SURABAYA-KEMPALAN: Kementerian Pertahanan bersama Kodam V/Brawijaya memperketat penyaringan sumber daya manusia (SDM) sektor pertahanan melalui ujian komprehensif. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, S.E., bersama Kepala Staf Kodam V/Brawijaya, Brigadir Jenderal TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si., meninjau langsung pemeriksaan dan ujian Mental Ideologi (MI) tingkat Panitia Seleksi Lintas Daerah (Panselinda) Tahun Anggaran 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (20/5/2026). Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang penyiapan komponen pertahanan negara yang berintegritas tinggi.
Ujian krusial ini diikuti oleh 12.024 peserta seleksi Komponen Pendukung Pendayagunaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (SPPI KDKMP dan KNMP). Penyelenggaraan kegiatan berskala besar ini dipimpin langsung oleh Letnan Kolonel Arh Taufik Abubakar selaku Pabandya Pengamanan Sinteldam V/Brawijaya. Kehadiran para pejabat utama Kodam V/Brawijaya, termasuk Aspers Kasdam Kolonel Inf Tommy Radia Diansyah dan Asintel Kasdam Kolonel Inf Imam Wicaksono, menegaskan komitmen penuh TNI AD dalam mengawal akuntabilitas proses seleksi di daerah.
Proses seleksi diawali sejak fajar, di mana belasan ribu peserta memadati tribun stadion untuk registrasi administratif. Tahapan utama dimulai dengan tes tertulis Mental Ideologi guna membedah wawasan kebangsaan, karakter, serta loyalitas mutlak terhadap Pancasila dan UUD 1945. Selepas jeda istirahat, salat, dan makan, intensitas seleksi berlanjut pada tes tertulis Kesehatan Jiwa (Keswa) yang dibagi dalam dua sesi guna mengukur ketahanan psikologis peserta di bawah tekanan.

Letjen TNI Tri Budi Utomo beserta rombongan turun langsung ke tribun peserta guna memastikan transparansi dan standardisasi ujian. Peninjauan ini memastikan tidak ada celah bagi pelanggaran prosedur di tengah membludaknya jumlah peminat.
“Antusiasme peserta sangat tinggi. Dengan jumlah mencapai 12.024 orang, kami menerapkan sistem pengamanan dan pengaturan yang optimal guna mengeliminasi potensi gangguan teknis maupun keamanan selama proses seleksi,” ujar Brigjen TNI Zainul Bahar di sela-sela peninjauan.
Hingga seluruh rangkaian selesai, situasi di Stadion Gelora Bung Tomo dilaporkan tetap aman, tertib, dan kondusif.
Kasdam V/Brawijaya menegaskan bahwa seluruh proses berjalan linier dengan regulasi dan tahapan yang telah ditetapkan oleh panitia pusat.
Proyeksi Jangka Panjang Pertahanan
Di luar aspek seremonial, seleksi massal ini membawa misi vital bagi doktrin Pertahanan Total (Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta/Sishankamrata). Di tengah dinamika ancaman global yang bergeser ke arah perang hibrida dan infiltrasi ideologi radikal, penyaringan mental menjadi lini pertahanan pertama (first line of defense) nonmiliter.
Penyaringan ketat terhadap 12.024 pemuda ini bukan sekadar pemenuhan kuota organisasi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun benteng ideologis di dalam masyarakat. SDM yang lolos seleksi ini nantinya akan menjadi jangkar kesetiaan negara, penguat komponen cadangan/pendukung, serta agen literasi kebangsaan di lingkungan sipil. Melalui standardisasi uji MI dan Keswa yang objektif, Kementerian Pertahanan dan TNI sedang mencetak kader pertahanan yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki imunitas tinggi terhadap propaganda yang merongrong kedaulatan NKRI. (Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi