SURABAYA–KEMPALAN: Suasana khidmat nan religius menyelimuti Lobi Rektorat Unesa Kampus 2 Lidah Wetan pada Kamis, 19 Maret 2026. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan gema sholawat yang syahdu mengubah wajah gedung pusat pendidikan ini layaknya sebuah pengajian akbar yang penuh cahaya.
Dalam momentum mulia bulan Ramadan 1447 H, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menunjukkan kepedulian spiritualnya melalui agenda tahunan santunan kepada 1.000 anak yatim yang berasal dari 31 panti asuhan di seluruh Surabaya.
Ketua DWP Unesa, Ny. Endah Purnomowati Nurhasan, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk syukur dan upaya mengetuk pintu langit.
“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim yang hadir hari ini. Semoga mereka kelak bisa menjadi bagian dari Unesa, melanjutkan pendidikan, dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar sosok perempuan hebat di balik kesuksesan Rektor Unesa tersebut.
Acara yang berlangsung eksklusif ini tidak sekadar menjadi ajang berbagi materi, tetapi juga diisi dengan doa bersama untuk keberkahan lembaga. Harapannya, Unesa terus tumbuh menjadi ekosistem kampus yang akrab, harmonis, bermakna, dan berdampak bagi masyarakat luas.
Wakil Rektor Bidang Hukum, Ketatalaksanaan, Keuangan, Sumber Daya, dan Usaha, Prof. Dr. Bachtiar Syaiful Bachri, M.Pd., menegaskan bahwa agenda ini memiliki makna mendalam. Menurutnya, ini bukanlah sekadar seremonial rutin, melainkan wujud kepedulian spiritual dan kemanusiaan yang menjadi fondasi karakter di Unesa.
Apresiasi tinggi juga datang dari tamu undangan. Muhammad Aminin Al-Kahf, perwakilan dari Pesantren Ar-Riyadhoh Nurul Iman, memberikan komentar istimewanya terhadap kepedulian Unesa. Ia mengaku takjub dengan cara Unesa memuliakan anak yatim di tengah kesibukan akademik.
“Ini adalah keteladanan yang luar biasa dari sebuah institusi pendidikan. Unesa tidak hanya mencetak kaum intelektual, tetapi juga menunjukkan hati yang tulus dalam memuliakan anak-anak kesayangan Rasulullah SAW,” ungkapnya.
Dengan iringan doa dari seribu anak yatim, kegiatan ini ditutup dengan harapan agar Unesa senantiasa dijaga dalam kebaikan dan terus menjadi wasilah bagi kemajuan bangsa(Ambari Taufiq /M Fasichullisan) .

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi