Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 15:06 WIB
Surabaya
--°C

Preman

OLEH: Adib Muzammil

KEMPALAN : Kata preman berasal dari Bahasa Belanda, Vrijman, artinya orang yang tidak terikat kontrak kerja. Dalam Bahasa Inggris istilah preman berasal dari kata Free Man artinya orang yang bebas. Penggunaan istilah ini pertamakali dikenal di Medan dimana pada saat itu kaum lelaki menolak untuk bekerja di perkebunan milik Belanda, alasannya mereka tidak mau diatur oleh penjajah. Dalam teks-teks akademis, istilah untuk preman yang sering digunakan antara lain adalah ‘gangster’, ‘bandit’, ‘mafia’, dan ‘kelompok kriminal terorganisasi’ (organized crime).

Sistem sosial dalam Islam sangat mementingkan keamanan, kesejahteraan dan nyawa seseorang dalam suatu masyarakat, bahkan menjadikannya sebagai salah satu tujuan dari syariat (maqashid al-syariah). Karenanya Islam melarang tindakan yang menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat, walau sekedar bercanda.

Seorang preman adalah anggota geng terorganisir Indonesia, yang mencakup penjahat tingkat jalanan hingga bos kejahatan. Preman sering dianggap negatif oleh masyarakat Indonesia karena diasosiasikan dengan kekerasan dan kriminalitas.

Preman atau premanisme adalah sebutan untuk sekelompok orang yang kerap mempraktikkan pemerasan terhadap orang lain. preman juga biasa disebut gangster apabila aktivitasnya dilakukan secara berkelompok dengan suatu geng atau organisasi kriminal tertentu.

Islam memandang perilaku premanisme sebagai perbuatan kerusakan di muka bumi dan menganggapnya sebagai dosa besar yang diancam hukuman yang sangat berat karena termasuk kejahatan hirabah (memerangi Allah dan Rosul-Nya). Premanisme merupakan sebutan pejorative yang sering digunakan untuk merujuk kepada kegiatan sekelompok orang yang mendapatkan penghasilannya terutama dari pemerasan kelompok masyarakat yang lain.

Premanisme dalam istilah Arabnya disebut al-balthajah yang artinya penggunaan kekerasan dan kekuatan untuk menakut-nakuti orang lain atau mengambil harta dan benda miliknya. Dalam fiqih jinayah istilah yang mendekati premanisme adalah Al-Munthalib, sedangkan perbuatannya Namanya Nahab atau Intihab.

Saat ini premanisme tidak hanya terjadi di satu bidang saja tapi sudah merambat ke sektor-sektor yang lain baik ekonomi sampai bidang politik. Faktor yang mendasari timbulnya permanisme itu antara lain adanya penerapan ideologi sekulerisme-kapitalisme. Paham ini memisahkan agama dari pengaturan kehidupan.

Ideologi sekulerisme menghendaki faktor keimanan untuk dinihilkan, sebab agama dianggap hanya sebagai pengatur ibadah ritual namun tidak diberi ruang untuk mengatur aspek-aspek kehidupan lainnya. Sedangkan keimanan dalam diri seseorang atau masyarakat merupakan kontrol diri paling kuat dalam berbuat.

Akibat sistem ekonomi kapitalis yang tidak mendistribusikan kekayaan secara merata dan adil menimbukan sulitnya lapangan pekerjaan. Tuntutan hidup dengan biaya sedemikian tinggi merupakan faktor lain yang menjadikan seseorang untuk terjun atau terpaksa melakukan premanisme.

Faktor ketiga adalah karena penegakan hukum yang masih lemah sehingga aparat dinilai tidak bentindak dengan tegas. Kesan pembiaran dan melindungi eksistensi kelompok preman terasa begitu kasat mata nampak terlihat terang benderang. Keadaan ini diperparah dengan sistem hukum yang tidak memberikan efek jera. Hukuman yang diberikan kepada preman yang tersandung masalah begitu ringan. Hidup di penjara mereka anggap sedang cuti kerja saja.

Dalam Al-Qur’an surat Al-Isra’ Ayat 7 mengatakan, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.” Seorang preman, tidak pernah menggunakan akal sehat ketika berhadapan dengan orang lain, namun senantiasa menggunakan hukum rimba dan otot alias menggunakan cara-cara illegal seperti ancaman, intimidasi dan kekerasan.

Seorang preman membutuhkan reputasi yang dibangun dari kekerasan demi kekerasan, ancaman demi ancaman dan perilaku illegal demi illegal lainnya. Sikap tahu aturan dan penuh penghormatan terhadap hak-hak orang lain dianggap sebagai noda dan cela dalam reputasi seorang preman.

Mendefinisikan karekteristik seorang preman, sejatinya bukan hanya seorang preman pasar yang dapat disebut melakukan aksi premanisme, namun juga dari golongan lainnya seperti, preman berdasi, preman yang bermobil mewah, preman berseragam polisi, hingga bentuk bentuk preman elit lainnya.

Motivasi kuat para individu untuk meraih keuntungan material ditambah faktor kultural dalam kelompok kriminal membuat bisnis preman mengakar kuat di tengah keseharian masyarakat. Kita tidak bisa melihat masalah premanisme ini secara sebagian-sebagian. Memerangi apalagi berniat memberantasnya, dibutuhkan niat yang bulat, perangkat yang lengkap dan kuat, tidak cukup sekedar bermodal nekad berani mati dan nyali yang tinggi. Ingat, seorang yang luarbiasa itu sederhana dalam ucapannya, tetapi hebat dalam tindakannya. (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.