PASURUAN -KEMPALAN : Kontingen Kabupaten Pasuruan di Porprov IX Jatim 2025 Malang Raya membuat lonjakan yang luar biasa dalam pengumpulan medali. Kabupaten Pasuruan finish di peringkat 8 dengan mengemas 30 medali emas, 35 medali perak dan 37 medali perunggu.
Sukses Kontingen Kabupaten Pasuruan di Porprov IX Jatim tak lepas dari peran steakholder di Pemkab Pasuruan, cabor, pengurus serta pemerhati olahraga salah satunya adalah SMAN I Grati Pasuruan.
SMA Negeri 1 Grati lewat para siswanya yang berprestasi mampu menyumbang 4 medali, 2 medali emas dan 2 medali perunggu lewat cabor unggulan yakni Muaythai, Petanque, Dayung serta beberapa disiplin olahraga lainnya.
Kholili S.Pd salah satu guru olahraga SMAN I Grati punya peran penting dalam memajukan olahraga di Pasuruan khususnya di SMAN I Grati. Berkat setuhan Mr Lee sapaan akrab Kholili, SMAN I Grati bisa berprestasi tidak hanya di gelaran olahraga multi event seperti Porprov tapi juga di Single event.
” Ya berkat dukungan penuh dari kepala sekolah bapak H. Putut Suhendro, S.Pd., M.M para siswa atau atlet asal SMAN I bisa fokus di setiap menghadapi pertandingan,” terang Mr Lee. (22/07)
Lebih lanjut pria yang juga salah satu wasit/juri Petanque nasional ini menambahkan pada tahun pelajaran 2025 ini Mr. Lee terus berbenah untuk penambahan prestasi siswa siswinya pada keseluruhan disiplin olahraga utamanya untuk mempersiapkan Porprov X di Surabaya tahun 2027.
” Tahun ajaran baru ini akan ada tambahan cabor yang dibidik SMAN I Grati untuk bisa berprestasi di Porprov x nanti. Diantaranya Catur, Taekwondo, Judo dan Hapkido ” ucap Mr Lee.
Dengan prestasi yang semakin bagus. Mr. Lee berharap kedepannya akan ada bantuan sarana dan prasarana dari Pemkab Pasuruan maupun dari pihak lain seperti matras latihan, dayung, bola latihan dan sebagainya guna menunjang prestasi olahraga Pasuruan khususnya di SMAN I Grati. (Ambari Taufiq/M Fasichullisan)
SURABAYA-KEMPALAN: Rencana pengoperasian layanan Trans Jatim Koridor VII yang melintasi wilayah Kota Surabaya belum mendapatkan izin untuk masuk ke Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ). Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan pentingnya integrasi layanan transportasi agar tidak menimbulkan dampak terhadap moda transportasi yang sudah berjalan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan trayek transportasi lama yang telah berizin dan beroperasi melayani warga. Ia berharap hadirnya transportasi baru tidak meniadakan layanan yang sudah ada.
“Saya berharap tidak ada ketika ada transportasi (baru) yang masuk, akan mematikan transportasi yang lainnya. Kita sudah punya nih, izin-izin trayek yang dari titik luar perbatasan Surabaya sampai ke kota, tiba-tiba (ini) dimasuki orang lain (transportasi lain), nah ini (trayek lama) gimana nasibnya,” kata Eri Cahyadi, Selasa (22/7).
Menurutnya, prinsip utama dalam pengembangan transportasi publik adalah integrasi antarmoda, bukan penggantian atau penghapusan layanan eksisting. Ia menekankan perlunya sinergi antara Bus Trans Jatim dan Bus Suroboyo agar layanan kepada masyarakat bisa berjalan lebih optimal.
“Maka harusnya terintegrasi, bukan mematikan yang sudah ada. Sehingga nanti ketika Trans Jatim sampai, setelah itu disambut oleh Bus Surabaya, tapi termasuk biayanya harga berapa, monggo (silakan) saja,” tuturnya.
Eri menyatakan telah meminta Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya untuk menjalin koordinasi intensif dengan Dishub Provinsi Jawa Timur. Tujuannya adalah memastikan agar seluruh kebijakan transportasi publik yang diterapkan tidak menimbulkan tumpang tindih antar trayek. “Ini biar Kepala Dishub Surabaya berkoordinasi dengan Kadishub Provinsi,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran transportasi baru di Surabaya hendaknya tidak membuat operator dan pengemudi angkutan eksisting kehilangan mata pencaharian. Menurutnya, aspek kesejahteraan pelaku transportasi yang sudah lama beroperasi harus ikut diperhitungkan.
“Karena pikiran saya cuma satu, tidak mematikan yang lainnya. Ketika ada transportasi yang masuk, transportasi yang sudah ada tidak mati,” tegas Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKS) ini.
Meski demikian, Eri juga membuka ruang untuk kemungkinan integrasi penuh antara Bus Suroboyo dan Trans Jatim. Namun, ia menekankan bahwa skema integrasi itu harus mencakup sistem trayek hingga perhitungan tarif yang saling melengkapi.
“Seperti yang saya bilang terintegrasi. Tidak ada yang sudah dilewati, yang sudah ada izin trayeknya apakah itu Bus Suroboyo, yang di situ sudah ada sopirnya, yang kami juga membutuhkan perbaikan dari pendapatan tiba-tiba (transportasi baru) masuk. Terus yang (lama) ini perbaikannya gimana, sopirnya pendapatannya gimana, bayarnya dari mana, kan bisa mati,” tuturnya.
Karenanya, ia pun menggambarkan skenario ideal dimana transportasi antarwilayah dari luar kota diteruskan oleh moda dalam kota, seperti Bus Suroboyo. Tentu saja skema ini dengan sistem tarif yang transparan dan tidak memberatkan masyarakat.
“Tapi kalau dia (transportasi baru) ini terintegrasi, dari sini, diambil oleh Bus Suroboyo jurusannya ke mana, itu kita lakukan, oh langsung terusan nanti biayanya seperti apa, ayo monggo (silakan). Tapi yang pasti, yang sudah berjalan transportasinya tidak terganggu,” pungkasnya. (Dwi Arifin)
Bimtek Bagi Operator Pelayanan Imformasi dii Graha Sawunggaling, Selasa (22/7).
SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Bagi Operator Pelayanan Informasi di Graha Sawunggaling, Selasa (22/7).
Bimtek tersebut diikuti oleh ratusan operator layanan pengaduan Wargaku, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga jajaran dinas di lingkungan Pemkot Surabaya.
Dalam kesempatan ini, Diskominfo Surabaya turut menggandeng sejumlah narasumber. Diantaranya adalah Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur Triyoga Muhtar Habibi dan Direktur ITS Global Management Surabaya sekaligus Dosen ITS Fakultas Teknik Industri Prof Dr Maria Anityasari.
Dua narasumber tersebut memberikan materi cara memberikan respon terbaik saat melayani masyarakat dalam mendorong keterbukaan informasi.
Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur Triyoga Muhtar Habibi mengatakan, sebagai pelayan publik Pemkot Surabaya harus memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Terutama, dalam hal pelayanan keterbukaan informasi publik.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, bahwa warga negara memiliki hak untuk memperoleh informasi publik, mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik, serta mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik dan transparan.
“Undang-undang layanan publik itu diatur, jadi melapor adalah hak masyarakat terhadap pelayanan publik. Standar layanannya memberikan tanggapan, mendapatkan tanggapan, kemudian menyampaikan kepada pimpinan maupun pelaksana pada unit untuk memenuhi layanan,” kata Triyoga.
Agar masyarakat mendapatkan layanan informasi, maka operator layanan publik harus memberikan rasa nyaman dan aman. Misalnya, mulai dari kecepatan waktu merespon laporan, menyampaikan hasil laporan masyarakat, hingga memberikan solusi yang terbaik.
“Jadi tidak hanya mendukung kualitas layanan publik tapi juga meningkatkan harapan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara. Jadi sekarang kita tidak hanya memberi informasi, sebagai lembaga pengaduan kita juga menyukseskan fungsi dari Pemerintah Kota yang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Global Management Surabaya sekaligus Dosen Fakultas Teknik Industri ITS Prof Dr Maria Anityasari menyampaikan, dalam memberikan layanan informasi harus fokus dengan pokok permasalahan yang dikeluhkan atau dilaporkan oleh masyarakat.
Maka dari itu, setiap kali menanggapi laporan masyarakat, operator sebaiknya tidak menggunakan handphone agar lebih fokus.
“Karena tugas bapak-ibu memberikan respon, kemudian menjelaskan (informasi). Soal mereka (pelapor) membaca atau tidak, itu nanti soal cerita lain. Kemudian menjadikan keluhan dan masukkan itu sebagai landasan pembangunan,” kata Maria.
Selain itu, ia menambahkan, jika operator terlalu sering menggunakan gadget ketika bekerja, maka akan mempengaruhi daya ingat.
“Ketika daya ingat menurun, juga mempengaruhi kinerja kita sebagai frontliner. Misal ada laporan, mau klik laporan tersebut kemudian lupa, sehingga tidak tuntas dan akhirnya tidak fokus,” tambahnya.
Maka dari itu, ia berharap kepada seluruh operator layanan publik di lingkungan Pemkot Surabaya untuk tidak menggunakan gadget selama bekerja. Tujuannya, agar selama bertugas lebih fokus dan semakin baik dalam menerima serta menyampaikan laporan masyarakat.
Selain itu, dirinya juga berharap Pemkot Surabaya melalui Diskominfo bisa memberikan reward kepada staf operator layanan publik teladan. Caranya, yaitu diukur dari kepuasan masyarakat setelah mendapatkan layanan informasi. Dengan cara ini, maka layanan informasi publik di Kota Surabaya akan semakin baik ke depannya.
“Nanti nama operator itu bisa menggunakan nama inisial. Nah satu orang orang (staf) itu mendapatkan berapa kali menangani warga, kemudian dinilai. Nanti bisa di-trace, warga ini paling senang dilayani oleh siapa. Jadi, ayo kita perbaiki sistem layanan di Kota Surabaya,” pungkasnya. (Dwi Arifin)
TUBAN-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial senilai Rp6.532.818.800 untuk masyarakat Tuban di Pendopo Kridho Manunggal, Kabupaten Tuban, Senin (21/7).
Khofifah mengatakan bahwa penyaluran bansos di sini merupakan titik ke-21 bagian dari ikhtiar untuk memperkuat bantalan sosial dan bantalan ekonomi bagi masyarakat rentan di Kabupaten Tuban.
“Kita berharap bahwa bantuan sosial sampai kepada penerima dan tepat sasaran termasuk di dalamnya adalah tepat penggunaannya dan aman dari penyalahgunaan. Saya pesan jangan sampai dipakai judol,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, masyarakat rentan harus mendapatkan fasilitasi bantalan sosial ataupun bantalan ekonomi. Tujuannya agar masyarakat yang masuk dalam kategori miskin ekstrem bisa mendapatkan penguatan.
“Kita memberikan bantuan kepada mereka untuk tidak tenggelam di dalam garis kemiskinan yang lebih dalam,” tuturnya.
Sementara bantalan ekonomi , lanjut Khofifah, diberikan bagi mereka yang telah memiliki basis usaha namun berstatus single mom atau single parent. Terlebih bagi mereka yang sekaligus memiliki anggota keluarga yang difabel atau lansia rentan.
“Itulah yang menjadikan mereka itu eligible atau tidak untuk menerima program KIP JAWARA,” ungkapnya.
Sementara bantalan sosial diberikan kepada penerima manfaat yang masuk dalam kategori masyarakat rentan yang difabel dan orang-orang lanjut usia yang membutuhkan penguatan.
Selain itu, Khofifah menyebut pentingnya bantuan sosial yang tepat penggunaannya. Bukan tanpa alasan, pasalnya ada sejumlah account number penerima bansos terindikasi menyalahgunakan pemanfaatan bansos. Salah satunya terindikasi digunakan untuk judi online.
“PPATK sudah menutup kira-kira 228 ribu account number yang terindikasi bansosnya digunakan judol,” ungkapnya.
Pemprov Jatim sendiri, lanjut Khofifah, juga telah melakukan upaya antisipasi untuk meminimalisir adanya pemotongan bantuan sosial oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Upaya tersebut dilakukan dengan memberikan buku tabungan kepada masing-masing penerima manfaat dengan account number atas nama penerimaan program.
“Di setiap mock up itu belakangnya ada buku tabungan, sehingga itu bisa menghilangkan kemungkinan kekhawatiran katakan disunat,” katanya.
Diketahui, total bantuan Pemprov Jatim ini disalurkan dari beberapa skema. Di antaranya bantuan sosial dari Dinas Sosial Prov. Jatim yang nilainya mencapai Rp5.740.693.800.
Bansos dari Dinas Sosial Jatim ini terbagi untuk Program Keluarga Harapan (PKH) plus senilai Rp4.232.000.000 untuk 2.116 keluarga masing-masing menerima Rp2.000.000 per tahun; lalu Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) sebesar Rp453.600.000 untuk 126 jiwa masing-masing menerima Rp3.600.000 per tahun.
Kemudian Bantuan Tunai Langsung (BLT) untuk buruh pabrik rokok lintas wilayah sebesar Rp29.169.800 yang dibagikan untuk 22 jiwa masing-masing menerima Rp1.325.900 per tahun.
Bansos Kewirausahaan Inklusif dan Produktif (KIP) Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Jawa Timur Sejahtera (JAWARA) sebesar Rp21.000.000 untuk 7 jiwa masing-masing menerima Rp3.000.000; lalu Bansos KIP EKS PPKS JAWARA total Rp27.000.000 untuk 9 jiwa masing-masing menerima Rp3.000.000 per tahun.
Di kesempatan yang sama Khofifah juga menyerahkan 24 unit alat bantu mobilitas lansia dan penyandang disabilitas senilai Rp133.724.000, Bantuan Operasional dan Tali Asih Pilar sosial seperti SDM PKH Plus, Pendamping disabilitas, TKSK, TAGANA senilai 844.200.000 untuk 228 orang.
Kemudian bantuan Pemprov Jatim dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Prov. Jatim dengan total bantuan Rp699.875.000. Bantuan tersebut diberikan untuk BUMDESA senilai Rp300.000.000 yang diperuntukkan bagi 3 desa yang masing-masing menerima Rp100.000.000. Kemudian bantuan untuk DESA BERDAYA Rp 100.000.000 yang diserahkan untuk 1 desa, serta JATIM PUSPA senilai Rp299.875.000 yang diberikan untuk 4 desa.
Bantuan Pemprov Jatim dari Dinas Koperasi dan UKM Jatim diberikan untuk 1 desa berupa Peralatan Program Bhakti Nagari sebesar Rp62.250.000. Selain itu juga diberikan bantuan zakat produktif dari BUMD Jatim senilai Rp25.000.000 untuk 50 orang yang masing-masing menerima Rp500.000.
Sementara itu salah satu penerima bansos PKH Plus Pemprov Jatim, Mursinah (64) menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Gubernur Khofifah. Ia berharap Khofifah akan terus diberikan kesehatan dan Rizki yang luas.
“Matur nuwun ibu Gubernur sudah memberikan bantuan bagi masyarakat kecil seperti saya. Terima kasih sudah memperhatikan orang kecil. Semoga Bu Gubernur sehat dan lancar rizkinya,” kata Mursinah. (Dwi Arifin)
SURABAYA- KEMPALAN: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur meminta seluruh kabupaten/kota untuk terus membina atlet-atlet berprestasi jebolan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX 2025 Malang Raya. Hal ini disampaikan Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, dalam rapat evaluasi hasil Porprov bersama seluruh ketua KONI daerah di Gedung KONI Jatim, Surabaya, Selasa (22/7).
Dalam kesempatan tersebut, Nabil menyampaikan bahwa Porprov Jatim IX telah memenuhi harapan sebagai ajang peningkatan prestasi. Banyak atlet potensial yang mencatat hasil membanggakan, termasuk 51 nomor pertandingan yang berhasil memecahkan rekor.
“Potensi yang ada ini harus terus dibina secara berkelanjutan di tingkat daerah. Tak hanya menjadi tanggung jawab cabang olahraga (cabor) masing-masing, tetapi juga menjadi tugas KONI daerah untuk aktif membina para atlet,” ujar Nabil.
Ia menegaskan bahwa para atlet jebolan Porprov adalah cikal bakal atlet Jawa Timur untuk ajang PON, single event tingkat nasional, maupun kompetisi internasional.
“Kalau kita bicara Jawa Timur, pasti akan muncul nama Eko Yuli di Olimpiade. Dua kali meraih medali perunggu, lalu dengan pembinaan yang lebih maksimal, ia akhirnya meraih medali perak. Itu bukti pembinaan jangka panjang yang berhasil,” ujarnya mencontohkan.
Nabil menambahkan, Porprov merupakan ajang penting dalam pembinaan karena banyak lulusan dari ajang dua tahunan ini yang kemudian berprestasi di tingkat nasional.
“Maka dari itu, perlu ada regenerasi dan pembinaan berkelanjutan agar prestasi tidak menurun,” tuturnya. Sementara Wakil Ketua Umum KONI Jatim, Irmantara Subagio, menambahkan bahwa pihaknya telah mendata seluruh atlet yang meraih prestasi dan memecahkan rekor di ajang Porprov. Dari data tersebut, terdapat ribuan atlet berprestasi, namun karena keterbatasan sumber daya, sementara ini dipilih 200 atlet dari cabang olahraga Olimpiade dan nomor perorangan untuk menjalani tes fisik dan kesehatan yang diselenggarakan oleh KONI Jatim.
“Potensi-potensi ini menurut kami harus dipelihara dan ditindaklanjuti melalui berbagai kegiatan. Bahkan yang tidak juara satu pun tetap memiliki potensi besar. Salah satunya adalah dengan melakukan tes fisik dan tes kesehatan,” ujar pria yang akrab disapa Ibag itu.
Tes ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dasar atlet, yang akan menjadi acuan daerah dalam menentukan skema pembinaan.
“Olahraga prestasi itu sifatnya memaksa. Yang dipaksa itu fungsi tubuh. Kalau ternyata ada persoalan dalam fungsi tubuh, itu yang ingin kami deteksi sejak awal, agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Jadi kami sampaikan, misalnya ada ketidakseimbangan atau kelainan fungsi tubuh, agar bisa segera ditangani,” pungkasnya.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)
Gubernur Khofifah Indar Parawansa berbicara dengan Presiden Prabowo Subianto saat peluncuran KDKMP secara daring dari Tuban, Senin (21/7).
TUBAN-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Jatim menjadi provinsi terbanyak dan tercepat menuntaskan 100 persen kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat peluncuran KDKMP secara daring dari KDMP Pucangan Kec. Montong Kabupaten Tuban, Senin (21/7).
Khofifah menambahkan bahwa ada sebanyak 8.494 kelembagaan KDKMP di Jatim yang berstatus badan hukum sah, disertai dengan 23 KDMP yang telah beroperasi. Sementara total KDKMP yang diluncurkan Presiden Prabowo, sebanyak 80.081 kelembagaan yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan se-Indonesia. Sebanyak 103 KDKMP telah beroperasi.
“Kami ingin melaporkan, jadi 8.494 Desa dan Kelurahan di Jawa Timur semuanya sudah berbadan hukum Bapak Presiden, dan Jawa Timur ini paling banyak KMP-nya sekaligus cepat proses badan hukumnya,” ujar Khofifah.
“Dari 103 KDKMP seluruh Indonesia yang telah beroperasi, 23 ada di Jawa Timur,” imbuhnya.
Khofifah optimistis nantinya semua pihak akan bersinergi memberikan dukungan bagi KDKMP. Sebagaimana tagline yang diusung KDKMP yaitu ‘Bangun Koperasi Desa, Indonesia Jaya’ yang mengandung makna membangun koperasi di tingkat desa guna menciptakan kemajuan Indonesia.
“Kami juga berharap Jatim bisa mengawal gagasan besar Bapak Presiden membangun ekonomi desa lewat KDKMP. Semua bisa menjadi bagian dari penguatan gagasan besar Bapak presiden, ekonomi dari desa untuk desa yang didedikasikan untuk Indonesia Raya,” ucapnya.
Orang nomor satu di Jatim ini pun menyampaikan bahwa capaian ini merupakan kerja sama dan sinergi semua pihak dalam berupaya mewujudkan KDKMP yang berbadan hukum sah. Oleh sebab itu Khofifah menyampaikan apresiasinya kepada Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum dan para notaris yang tidak kenal lelah memberikan support untuk KDKMP di Jawa Timur.
“Kami ingin menyampaikan terima kasih, Kanwil Hukum dan notaris luar biasa tidak ada hari Sabtu tidak ada hari Minggu, mereka bekerja luar biasa sehingga seluruh KDKMP desa kelurahan di Jawa Timur ini sudah berbadan hukum,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Khofifah telah mendapatkan kepastian bahwa Bulog akan memberikan dukungan luar biasa bagi gerai sembako KDMP di Jatim. Bulog sudah mendeploy logistik yang memang diproduksinya, seperti beras, gula dan minyak goreng.
“Kami sudah berkeliling Pak Presiden, bahwa support Bulog luar biasa,” bebernya.
Selain Bulog, lanjut Khofifah, dukungan dari Pertamina juga tengah dalam proses untuk memberikan dukungan terhadap KDKMP di Jawa Timur. Karena diharapkan Pertamina bisa mendukung dengan menyuplai LPG 3kg di gerai-gerai KDKMP. “Sekarang sedang berproses di Pertamina,” katanya.
Lebih lanjut, dalam waktu dekat Gubernur Khofifah berharap PT. Pupuk Indonesia juga bisa memberikan dukungan bagi KDKMP di Jawa Timur. Pasalnya banyak KDKMP di wilayah Jawa Timur yang berbasis pertanian termasuk KDMP Pucangan Kecamatan Montong Kabupaten Tuban yang menjadi pusat peluncuran di Jatim kali ini.
“Sehingga support pupuk bagi petani ini sangat penting dan berharap segera ada support dari Pupuk Indonesia,” katanya.
Gubernur Khofifah berpesan agar setiap KDKMP mengidentifikasi sektor yang bisa dimaksimalkan di masing-masing KDKMP. Kemudian ia juga berpesan untuk melakukan pemetaan hal yang bisa memberikan efisiensi signifikan dan pertumbuhan ekonomi di tiap-tiap desa atau kelurahan.
“Yang potensial untuk memberikan efisiensi, berarti yang menekan harga menjadi sangat murah, itu yang bisa memutus mata rantai pasok terutama untuk logistik,” katanya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan KDKMP memiliki konsep bagaikan lidi. Artinya satu KDKMP berkekuatan lemah tetapi ketika begitu banyak KDKMP di Indonesia dan dijadikan satu maka akan memberikan kekuatan dan dampak yang besar bagi perekonomian dan masyarakat Indonesia.
“Satu lidi lemah, tidak kuat, tidak ada artinya, tapi kalau puluhan lidi ratusan lidi dijadikan satu ini adalah alat yang bisa membantu kita, dari lemah menjadi kekuatan,” kata Prabowo.
Presiden RI ini juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Gubernur Jawa Timur dan seluruh pihak yang berkontribusi mewujudkan KDKMP di Jawa Timur khususnya di Pucangan Kec. Montong Kab. Tuban. Ia berpesan agar terus berupaya memajukan KDMP.
“Terima kasih saudara saudara sekalian dari Tuban, Ibu Gubernur terima kasih dukungannya, semuanya Ketua Koperasi, Kepala Desa sebagai pengawas, luar biasa, lanjutkan, kita akan terus memperkuat koperasi, ingat ini adalah pengabdian untuk bangsa dan rakyat kita, terima kasih,” ungkapnya.
Di kesempatan yang sama dilakukan penyerahan Surat Keterangan Administrasi Hukum Umum (SK AHU) yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum Republik Indonesia secara simbolis oleh Gubernur Jatim didampingi Bupati Tuban dan Kanwil Hukum Jatim kepada 4 Perwakilan Pengurus KDMP Kab Tuban.
Antara lain KDMP Pucangan, Kecamatan Montong, KDMP Karangagung, Kecamatan Palang, KDMP Rayung, Kecamatan Seroni, dan KDMP Karang, Kecamatan Semanding.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dan Kajati Jatim Kuntadi turut meninjau gerai usaha KDMP Pucangan dengan didampingi oleh Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzki. (Dwi Arifin)
KEMPALAN: Kedatangan Prabowo ke Solo untuk sowan kepada Joko Widodo membuat penilaian buruk atas sikap kepemimpinannya sebagai Presiden yang semestinya menjaga perasaan rakyat. Omong doang pidato demi rakyat demi rakyat. Datang bukan sekedar menengok orang sakit tetapi bagai pesakitan yang datang kepada tuannya. Tidak sadarkah Prabowo bahwa Joko Widodo itu sedang disorot rakyat terkait dosa-dosa politiknya yang menumpuk ?
Banyak rakyat termasuk aktivis yang masih menunggu sikap tegas Prabowo untuk memutus mata rantai dosa-dosa politik rezim Jokowi. Namun faktanya justru bukan sinyal konstruktif yang ditampilkan melainkan gestur ketidakberdayaan dari seorang Jenderal yang perlu dikasihani. Semakin tipis harapan untuk perubahan dan kemajuan. Prabowo memang bukan macan tetapi seperti bebek peliharaan. Sayang sekali.
Ke Solo sebelum acara PSI mampir untuk melaporkan kunjungan luar negerinya. Prabowo menyampaikan hal diplomasi dan komoditas strategis. Bagai seorang Menteri, Prabowo melapor ke Presiden atas pelaksanaan tugasnya. Nampak ia belum juga move on sebagai Presiden. Inilah yang dibaca publik betapa Jokowi itu masih Presiden untuk Prabowo.
Setelah mengecilkan kerja para pencari kebenaran soal ijazah Jokowi yang diduga palsu, lalu memuji kerja menteri, khususnya menteri-menteri titipan Jokowi, maka kini ia sowan ke rumah Jokowi di Sumber untuk melapor. Sejumlah menteri ikut menyertai kunjungan menghadap sang godfather tersebut.
Sebelumnya petinggi purnawirawan mendesak pemakzulan Gibran Rakabuming Raka dan berulang minta jumpa dengan Prabowo, akan tetapi tidak sedikitpun ia mau merespon bahkan melirikpun tidak. Soal PIK 2 yang menggerus kedaulatan negara juga tidak digubris. Aguan tetap dilindungi sebagaimana Jokowi melindungi. Prabowo itu memang follower eh Jokower bukan leader.
Ketika Gibran didesak untuk dimakzulkan, Jokowi menyatakan harus satu paket dalam memilih dan menurunkan. Tentu Jokowi salah sebab hukum mengatur dalam Pasal 7 A UUD 1945 dapat diturunkan masing-masing baik Presiden ataupun Wakil Presiden.
Ungkapan Jokowi tersebut tentu politis berfungsi sebagai tekanan bagi Prabowo agar tetap melindungi Gibran. Bak gajah yang digiring, Prabowo pun patuh.
Prabowo tidak peduli dengan aspirasi dan perasaan rakyat yang menghendaki pertanggungjawaban Jokowi atas segala kerusakan hukum, politik, budaya, sosial, ekonomi dan lainnya yang diderita bangsa dan negara Indonesia. Ia tetap abdi dalem dari sang Raja Jawa. Sowan periodik layaknya menjadi kewajiban moral dan ritualnya.
Orientasi, komitmen, dan perasaan kerakyatan Prabowo sebatas omon-omon. Ia lebih memilih untuk berorientasi, berkomitmen, dan lebih menjaga perasaan Jokowi. Mungkin Jokowi benar juga, bahwa kini untuk urusan memakzulkan haruslah satu paket.
Saatnya rakyat bergerak untuk menekan lembaga-lembaga politik agar segera menjalankan operasi mulia penyelamatan bangsa dan negara dengan memakzulkan Prabowo dan Gibran. Satu paket.
Kedaulatan rakyat harus direbut dan dipulihkan. Penjajahan harus segera dihapuskan. Jangan biarkan penjahat bebas untuk merampok dan menistakan.
SIDOARJO-KEMPALAN : Tiga cabang olahraga yakni Akuatik, Dayung dan Sepatu Roda punya andil besar penyumbang medali terbanyak kontingen Kabupaten Sidoarjo di Porprov IX Jatim 2025 di Malang Raya (28 Juni -05 Juli 2025).
Cabor Akuatik dengan 5 disiplin olahraga yakni, Renang OWS, Renang Kolam, Renang Artistik, Loncat Indah dan Polo Air total menyumbang 5 medali emas, 11 medali perak dan 9 medali perunggu dengan total poin 51. Hebatnya lagi, Hasbi Zulfian Idris satu satunya atlet Sidoarjo yang mampu memecahkan rekor Porprov nomor 200 meter gaya ganti perseorang putra. Dia mencatat waktu tercepat di nomor 200 meter gaya ganti perseorang putra dengan catatan waktu 2:22,41 detik.
Selain Cabor Akuatik, ada cabor Dayung, Cabor ini dengan tiga disiplin olahraga yakni nomor dayung canoing, Rowing dan TBR Menyumbang poin tertinggi yakni 55 poin dengan rincian 10 medali emas, 5 medali perak dan 5 medali perunggu.
Sementara itu cabor Sepatu Roda juga menjadi penyumbang poin tertinggi ketiga setelah Dayung dan Akuatik, Cabor Sepatu Roda menyumbang 4 medali emas,5 medali perak dan 10 medali perunggu dengan total poin 36. Selain itu ada beberapa cabor yang juga punya andil besar membesarkan kontingen Sidoarjo yakni cabor Karate dengan 27 poin, Catur 26 poin, Criket 17 poin, Atletik 17 poin, Tarung Derajat 21 poin, Tenis Meja 26 poin, Panahan 22 poin, Kick Boxing 16 poin, dan Cabor paling favorit yakni Voli menyumbang 22 poin. (Ambari Taufiq/M Fasichullisan)
Inilah 12 Cabor Penyumbang Medali Terbanyak di Porprov IX Jatim 2025
1. Dayung 10 5 5
2. Akuatik 5 11 9
3. Sepatu Roda 4 5 10
4. Karate 3 3 6
5. Catur 6 1 0
6. Tenis Meja 4 3 3
7. Panahan 4 3 2
8. Bola voli 5 1 0
9.Tarung Derajat. 3 1 6
10. Criket 3 1 3
11 Atletik 3 2 1
12. Kick Boxing 3 1 2
Inilah Daftar Cabor Penyumbang Medali Kontingen Kabupaten Sidoarjo di Porprov IX Jatim
BARCELONA-KEMPALAN: Marcus Rashford mendapat kesempatan menarik ketika dia kesulitan menembus tempat utama dalam skuad Manchester United. Bukan hanya main di klub elite Liga Primer Inggris, Rashford juga akan bermain di klub elite Eropa.
Rashford akan memperkuat FC Barcelona dalam musim 2025—2026. Statusnya sebagai pemain pinjaman di klub berjuluk La Blaugrana tersebut sampai di akhir musim ini. Dia sudah berada di Ciutat Esportiva Joan Gamper (kamp latihan Barca).
Mantan bek United Rio Ferdinand menganggap kepindahan ke Barca ini sebagai momen bagus untuk Rashy (sapaan karib Rashford). ’’Ini akan jadi kesepakatan menguntungkan bagi Marcus dan Barca,’’ kata Ferdinand dalam kanal YouTube miliknya.
Ferdinand pun juga mengkritisi sikap United yang seolah membiarkan kepergian sosok jebolan akademi mereka sendiri. Rashford jadi jebolan akademi kesekian yang pergi ke klub lain.
’’Aku sudah mengenalnya bertahun-tahun. Dia bekerja sangat keras. Pasti ada hal lain di balik ini semua yang tidak kita ketahui. Apakah karena performa buruk, kurangnya rasa kepercayaan, atau manajemen yang buruk?’’ tutur Ferdinand.
Menurut Ferdinand, Rashford sudah kehilangan semangat untuk membela United. Tidak hanya musim panas ini. Bahkan sudah terjadi sejak pemain sayap timnas Inggris itu jadi pinjaman ke Aston Villa, paro musim 2024—2025 lalu.
Tidak sekadar jadi “tempat penampungan”. Ferdinand percaya, Barca bisa mendapatkan banyak aspek positif dari performa Rashford. Demikian pula Rashford yang mempunyai celah untuk kembali jadi bagian skuad utama klub elite Eropa.
’’Dia (Rashford) harus masuk dan melakukan pergerakan berbeda dari penyerang Barca lainnya. Jadilah ancaman bagi lini belakang lawan. Lari, tembak, jangan terlalu banyak di dalam menggiring bola. Sebab, itu hanya akan menyulitkannya,’’ pesan Ferdinand.
Terlepas dari itu, Rashford akan jadi satu-satunya pemain dari negara non-Eropa dalam skuad Barca musim ini. Selain itu Rashford pun akan jadi pemain ke-10 yang bermain di Barca dan United. (YMP)