Anggota Komisi D DPRD Surabaya Abdul Malik saat mengunjungi Ibu Yanti, lansia 84 tahun,, Selasa (23/6). (Foto: Andra Jatmiko/kempalan.com).
SURABAYA-KEMPALAN: Momentum peringatan Bulan Bung Karno dimanfaatkan kader PDI Perjuangan untuk turun langsung menyerap aspirasi dan melihat kondisi masyarakat di berbagai wilayah Kota Surabaya.
Dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Abdul Malik mengunjungi seorang warga lanjut usia di kawasan Sidomulyo, Surabaya, yang membutuhkan perhatian sosial dan kesehatan.
Kunjungan tersebut dilakukan pada Selasa (23/6) di wilayah Sidomulyo. Dalam kesempatan itu, Malik bertemu dengan seorang perempuan lanjut usia bernama Ibu Yanti yang kini berusia 84 tahun dan tinggal seorang diri di rumahnya.
Menurut Malik, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen kader PDI Perjuangan untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam memperingati Bulan Bung Karno yang identik dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap rakyat kecil.
“Dalam momentum memperingati Hari Bung Karno, kami kader PDI Perjuangan turun langsung kepada masyarakat untuk melihat kondisi warga. Salah satunya kami menemukan seorang ibu sepuh berusia 84 tahun di Sidomulyo yang kondisi kesehatannya perlu mendapatkan perhatian,” ujar Malik.
Setelah kunjungan awal dilakukan, Malik bersama tim kembali mendatangi kediaman Ibu Yanti dengan membawa tenaga kesehatan guna memastikan kondisi kesehatannya secara langsung. Pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar kolesterol, hingga gula darah.
Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kesehatan Ibu Yanti secara umum masih dalam keadaan baik. Meski demikian, faktor usia membuat aktivitas sehari-hari menjadi semakin terbatas sehingga diperlukan dukungan fasilitas yang dapat menunjang mobilitasnya.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan pemeriksaan mulai dari tensi, kolesterol, dan gula darah, hasilnya baik. Namun ada beberapa kebutuhan yang beliau sampaikan agar bisa tetap beraktivitas dan menjalankan ibadah dengan nyaman,” kata Malik.
Salah satu harapan yang disampaikan Ibu Yanti adalah bantuan kursi roda. Permintaan tersebut dinilai penting mengingat usia lanjut yang membuat pergerakannya tidak lagi sekuat sebelumnya.
Menindaklanjuti kebutuhan tersebut, Malik berkoordinasi dengan pengurus RT, RW, serta pihak kelurahan untuk mengajukan permohonan bantuan kepada Dinas Sosial Kota Surabaya.
“Kami sudah berkoordinasi melalui RT, RW, dan kelurahan untuk mengajukan bantuan kursi roda ke Dinas Sosial agar dapat segera diintervensi dan dibantu,” ujarnya.
Malik menjelaskan bahwa Ibu Yanti saat ini berstatus janda. Meski memiliki beberapa anak, mereka tidak tinggal serumah karena sebagian berada di luar kota. Kondisi tersebut membuat Ibu Yanti menjalani kesehariannya secara mandiri.
Kendati demikian, semangat hidup yang ditunjukkan perempuan lansia tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi rombongan yang berkunjung. Di tengah keterbatasan fisik dan usia yang telah menginjak 84 tahun, Ibu Yanti tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan penuh optimisme.
Bahkan, menurut Malik, terdapat satu hal yang sangat menginspirasi dari sosok Ibu Yanti. Dalam perbincangan mereka, perempuan lansia tersebut mengaku hingga saat ini tidak pernah meninggalkan kewajiban salat.
“Beliau memiliki semangat yang sangat luar biasa. Bahkan beliau menyampaikan bahwa sampai detik ini belum pernah meninggalkan salat. Ini menjadi motivasi bagi kita semua,” tutur Malik.
Ia berharap keteladanan yang ditunjukkan Ibu Yanti dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tetap memiliki semangat hidup, menjaga kedisiplinan, serta istiqamah dalam menjalankan ibadah.
“Lebih-lebih bagi para pemuda dan pemudi, semangat hidup dan keteguhan beliau dalam menjaga ibadah patut menjadi teladan. Semoga nilai-nilai seperti ini terus hidup di tengah masyarakat,” pungkasnya. (Andra Jatmiko)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi