Minggu, 19 April 2026, pukul : 05:14 WIB
Surabaya
--°C

Dukungan ke Anies Besar, Kawulo Mataram Tetap Selektif Rekrut Relawan

YOGYAKARTA–KEMPALAN: Masyarakat Yogyakarta menyambut gegap gempita kehadiran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Terutama ketika Anies mengisi ceramah Ramadhan di Masjid Kampus UGM Kamis malam. Ribuan jemaah membludak mendengarkan ceramah mantan Ketua Senat Mahasiswa UGM tersebut.

Relawan Anies Baswedan yang tergabung dalam Kawulo Mataram senang melihat besarnya sambutan warga. “Ya alhamdulillah senang sekali dengan adanya seperti itu,” jelas Koordinator Kawulo Mataram, Antok Listianto, kepada KBA News Sabtu, 9 April 2022.

Semua relawan Kawulo Mataram yang berasal dari beragam profesi ini, mulai dari tukang becak, kuli, pedagang, hingga politisi ini, juga turut hadir di masjid UGM tersebut.

Namun, sementara relawan lainnya menghadiri hampir semua semua kegiatan Anies selama di Yogyakarta, tidak demikian dengan Antok. Antok tidak bisa mengawal Anies shalat subuh pada Jumat di Masjid Jogokarian dan shalat Jumat di Masjid Gedhe Kauman.

Karena dia memiliki agenda mengisi kuliah subuh di Magelang dan pada siangnya menggelar pertemuan di Bantul untuk menginisiasi pembentukan relawan Kawulo Mataram.

“Baru inisiasi, mengumpulkan tiga puluh orang,” jelas Antok, yang juga seorang penceramah ini.

Sejauh ini, relawan Anies Kawulo Mataram sudah terbentuk di Gunung Kidul, Sleman dan Kota Yogyakarta sendiri.

Sementara Kulon Progo masih tahap proses pembentukan seperti Bantul.

“Kan enggak mudah mencari (relawan) yang loyal. Kalau cuma hore-hore saja, banyak. Tapi kalau yang mau aktif, bergerak, kan tidak mudah. Kita juga selektif,” tandasnya.

Dia tidak menampik dukungan masyarakat Yogya sangat besar ke Anies, seperti terlihat sambutan di Masjid UGM. Namun, mereka tetap selektif dalam mencari relawan.

“Ya insya Allah banyak. Tapi harus selektif. Kita tidak asal mau saja. Kita lihat latar belakangnya. Supaya ke depan tidak terjadi seperti yang sudah-sudah, orang-orang yang cuma, nuwun sewu, cuma dompleng nama. Kasihan Mas Anies menurut saya,” sambungnya.

Apalagi, yang hadir di masjid UGM kemarin kebanyakan dari kaum muda. Sementara yang mereka sasar adalah kalangan tua.

“Di UGM kemarin itu kan kebanyakan teman teman muda. (Sementara) kami yang sudah tua-tua, dengan komunitas-komunitas kami yang sudah ada, yang cenderung 50 (tahun) ke atas. Yang 50 ke bawah, biar adik-adik mahasiswa dan kawula mataram yang masih muda-muda (mendekatinya),” ujar pria berusia 52 tahun ini. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.