Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 14:08 WIB
Surabaya
--°C

Quo Vadis, Politik Emak-Emak Jatim di 2024

OLEH: Surokim Abdus Salam
(Peneliti & Analis Data Politik SSC Dekan Fisib UTM)

KEMPALAN: Gawe Politik 2024 memang masih dua tahun lagi. Namun, waktu itu sesungguhnya tidak akan lama lagi jika dihubungkan dengan kebutuhan dan juga persiapan kontestasi. Apalagi hampir semua sektor mengalami perubahan signifikan hingga kita memasuki situasi yang disebut para ahli sebagai VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity and ambiguity). Situasi ini menjadikan politik 2024 masih dinamis, samar, dan belum terlihat akan berpihak kemana dan kepada siapa tuah faktor makro, meso, dan mikro politik. Semua pihak masih bisa ikhtiar dan berharap mendapatkan berkah momentum 2024 untuk bisa memenangkan persaingan elektoral.

Nampaknya jika melihat sektor makro, kontestasi dan konstelasi politik 2024 akan jauh lebih riuh, dinamis, dan kompetitif. Tidak saja karena kian kompleknya variabel perilaku pemilih, tetapi juga karena dinamisnya faktor teknis dan nonteknis dalam penyelenggaraan pemilu. Belum lagi faktor determinan seperti pandemi, teknologi informasi dan komunikasi serta perubahan lingkungan dan iklim selalu bisa menjadi faktor pengaruh kuat. Tarik ulur dan wacana seputar pemilu juga kian seru diproduksi dan mematik pro-kontra di ruang publik membuat situasi politik 2024 masih penuh ketidakjelasan dan cenderung mematik gaduh (crowded) berkelanjutan. Dalam situasi seperti itu maka hasil kontestasi politik 2024 salah satunya akan bergantung kepada kemampuan parpol, calon legislatif dan calon presiden/wakil presiden membaca berbagai kecenderungan dominan yang bisa memengaruhi perilaku memilih masyarakat voters arus bawah sehingga bisa menerapkan strategi yang pas untuk mendekati, memelihara dan menjaga suara mereka.

Power Suara Milenial, Emak-Emak,  dan Nahdliyin

Dinamika suara arus bawah tentu menjadi variabel utama dan penting dalam konteks pemilihan langsung 2024. Bagaimanapun hasil akhir pemilu amat sangat ditentukan oleh dinamika suara arus bawah yang memang menjadi majority voters dalam pemilu kita.

Memotret dinamika suara arus bawah Jawa Timur tidak bisa dilepaskan dari tiga ceruk suara arus bawah voters majority yaitu milenial, emak dan nahdliyin. Lembaga survey Surabaya Survey Center (SSC) melakukan survey politik yang bisa dijadikan bahan tracking, proyeksi, dan juga edukasi politik guna membaca konstelasi politik Jawa Timur 2024.

Kekuatan suara arus bawah milenial, emak-emak, dan nahdliyin di Jawa Timur tentu tidak bisa dianggap enteng dan juga diremehkan. Secara demografis dan psikografis tiga kekuatan suara ini menentukan dan sangat dominan.

Secara geopolitik dan kultural tiga kekuatan suara ini juga menjadi representasi suara dominan pemilih (voters) Jawa Timur. Siapa kandidat politik dan partai apa yang bisa mengambil ceruk ini bisa dipastikan akan mendapat dukungan kuat. Tidak main main kekuatan ceruk suara ini secara akumulatif bisa mencapai 78%.

Namun, tentu saja tidak mudah untuk memotret dan memahami perilaku memilih tiga kekuatan suara itu mengingat dinamika lingkungan yang berubah cepat.

Lembaga survey Surabaya Survey Center (SSC) melakukan survey dan memotret secara khusus fenomena the power of emak-emak Jawa Timur di awal 2022 dengan harapan bisa menangkap kecenderungan perilaku memilih warga jatim, khususnya segmen emak-emak yang selama ini dinilai sebagai pemilih loyal dan bisa diandalkan dalam pemilu. Survey yang diselenggarakan pada 1-10 Februari 2022 ini mengambil responden sebanyak 1070 emak-emak, margin eror plus minus 3%, dengan tingkat kepercayaan 95%. Survey kali ini menghasilkan banyak temuan menarik untuk dicermati tidak saja oleh parpol, tetapi juga para calon kandidat yang akan berlaga di 2024. Fenomena the power of emak-emak yang memberi riting kiri, tetapi belok kanan, apakah mungkin terjadi dalam konteks politik Jawa Timur? Bagaimana gelagat politik emak-emak di 2024?

Power of Emak Emak

Emak-emak sebagai diksi baru dalam politik discreening sebagai kelompok pemilih berusia 17 tahun ke atas, atau belum 17 tahun, tetapi sudah menikah, dan memiliki dan atau pernah memiliki anak serta bukan anggota TNI Polri aktif. Dari sebaran wilayah di ketahui distribusi responden Jawa Timur di wilayah Arek sebesar 28%, wilayah Mataraman sebesar 26,6%, wilayah Pandalungan sebesar 24%, wilayah Pantura Barat sebanyak 11,2% ,dan wilayah Madura sebanyak 10,2%. Adapun sebaran generasi emak-emak gen-z sebesar 2,4%,  emak emak gen-x sebesar 47,8%, emak emak gen-y sebesar 38,9%, dan emak emak gen-boomer sebesar 10,9%.

Realitas politik faktual menunjukkan bahwa emak emak telah menjadi kekuatan baru yang layak di perhitungkan dalam konstelasi politik elektoral 2024 karena beberapa hal di antaranya.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.