Gus Sadad Ibaratkan Khofifah seperti Lagu “Pergi untuk Kembali”

waktu baca 3 menit
Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad (paling kanan) bersama Pj Gubernur Adhy Karyono, Khofifah Indar Parawansa, dan Emil Elestianto Dardak.

SURABAYA-KEMPALAN: Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad mengibaratkan Khofifah Indar Parawansa saat ini seperti lagu “Pergi untuk Kembali” yang dinyanyikan Marcello Tahitoe atau Ello.

“Jadi, Bu Khofifah tidak pergi selamanya. Tapi pergi untuk kembali lagi memimpin Jawa Timur,” kata Anwar Sadad dalam sambutannya ketika Sertijab Gubernur Jatim periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa kepada Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono di Gedung Negara Grahadi, Senin (18/2).

“Saya harus ngomong begini Bu, karena partai saya sudah merekom Ibu. Dan saya tidak punya hak untuk mencabut,” tegas Anwar Sadad.

Politikus yang akrab disapa Gus Sadad ini mengatakan, dia menyebut Khofifah sebagai Gubernur Jatim periode 2019-2024, karena tidak ada yang namanya bekas gubernur.

“Jadi ini hanya untuk menegaskan bahwa tidak ada bekas gubernur. Yang ada adalah gubernur periode tertentu,” tegas Gus Sadad yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Jatim.

Gus Sadad yang mengaku mewakili Forkopimda Jatim mengatakan bahwa selama ini menikmati bekerjasama dengan Khofifah dan Emil Elestianto Dardak.

“Karena terjalin satu harmoni, satu kesepakatan, serta mendesain satu perencanaan pembangunan yang kata Gus Ipul (Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf), 50 persennya kalau baik merupakan kunci keberhasilan,” katanya.

Dan ini, menurut Gus Sadad, adalah merupakan warisan yang ditinggalkan oleh gubernur dan wakil gubernur sebelumnya, yakni Pakde Karwo (Soekarwo) dan Gus Ipul.

“Setiap era pasti ada perbedaan. Dulu zaman Gus Ipul banyak becandanya. Paripurna pun becanda terus,” ungkap Gus Sadad.

Kendati  masing-masing punya ciri khas, namun ia yakin gubernur periode 2019-2024 pasti punya tantangan yang berbeda. “Tantangan paling berat, kita bisa melewati Covid-19, yang paling cepat tumbuh dan  kembali menjadi normal. Saya kira ini prestasi luar biasa yang ditorehkan Bu Khofifah dan Pak Emil Dardak,” ucapnya.

Selain itu, sangat banyak prestasi lainnya yang diraih, sehingga menurut Gus Sadad jumlahnya sampai tidak bisa dihitung.

“Ini menggambarkan bahwa selama lima tahun memimpin Jawa Timur, Bu Khofifah dan Pak Emir bekerja sangat serius untuk membangun Jawa Timur,” ungkapnya.

Yang membuatnya bangga, Khofifah tidak hanya menorehkan prestasi dalam bidang pembangunan, ekonomi, dan sebagainya. Bahkan, prestasinya di Pilpres pun menangnya di atas rata-rata.

Karena itu, di bawah kepemimpinan Pj Gubernur Adhy Karyono, Gus Sadad punya harapan besar. Apalagi sebelumnya Adhy kurang lebih sudah dua tahun menjabat Sekdaprov Jatim.

“Sudah kurang lebih dua tahun atau satu setengah tahun lebih kita¬† kerjasama. Saya kira Pak Adhy Karyono tahu apa yang harus dilakukan, tahu bagaimana menjaga prestasi Jawa Timur,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *