Merusak Lingkungan, Gus Fawait Tolak Tambang Emas di Silo Jember

waktu baca 2 menit
Muhammad Fawait yang akrab disapa Gus Fawait.

SURABAYA-KEMPALAN: Calon Bupati Jember Muhammad Fawait yang akrab disapa Gus Fawait akan berdiri terdepan bersama warga Silo Jember untuk menolak keberadaan tambang emas di wilayah tersebut.

“Kalau masyarakat dan Fraksi Gerindra DPRD di Jember menolak tambang galian A di Silo, maka saya bersama Pak Djoko (Gus Fawait-Djos) akan berdiri terdepan untuk menolaknya,” kata Gus Fawait, Selasa (29/10).

Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) ini mengatakan, sudah lama masyarakat di Silo Jember menolak keberadaan tambang emas tersebut. Salah satu alasan mengapa masyarakat menolak tambang adalah karena mereka sudah cukup puas dengan hasil kebun yang berlimpah.

“Mereka justru khawatir pertambangan dapat merusak lingkungan dan membuat mereka kehilangan mata pencarian,” kata politikus Partai Gerindra ini.

Ia lalu menjelaskan jika tambang emas tersebut dibiarkan bukan hanya kerusakan lingkungan, bahkan sumber mata air terbesar di wilayah itu untuk irigasi juga akan mati.

“Aktivitas pertambangan yang tidak mengindahkan keselamatan lingkungan telah lama menjadi momok mengerikan bagi masyarakat. Selain menyebabkan eskalasi konflik lahan, pertambangan juga mengakibatkan peningkatan bencana ekologis yang tidak bisa dibiarkan,” jelasnya.

Menurut Gus Fawait, di Kecamatan Silo Jember banyak potensi alam yang luar biasa. “Kalau saya ditakdirkan menjadi Bupati Jember, maka saya pastikan potensi alam yang ada bisa dimaksimalkan dengan cara menggelontorkan bantuan pupuk subsidi bagi petani padi, petani kopi, maupun petani komoditi lainnya yang ada di Silo Jember,” tandasnya.

Warga menolak tambang emas di Silo karena beberapa alasan. Di antaranya kerusakan lingkungan, ancaman bencana ekologis, ancaman pada pertanian, dan risiko eskalasi konflik lahan.

Selain itu, warga juga menolak tambang emas di Silo karena hasil bahtsul masa’il LBM NU Jember menyatakan bahwa penambangan emas di blok Silo haram hukumnya.

Perjuangan masyarakat Silo dikuatkan dengan Deklarasi Kyai Kampoeng Tolak Tambang, solidaritas bersama,.dan kepentingan yang sama, seperti kepentingan pemilik lahan yang ingin menjadikan tanahnya sebagai perkebunan. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *