Lampard Akan Jalani Debut Sebagai Pelatih Interim, Pemain Chelsea ini Waswas

waktu baca 2 menit
Frank Lampard. (Foto: Goal.com)

WOLVERHAMPTON-KEMPALAN: Frank Lampard tiga tahun lalu didepak dengan kurang hormat dari Chelsea. Termasuk kabar yang menyebut ruang ganti Chelsea telah didominasi sosok-sosok pengharap kepergiannya.

Kebetulan, beberapa dari sosok-sosok yang diduga jadi ’’ular’’ di ruang gantinya pada masa itu masih bertahan di The Blues (julukan Chelsea) saat ini. Makanya, kontrak yang berakhir sampai akhir musim 2022—2023 ini bisa menjadi bak momen balas dendam Lampard bagi penentangnya ketika itu.

Dia bisa memulainya dengan menyusun komposisi pemain tanpa barisan pembencinya saat bertandang ke kandang Wolverhampton Wanderers di Molineux Stadium, Wolverhampton, Sabtu malam (8/4).

Salah satunya penjaga gawang Chelsea Kepa Arrizabalaga. Saat musim terakhir Lampard di Chelsea tiga tahun lalu, Kepa disebut termasuk satu dari beberapa pemain yang mengkritik kepeminpinan Frankie (sapaan akrab Lampard).

BACA JUGA: Chelsea Tunjuk Potter Gantikan Tuchel, Ulangi “Dosa” Lampard?

Seperti yang diungkapkan mantan penggawa Chelsea Mario Melchiot dalam wawancaranya dengan ESPN. Sekadar catatan, sepanjang era kepelatihan Graham Potter, Kepa yang selalu berdiri di bawah mistar gawang Chelsea. Bukan Edouard Mendy, kiper utama Chelsea pada era Lampard.

’’Anda pasti sudah membayangkan betapa sulitnya Kepa di ruang ganti. Anda sebelumnya pernah menguji pelatih Anda dan sekarang Anda harus duduk bersamanya. Ya Tuhan. Jika saya jadi Kepa, saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan,’’ ungkap Melchiot.

Selain Kepa, Jorginho juga pernah dengan terang-terangan mengkritisi Lampard di depan media. Bedanya, Jorgi (sapaan akrab Jorginho) sudah bukan lagi penggawa Chelsea. Jorgi di musim ini membela Arsenal.

Melchiot pun berharap situasi yang terjadi pada Kepa saat ini sebagai pembelajaran untuk siapa pun pemain-pemain sepak bola. Terutama yang berkaitan dengan menjaga hubungan dengan pelatihnya.

Kepa Arrizabalaga (kiri) dan Frank Lampard (kanan). (Foto: Goal.com)

’’Jangan pernah membicarakan pelatih Anda di depan umum. Lakukanlah langsung kepada orangnya. Tutup saja mulutmu karena Anda mungkin akan bertemu dengannya lagi di lain hari,’’ harap Melchiot.

Sebenarnya, Lampard sudah sering mendapatkan suara-suara nyinyir. Bukan hanya suara-suara dari pemainnya sendiri. Ataupun suara dari pemain klub lain. Salah satunya bomber Chelsea saat ini, Raheem Sterling.

Heemio (julukan Sterling) pernah mengkritisi Lampard termasuk dalam agenda sepak bola Inggris untuk melupakan pelatih-pelatih kulit hitam. Untungnya, Lampard masih menolerir ucapan Sterling tersebut. ’’Itulah salah satu kesenangan bekerja di sepak bola, ruang ganti, perjalanan tim, ataupun pembicaraan di tempat latihan. Saya jelas tidak akan mempermasalahkannya,’’ ungkapnya seperti dikutip dari laman Daily Mirror. (Yunita Mega Pratiwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *