Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 02:35 WIB
Surabaya
--°C

Lewat BIAS dan CKG, Pemkot Wujudkan Anak Surabaya Sehat

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya melaksanakan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan Cek Pemeriksaan Gratis (CKG) atau Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) secara serentak di seluruh sekolah di Surabaya.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan anak-anak dan mencegah berbagai penyakit menular serta kanker sejak dini.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani menyampaikan pesan kepada para orang tua agar tidak khawatir dengan program imunisasi ini. Ia menekankan bahwa imunisasi yang diberikan sudah terjamin aman dan telah melalui prosedur standar yang ketat.

“Ini adalah upaya kita bersama untuk menjaga kesehatan anak-anak kita. Insyaallah, ini aman,” kata wanita yang akrab disapa Bunda Rini ini, Selasa (12/8).

Petugas kesehatan akan melakukan skrining awal untuk memastikan kondisi kesehatan anak sebelum diberikan imunisasi. Jika ada anak yang sedang tidak sehat, imunisasi akan ditunda dan dijadwalkan ulang saat anak sudah pulih.

“Jadi, ketika anak ini dalam kondisi yang mungkin kurang sehat, tidak dipaksakan untuk bisa diimunisasi,” jelasnya.

Program BIAS tahun ini menargetkan imunisasi untuk anak sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), serta pemeriksaan kesehatan untuk anak usia PAUD hingga SMA. Untuk BIAS, menyasar anak kelas 1, 2, dan 5 SD/MI serta siswa perempuan kelas 9 SMP. 

Imunisasi Measles-Rubella (MR) diberikan kepada siswa kelas 1 untuk mencegah Campak dan Rubella. Sementara imunisasi Difteri-Tetanus (DT) diberikan pada siswa kelas 1, dan Tetanus-Difteri (Td) untuk siswa kelas 2 dan 5.

“Khusus untuk anak perempuan kelas 5 SD dan 9 SMP, diberikan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) untuk mencegah kanker leher rahim. Imunisasi ini diberikan secara gratis oleh pemerintah pusat, karena sebelumnya berbayar dan mahal,” jelasnya.

Selain imunisasi, program ini juga mencakup CKG bagi semua siswa, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi gula darah, tekanan darah, mata, dan gigi. “Kita antisipasi seminimal mungkin agar tidak menjadi lebih parah lagi,” ujar dia.

Bunda Rini melanjutkan, program ini melibatkan kolaborasi antara Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya. Setiap orang tua diminta mengisi formulir untuk mendeteksi potensi masalah kesehatan pada anak. Hal ini membantu tim medis untuk memberikan penanganan yang lebih spesifik dan tepat sasaran.

Pihak sekolah, termasuk sekolah swasta, juga diminta untuk aktif berpartisipasi dan melaporkan data imunisasi siswa kepada Dinkes dan Dispendik. Ini bertujuan untuk memastikan tidak ada anak yang terlewatkan dari program imunisasi penting.

“Imunisasi penting untuk daya tahan tubuh anak-anak sampai dia menjadi dewasa,” tegas Bunda Rini. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.