Kamis, 21 Mei 2026, pukul : 18:55 WIB
Surabaya
--°C

Sidoarjo Cetak Sejarah Raih Penghargaan Kearsipan Tertinggi ANRI, Sekolah dan Digitalisasi Guru Jadi Penentu

JAKARTA-KEMPALAN: Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sukses mengukir prestasi gemilang di pancak nasional dengan meraih penghargaan kearsipan tertinggi kategori “AA” (Sangat Memuaskan) dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Sidoarjo berhasil mencatatkan nilai nyaris sempurna sebesar 90,84, yang menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan tata kelola dokumen terbaik dan paling modern di Indonesia.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala ANRI, Dr. Mego Pinandito, kepada Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., dalam ajang Rakornas Kearsipan 2026 di Gedung ANRI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Bupati Subandi menegaskan bahwa pencapaian luar biasa ini bukan sekadar keberhasilan jajaran birokrasi di instansi dinas, melainkan hasil kerja keras kolektif seluruh lini, termasuk ekosistem pendidikan di Sidoarjo.

“Alhamdulillah, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, pemerintah desa, hingga satuan pendidikan dari TK, SD, hingga SMP negeri dan swasta di Sidoarjo telah mengelola kearsipan sesuai dengan regulasi,” ujar Subandi di sela acara penerimaan penghargaan.

BACA JUGA  Syaifuddin Zuhri: Surabaya Harus Jadi Kota yang Inklusif dan Kondusif

Menurutnya, kerapian dokumen adalah pondasi penting bagi transparansi, akuntabilitas, dan mutu pelayanan publik.

Dampak Nyata Digitalisasi bagi Guru: Beban Administrasi Berkurang

Transformasi kearsipan di Sidoarjo kini bergerak ke arah digitalisasi penuh. Bagi sektor pendidikan, migrasi ke sistem digital ini membawa dampak positif yang sangat signifikan bagi para guru di lapangan.

Melalui digitalisasi arsip, para guru tidak lagi dibebani oleh tumpukan berkas fisik yang rawan rusak atau hilang. Pengelolaan dokumen kepangkatan, sertifikasi, portofolio mengajar, hingga rapor siswa kini terintegrasi secara elektronik. Dampaknya, waktu yang sebelumnya habis untuk mengurus birokrasi kertas (paperwork) dapat dipangkas secara drastis. Guru kini memiliki waktu lebih banyak untuk fokus pada kualitas pembelajaran dan inovasi metode mengajar di kelas.

Didukung Data Kepuasan Layanan Diknas Sidoarjo

Sinergi antara tertib kearsipan dan digitalisasi ini tercermin nyata dari data internal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diknas) Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan laporan evaluasi performa mutakhir, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pada layanan pendidikan digital Sidoarjo melesat naik hingga menyentuh angka 98,84.

BACA JUGA  Kantongi SKT, Gerakan Rakyat Papua Tengah Resmi Terdaftar di Kanwil Kemenkum

Peningkatan drastis ini dipicu oleh optimalnya implementasi sistem pelayanan digital, bimbingan teknis berkala, serta penguatan kompetensi guru dalam memanfaatkan ekosistem digital sekolah.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Sidoarjo, Rudi Setiawan, menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin berpuas diri dengan predikat “AA”. Fokus utama ke depan adalah memperluas interkoneksi digitalisasi dokumen ke instansi pelayanan dan sekolah-sekolah satelit di pelosok daerah.

“Predikat AA ini mencerminkan konsistensi budaya tertib arsip yang nyata. Kami akan terus memperluas digitalisasi dan memastikan seluruh unit kerja mempertahankan standar minimum yang tinggi ini,” kata Rudi.

Dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, Pemkab Sidoarjo berkomitmen menjadikan keberhasilan ini sebagai batu loncatan untuk mempercepat reformasi birokrasi yang bersih, modern, dan transparan di semua lini kehidupan masyarakat. (Ambari Taufiq/M. Fasichullisan)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.