar titip surat kepada kontingen dan Ketua KORMI Jatim untuk menyampaikan kepada Ketua KORMI Pusat bahwa tahun 2027 Jatim mengajukan tuan rumah FORNAS IX,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan bahwa penyelenggaraan FORNAS mengusung prinsip mudah, murah, menarik, manfaat, dan massal, yang memungkinkan kegiatan ini dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

Selain itu, ajang ini juga menjadi bagian integral dari pembangunan kesehatan, dengan tujuan memasyarakatkan olahraga, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat.

“FORNAS bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wahana silaturahmi, pelestarian budaya, dan penguatan gaya hidup sehat berbasis partisipasi masyarakat. Karena itu, keikutsertaan kontingen Jawa Timur tidak hanya membawa semangat kompetisi, tetapi juga nama baik dan jati diri daerah,” tegas Khofifah.

Gubernur Khofifah pun berpesan agar seluruh kontingen menjaga kesantunan, solidaritas, dan harmoni selama berlaga dalam FORNAS VIII di NTB.

“Saya titipkan nama baik Jawa Timur kepada seluruh kontingen. Tetap kompak, solid, dan jaga tatanan sosial demi memperkuat persaudaraan di antara kontingen seluruh Indonesia,” pesannya.

Sebagai informasi, FORNAS VIII akan berlangsung pada 26 Juli–1 Agustus 2025, dengan diikuti sekitar 20.000 peserta, termasuk ofisial dari seluruh provinsi di Indonesia serta delegasi dari negara-negara ASEAN. (Dwi Arifin)

Partai Bledug

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

KEMPALAN: Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengubah logo dari bunga mawar dan kepalan tangan menjadi gajah mendongak dengan kepala warna merah. Pergantian logo ini menjadi agenda utama dalam kongres nasional yang diadakan di Solo19-20 Juli 2025.
Agenda lainnya adalah pemilihan ketua umum. Sudah hampir pasti Kaesang Pangarep akan terpilih lagi melalui pemilihan langsung yang diikuti ribuan kader. Ada calon ketua umum yang menyaingi Kaesang, tapi sudah hampir pasti calon itu sekadar penggembira.

Logo baru itu berbentuk gajah yang mendongak dengan kepala berwarna merah dan badan warna hitam. Ada yang mengatakan bahwa logo ‘’gajah ndangak’’ ini maunya menyaingi logo banteng moncong putih PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan). Maklum konstituen kedua partai itu memang banyak beririsan.

Logo baru PSI maunya dimaksudkan sebagai lambang kekuatan, kesetiaan, dan kepintaran. ALih-alih terlihat seperti gajah logo baru terlihat seperti ‘’bledug’’, anak gajah, dalam Bahasa Jawa.

Bledug di logo baru PSI itu terlihat imut dan lucu, seperti bayi gajah yang sedang bermain. Mungkin sengaja dibikin seperti itu untuk menggambarkan semangat partai yang banyak digawangi anak-anak muda milenial.

PSI partai paling beruntung. Meskipun tidak lolos ke Senayan, tapi kebagian satu kursi menteri dan dua wakil menteri. Dalam pemilu legislatif 2024 yang lalu Jokowi terang-terangan berkampanye untuk PSI. Toh, tetap tidak bisa lolos ke Senayan.
Logo baru PSI dimaksudkan sebagai rebranding. Mungkin logo lama sudah dianggap out of date, tidak original, dan tidak membawa hoki.

Logo kepalan tangan dan mawar terinspirasi–atau menjiplak–gerakan sosialis demokrat internasional. Tetapi, menurut versi resmi partai, logo itu terinspirasi dari ucapan Presiden Sukarno pada 1959 yang mengatakan, ‘’Bunga mawar tidak memprogandakan harum semerbaknya. Dengan sendirinya harum semerbaknya itu tersebar di sekilingnya’’. Mungkin Sukarno terinspirasi oleh Shakespeare ‘’What is in the name, that which we call a rose, by any other word would smell as sweet’’.

Logo kepalan tangan dan mawar awalnya dirancang pada tahun 1969 oleh Marc Bonnet untuk Partai Sosialis Prancis dan kemudian diadopsi oleh Partai Pekerja Sosialis Spanyol pada 1977, yang kemudian menjadi dasar logo Sosialis Internasional,

Mawar merah sudah lama menjadi simbol sosialisme, terutama dikaitkan dengan warna merah yang melambangkan gerakan sosialis sejak abad ke-19. Kepalan tangan melambangkan persatuan dan kekuatan gerakan sosialis.

Logo ini digunakan oleh berbagai partai dan organisasi yang tergabung dalam Sosialis Internasional, serta beberapa partai yang terinspirasi oleh gerakan sosialis demokrat.

Dengan mengadopsi nama PSI maunya mengidentifikasikan diri dengan Partai Sosialis Indonesia yang didirikan oleh Sutan Syahrir pada 1948. Partai ini kecil tetapi militan dan dikenal sebagai partai kader. Partai ini melahirkan pemikir-pemikir tangguh seperti Syahrir, Soebadio Sastrosatomo, Wilopo, dan Soemitro Djojohadikoesoemo, bapaknya Prabowo Subianto.

Mungkin karena PSI tak kunjung semerbak maka logo diganti dengan gajah yang mirip bledug itu. Mungkin juga maunya meniru logo gajah yang dipakai oleh Partai Republik di Amerika Serikat.

Partai Republik di Amerika disebut sebagai GOP (Grand Old Party) partai tua yang besar. Partai ini didirikan pada 1854 dan sampai sekarang sudah menempatkan 19 orang presiden. Partai Demokrat sebagai pesaing utama menempatkan 16 presiden.

Dua partai besar di Amerika ini sama-sama punya logi binatang. Partai Republik berlogo gajah dan Partai Demokrat berlogo keledai. Meskipun berlogo keledai tidak berarti Partai Demokrat berisi orang-orang dungu.

Andrew Jackson pada 1828 menjadi calon presiden Demokrat. Ia diledek dengan sebutan ‘’jackass’’ dari nama belakangnya Jackson. Jackass artinya bodoh, dan juga sebutan untuk keledai. Dengan sebutan itu Jackson malah menang, dan selanjutnya keledai dipakai untuk logo partai.

Di Indonesia banyak partai yang berlogo binatang. PDIP memakai logo kepala banteng, Partai Nasdem memakai logo elang, Gerindra memakai logo garuda, Perindo juga memakai logo garuda dengan warna berbeda. Partai Kebangkitan Nusantara milik Anas Urbaningrum juga memakai logo kepala garuda.

Logo baru PSI disebut-sebut ingin menyaingi banteng moncong putih PDIP. Persaingan kedua partai itu akan makin sengit, karena konstituennya banyak beririsan. Tetapi yang lebih penting lagi karena ada semacam dendam politik antara PSI dan PDIP.

PSI akan mendapuk Jokowi sebagai ketua dewan pembina. Berarti secara resmi Jokowi akan hengkang ke PSI setelah didepak dari PDIP bersama anak mbarep Gibran Rakabuming Raka.

Jokowi diharapkan akan menjadi magnet untuk membajak suara PDIP. Tetapi yang lebih penting lagi adalah Jokowi membutuhkan ‘’political sanctuary’’, suaka politik pasca-lengser. Dan PSI adalah suaka politik yang paling aman bagi Jokowi.

Persaingan dua partai itu akan sengit. Tapi PDIP sudah terbiasa menghadapi persaingan semacam itu. Dulu sudah ada Partai Demokrasi Pembaruan buatan Roy BB Janis yang membelot dari PDIP. Tidak lama bertahan partai itu menghilang dan mati.

Eros Djarot yang kecewa kepada Megawati keluar dari PDIP dan mendirikan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK). Sempat lumayan eksis, tapi kemudian tidak ada kabar, lalu mati dengan sendirinya. PDIP dikenal sebagai partai yang makin solid ketika menghadapi keretakan internal. Kali ini PDIP diuji lagi dengan hengkangnya Jokowi ke PSI.

Bagi Jokowi PSI akan menjadi taruhan reputasi politiknya. Dengan merekrut Jokowi tentu PSI ingin menjadi partai bledug yang tumbuh menjadi partai gajah yang kuat. Bukan partai bleduk (debu) yang hilang ditiup angin lalu. ()

Partai Cap Gajah

Oleh: M Rizal Fadillah

KEMPALAN: Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berganti logo pada Kongres pertamanya. Kini berlambang gajah berkepala merah, tentu berbelalai. Jokowi berpidato akan membersamai PSI yang kini dipimpin kembali putera keduanya Kaesang Pangarep. Kata Jokowi gajah itu simbol dari ilmu dan besar.

Baru kali ini ada partai berlambang gajah. Biasanya merek dagang seperti gajah duduk untuk sarung, lem gajah untuk penjebak tikus, gajah tunggal untuk ban, obat kurap cap gajah, kacang atom gajah bledugh, jas hujan gajah, kereta api gajahwong, asam sitrat gajah food, gula batu gajah, container serbaguna gajah, sukro gajah, kopi tubruk gajah dan masih banyak lagi. Gajah memang laris untuk merk.

Saat Jokowi pidato di Kongres PSI di Solo tanggal 19 Juli tersebut ia memakai jaket berlogo gajah lambang partai. Tayangan netizen menuliskan gajah sebagai “gak ada ijazah”. Rupanya sedang menyindir pemakai jaket. Sebenarnya UGM pun terkena getah olok olok seperti Universitas Geng Mulyono atau Universitas Gangguan Mental. Netizen semakin nekad rupanya.

Dalam sejarah Islam, tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW disebut dengan tahun gajah. Hal ini terkait dengan penyerbuan tentara gajah Abrahah dari Yaman yang hendak menghancurkan ka’bah. Alih-alih ka’bah hancur justru pasukan gajah lah yang hancur. Allah mengirim pasukan burung ababil yang membawa batu “min sijjil”. Gajah kuat dengan tentara hebat itu habis seperti daun yang dimakan ulat. Gajah kelojotan tak berdaya.

Entah apa alasan PSI harus berganti logo. Pengamat menyebut Jokowi banget, entah karena dominan warna putih, meski gajah itu berwarna hitam merah, atau mungkin gajah itu berhidung panjang.

Jadi teringat gajah sebagai misteri ketika diraba orang buta dengan pendekatan spasial. Gajah itu seperti pohon karena dipegang kakinya, seperti tampah untuk rabaan telinga, seperti tumbak karena yang terpegang gading atau seperti ular atas raba belalainya. Misterius seperti Jokowi.

Mirip PDIP yang berlambang kepala banteng PSI berkepala gajah merah. Ada kesan kompetisi merebut konstituen. Meski masih jauh tingkat kesberhasilannya, tetapi itu cukup mengganggu. Jokowi memang bertekad menghajar PDIP.  PSI adalah gajah kecil tunggangan Jokowi. Bersiap serang balik jika diseruduk banteng. Banteng tentu tidak mudah menyerah.

Kata Kaesang gajah itu meski bukan raja hutan tetapi pelindung hutan. Ia lupa gajah itu jika datang ke pemukiman akan merusak kebun hingga rumah. Manusia dapat dibuat kocar kacir jika gajah itu kelaparan. Jadi di tengah perlindungan yang tidak jelas, gajah dapat merusak.

Adalah hak dan pertimbangan PSI untuk berganti lambang. Jokowi mendukung partai sang putera dan akan bekerja keras untuk mengembangkannya. Jokowisme tentu menjadi mazhab yang dipilihnya.

Gajah itu muncul dari hutan dan merusak bersama familinya.
Berlindung di fakultas kehutanan universitas gajah mengeles, ia mempertontonkan permainan sepak bola gajah.
Sepak bola palsu yang penuh dengan tipu-tipu.

*) Pemerhati Politik dan Gajah

Bandung, 21 Juli 2025

Timnas Voli Indoor Indonesia Juara SEA V League 2025 Leg 2 Plus Borong Penghargaan Individu. Ini Daftarnya 

JAKARTA – KEMPALAN : Timnas voli putra Indonesia berhasil meraih gelar juara SEA V League 2025 Leg 2 dengan predikat Sempurna. Rivan Nurmulki dkk memastikan gelar juara setelah pada laga pamungkas menundukkan Thailand dengan skor 3-2 (27-29, 25-15, 25-23, 22-25, 15-13), di GOR Jakarta Internasionnal Velodrome Jakarta, Minggu (20/7/2025) malam. Selain meraih gelar juara, timnas voli indoor putra Indonesia juga memborong sejumlah penghargaan individu.

Seperti di beratikan kempalan sebelumnya pada leg 1 di Filipina pekan lalu, Rivan Nurmulki dkk. hanya menempati peringkat dua. Jika diakumulasi dari leg 1 dan 2, Indonesia menempati peringkat satu, sedangkan Thailand sebagai runner-up.

Dengan posisi tersebut, tim asuhan Jeff Jiang Jie itu berhak mewakili Asia Tenggara di Nation Cup bersama tim Thailand tahun depan.

Duel klasik Indonesia versus Thailand berlangsung sengit sejak set pertama dimulai. Set pertama Indonesia kalah 27-29.

Namun, pada set kedua timnas membalikkan hasil dengan kemenangan 25-23. Set ketiga dan keempat kedua tim berbagi kemenangan di mana pada set ketiga Rivan Nurmulki dkk meraih kemenangan dengan skor 25-23 dan set keempat Thailand menang 25-22.

Pada set penentuan atau set kelima, kedua tim saling mengejar poin sejak awal. Awal set kelima, kedua tim bermain sedikit hati-hati. Indonesia dan Thailand terus berbagi poin hingga 3-3.Kemudia Indonesia berhasil memimpin 8-4. 

Di akhir set kelima, meski terus mendapat perlawanan Thailand, Rivan Nurmulki dkk terus melaju hingga 12-10. Akhirnya Indonesia menutup set kelima dengan kemenangan 15-13.

Usai laga pelatih timnas Indonesia, Jeff Jiang Jie mengatakan, “Pertama kita dapat dukungan suporter, Sehingga kami bermain cukup enjoy,” katanya.

Yang kedua menurut Jeff Jiang Jie, tim Indonesia banyak diperkuat pemain -pemain berpengalaman, “Jadi kami bisa meramu dengan strategi apapun. Kami harus bersyukur atas kemenangan ini,” tukasnya.

Sementara salah satu pemain timnas Indonesia Jasen Natanael mengakui bahwa hari ini bermain sesuai strategi pelatih, “Terima kasih kepada tim pelatih yang telah memberikan kepercayaan penuh kepada tim,” ujarnya.

Lebih lanjut Jasen mengakui dukungan suporter sangat luar biasa, “Dan itu yang membuat motivasi kami kuat untuk menang hari ini,” katanya.

Sementara itu, manajer timnas, Paulus Waterpauw mengaku gembira dengan hasil ini. “Saya cukup senang hasil ini,” katanya.

Manajer timnas ini mengaku senang naik peringkat di daftar rangking FIVB. “Sesuatu yang cukup menggembirakan kita naik rangking,” tutur Waterpauw.

Selain menjuarai leg 2 ini, timnas Indonesia mendapat gelar pemain terbaik (MVP) yang ditempati Boy Arnez. Pemain asal klub Lavani ini juga menyabet sebagai best outside hitter.

Di samping itu, pemain Indonesia yang mendapat gelar terbaik adalah Rivan Numulki sebagai best opposite dan Jasen Natanael Kilanta sebagai best setter.

Sebagai juara, selain menerima medali dan piala juga, timnas Indonesia juga menerima uang pembinaan sebesar USD 13 ribu, Peringkat dua, Vietnam menerima USD 12 ribu, Thailand peringkat ketiga USD 11 ribu, peringkat empat Filipina USD 10 ribu, dan Kamboja peringkat lima USD 9 ribu.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Daftar Pemenang dan Penghargaan Individu SEA V League 2 

1. Indonesia 

2. Vietnam 

3. Thailand 

4. Philipina 

5. Kamboja 

Penghargaan Individu SEA V League 2 2025

  • Best Outside Hitter : Ngoc Thuan Nguyen (VIE)
  • Best Outside Hitter: Boy Arnes Arabi (INA)
  • Best Middle Blocker : Duy Tuyen Tran(VIE)
  • Best Middle Blocker: Kissada Nilsawai ( THA)
  • Best Opposite Spkiker : Rivan Nurmulki (INA)
  • Nest Libero: Josh Ybanesz ( PHI)
  • Best setter. : Jasen Natanel Kilanta,( INA)
  • Most Valuable Player: Boy Arnez Arabi (INA)

Orasi Ilmiah di Hadapan Ribuan Wisudawan UINSA, Gubernur Khofifah Sampaikan Ini

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat orasi ilmiah di hadapan ribuan wisudawan progrqm sarjana, magister, dan doktor UINSA Surabaya, Minggu (20/7).

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan Orasi Ilmiah di hadapan 2.180 wisudawan program Sarjana, Magister dan Doktor dalam Wisuda Ke-112 dan Sidang Senat Terbuka Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Minggu (20/7).

Dalam orasinya, Khofifah menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan islam di Jawa Timur yang mengedepankan kolaborasi dan berdampak bagi masyarakat. Salah satunya dengan mendorong agar UINSA mengembangkan Teaching Industry dan Program Studi (Prodi) Islamic Finance. Bukan tanpa alasan, kedua program tersebut sangat berpotensi dan akan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

“Misalnya, Teaching Industry untuk Industri Halal. Saya rasa manfaatnya sangat besar bagi masyarakat. Apalagi di dekat sini, akan segera diresmikan KEK Industri Halal pertama di Indonesia, yaitu di Sidoarjo,” ujar Khofifah.

Gubernur Khofifah mengungkap bahwa pemerintah pusat sebenarnya telah menargetkan sektor Teaching Industry pada tahun 2023. Namun karena persiapan ekosistem yang belum semua ready di Indonesia maka diberikan kesempatan kepada pelaku-pelaku usaha untuk makanan dan minuman.

“Mudah-mudahan bisa menjadi PR bersama dan terus berseiring untuk membangun Teaching Industry di sini terutama yang berbasis industry halal di UINSA,” harapnya.

Kemudian terkait Prodi Islamic Finance, Gubernur Khofifah menatap optimis bahwa keberadaan prodi tersebut akan menjadi angin segar bagi dunia perbankan syariah di Indonesia.

“Kemudian terkait employability khususnya di bank-bank syariah dimana sesungguhnya membutuhkan basis Islamic Finance. Harapannya prodi Islamic Finance nanti bisa menjadi referensi cahaya bagi Bank Syariah yang ada di Indonesia,” harapnya.

Yang juga spesial dalam acara wisuda UINSA kali ini Gubernur Khofifah menerima penghargaan sebagai Tokoh Kontributif Pendidikan Islam Jawa Timur. Diserahkan langsung oleh Rektor UINSA Surabaya Prof. Akh. Muzakki, penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi dan perhatian nyata Khofifah pada pengembangan pendidikan Islam di Jatim.

Selama kepemimpinan Gubernur Khofifah sejak periode pertama, penguatan pendidikan diniyah melalui pelaksanaan Program Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS) terus dilakukan. Dengan pemberian Bantuan Operasional Sekolah Daerah untuk Madrasah Diniyah (BOSDA MADIN) dan guru/ustadzah di lingkungan pendidikan keagamaan. Tercatat, selama lima tahun terakhir telah dialokasikan anggaran mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Pemprov Jatim juga menginisiasi Program Beasiswa untuk Santri, dimana sejak tahun 2019 sampai 2025 melalui LPPD Prov. Jatim telah memberikan beasiswa kepada 6.876 santri untuk jenjang S1, S2, S3, Ma’had Aly hingga S1 Universitas Al Azhar Kairo. Sedangkan tahun ini rencananya akan disalurkan beasiswa untuk 1193 santri di Jawa Timur.

“Alhamdulillah, apa yang kita lakukan ternyata ada yang mencatat dan merekam. Terima kasih Pak Rektor dan UINSA. Itu artinya kita harus menguatkan kembali sinergitas, keberseiringan antara Pemprov Jatim dengan UINSA,” ucapnya.

Di akhir, Gubernur Khofifah juga berpesan kepada seluruh wisudawan. Ia mendorong para wisudawan agar terus mengembangkan diri menjadi seorang Enabler Leader sekaligus Game Changer.

“Di tengah dinamika global, ketika di tangan orang lain impossible, di tangan anda semua menjadi possible. Dengan begitu kita bersama bisa menjadi Game Changer dengan kapasitas, kompetensi dan intelektualitas,” pesan Khofifah.

“Mari membangun Perguruan Tinggi yang berdampak bagi kemaslahatan umat dan masyarakat menyongsong Indonesia Emas 2045,” tandasnya.

Senada dengan Gubernur Khofifah, Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Akh. Muzakki berpesan kepada seluruh wisudawan agar terus menjadi pribadi yang kuat dalam menghadapi segala permasalahan setelah lulus. Di tengah fenomena Generasi Strawberry, ia menekanan pentingnya untuk menjadi pribadi berbeda dari yang lain.

Tak hanya itu, di tengah gempuran dampak sosial media, ia mengingatkan agar seluruh wisudawan bisa menjadi masyarakat yang lebih bijak.

“Jejak digital tidak boleh disepelekan. Banyak terjadi penolakan oleh perusahaan terhadap calon karyawannya di tahap pengecekan latar belakang,” pesannya.

“Stop scrolling, perbanyak membaca buku,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Bangsa yang kehilangan tanah, akan kehilangan masa depannya

Di tengah zaman modern penuh gemerlap tehnologi canggih, saat dunia terkoneksi dalam jaringan nirkabel dan hampir semua kebutuhan dapat dipenuhi hanya dengan sentuhan jari, ada satu hal yang tetap tak tergantikan yakni tanah.

Bukan tanah virtual dalam bentuk aset digital atau metaverse, tapi tanah nyata yang bisa ditanami, digarap, dan menghasilkan makanan bagi miliaran manusia.

Ironisnya, saat ini banyak masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia, mulai melepaskan tanah warisan leluhur demi gaya hidup sesaat.

Sebaliknya para tokoh besar dunia sekarang justru berlomba membeli lahan pertanian.
Fenomena menjual tanah saat ini semakin terlihat jelas terlihat terutama di Indonesia.

Sawah-sawah yang dulu menjadi lambang ketahanan pangan kini berubah menjadi perumahan, ruko, atau bahkan lahan kosong tak terurus.

Pemiliknya, sebagian besar generasi muda, tergiur menjual karena iming-iming keuntungan cepat.

Hasil penjualan tanah tersebut kerap digunakan untuk membeli mobil baru, motor gede, gadget mahal, atau mengikuti tren investasi seperti kripto dan saham yang belum tentu dipahami secara mendalam.

Ada kebanggaan sesaat saat menukar warisan leluhur dengan simbol-simbol gaya hidup kekinian, tanpa memikirkan dampak jangka panjang terhadap kedaulatan pangan dan ekonomi keluarga.

Sementara itu, dari belahan dunia lain, dua tokoh raksasa teknologi dunia menunjukkan arah yang sangat berbeda. Bill Gates, pendiri Microsoft, secara perlahan namun pasti menjadi pemilik lahan pertanian terbesar di Amerika Serikat.

Ia bukan membeli tanah untuk proyek properti atau ekspansi digital, melainkan untuk pengembangan pertanian dan riset ketahanan pangan.

Di Hawaii, Mark Zuckerberg—pendiri Meta (dulu Facebook)—mengakuisisi ribuan hektare tanah. Ia memanfaatkannya untuk konservasi alam, pembangunan sistem pertanian lokal, serta pelestarian ekosistem tradisional.

Dalam berbagai wawancara, mereka tak sekadar menyatakan kepedulian, namun menempatkan pangan dan alam sebagai prioritas masa depan.

Langkah keduanya menunjukkan sinyal yang kuat. Ketika dunia makin padat, sumber daya alam makin terbatas, dan populasi terus bertambah, maka persoalan paling fundamental bukanlah kecepatan koneksi internet atau kecanggihan robotika, melainkan apakah manusia masih bisa makan dan minum? Apakah masih ada tanah untuk menanam padi, sayuran, atau memelihara ternak? Dan apakah air bersih masih tersedia untuk dikonsumsi dan mengairi ladang?

Profesor David Battisti, ahli iklim dan pangan dari University of Washington, pernah menyatakan, Dalam 30 tahun ke depan, tantangan terbesar umat manusia bukan lagi bagaimana memperluas jaringan teknologi, tapi bagaimana memastikan bahwa setiap manusia masih bisa mengakses pangan dan air bersih.

Pendapatnya diamini oleh berbagai lembaga global, termasuk FAO (Organisasi Pangan Dunia), yang sejak 2015 telah memperingatkan bahwa dunia akan menghadapi “krisis pangan kronis” jika degradasi lahan dan perubahan iklim terus dibiarkan tanpa intervensi serius.

Krisis ini bukan cerita masa depan yang jauh. Bahkan sekarang, kita mulai merasakannya. Di berbagai wilayah Indonesia, musim tanam makin tak menentu.

Para petani kehilangan orientasi karena iklim tak bisa diprediksi, harga pupuk melambung tinggi, dan harga jual hasil panen tidak menentu.

Alih-alih diperkuat dan dimodernisasi, sektor pertanian kita justru ditinggalkan. Generasi muda enggan menjadi petani karena dianggap pekerjaan “kelas bawah” dan tidak menjanjikan secara ekonomi. Padahal, justru di tangan merekalah harapan akan ketahanan pangan berada.
Tanah bukan hanya soal aset, tapi soal peradaban.

Dalam sejarah panjang umat manusia, bangsa yang kuat dan bertahan adalah bangsa yang mampu mengelola sumber daya alamnya dengan bijak. Jepang, meski miskin sumber daya alam, tidak pernah mengabaikan pertanian.

Negara-negara Eropa, yang lebih dahulu mengalami industrialisasi, kini justru kembali mengembangkan pertanian organik dan mendorong masyarakatnya kembali ke desa.

Sementara itu, Indonesia yang dianugerahi tanah subur, iklim tropis, dan beragam komoditas unggulan malah tergoda menjual kekayaan paling dasarnya yaitu tanah.

Masa depan dunia adalah masa depan pangan. Tak peduli seberapa canggih dunia digital berkembang, manusia tetap memerlukan nasi, sayur, daging, dan air untuk hidup.

Aplikasi, algoritma, atau teknologi AI tidak bisa menggantikan beras di meja makan. Justru teknologi seharusnya menjadi alat bantu untuk memperkuat sektor ini, bukan untuk menjauhkannya.

Sudah saatnya kita melihat sawah dan ladang bukan sebagai peninggalan masa lalu yang harus ditinggalkan, tetapi sebagai fondasi utama menghadapi masa depan yang kian penuh ketidakpastian.

Negara juga harus hadir dengan kebijakan nyata. Perlindungan terhadap lahan pertanian harus diprioritaskan, bukan digusur demi proyek yang tak jelas orientasi jangka panjangnya.

Reformasi pertanian perlu digencarkan—dengan memberikan subsidi, pelatihan modern, dan teknologi tepat guna kepada para petani muda.

Pendidikan dan media juga perlu mengubah narasi—bahwa menjadi petani bukanlah profesi tertinggal, tapi garda depan penyelamat bangsa.

Jika Bill Gates dan Mark Zuckerberg yang hidup di dunia teknologi pun memilih kembali ke tanah, lalu mengapa kita—yang hidup di tanah paling subur di dunia—rela melepaskannya?

Kini saatnya kita membuka mata, bukan metaverse yang akan memberi makan anak cucu kita, tapi sawah-sawah yang dirawat hari ini.

Bukan investasi spekulatif yang bisa menjamin keberlangsungan hidup bangsa, tapi ketahanan pangan dan kedaulatan atas tanah yang kita miliki.

Karena tanah yang dipertahankan bukan hanya soal nilai ekonomi, tapi nilai kehidupan.

Tanah yang dibiarkan subur akan terus menghidupi, bahkan saat pemiliknya telah tiada. Dan air yang bersih akan terus mengalir jika alam dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Maka sebelum kita kehilangan keduanya, mari bersatu menjaga tanah air kita—secara harfiah maupun batiniah. Sebab, seperti yang dikatakan seorang bijak, “Bangsa yang kehilangan tanahnya, adalah bangsa yang kehilangan masa depannya.”

Oleh Bambang Eko Mei

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.