Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 15:06 WIB
Surabaya
--°C

Quo Vadis, Politik Emak-Emak Jatim di 2024

Jika pada pemilu sebelumnya emak-emak sekadar menjadi pemilih ikutan, saat ini seiring dengan literasi politik pengetahuan dan pengalaman politik yang didapatkan berubah menjadi pemilih semi independen dan bisa ikut memengaruhi voters di keluargnya.  Bahkan emak-emak mulai menujukkan relasi kuasanya kepada anggota keluarga dengan memanfaatkan gabungan antara soft dan hardpower yang biasanya sulit di tolak oleh anggota keluarga karena emak-emak memiliki kuasa kuat dalam kehidupan sehari-hari keluarga.
Apa jadinya kalau sampai emak-emak ngambek?? Bisa berabe semua urusan keluarga.

Hal itu juga yang bisa membuat bapak bapak dan anggota keluarga bertekuk lutut dihadapan kuasa emak-emak dalam konteks politik. Tentu saja — jika boleh berkelakar — pemilih bapak bapak tidak akan berani mengambil langkah ekstrim berseberangan dan melawan pilihan emak-emak karena sejatinya politik bagi mereka sekadar hanya candaan dan mainan sementara bagi emak-emak sudah menganggap itu sebagai hal serius hehehehe..

Tentu saja tidak sesederhana itu melihat the power of emak-emak kekinian. Dalam politik pasti jauh lebih kompleks. Tidak ada jalan lain kecuali terus mengenali kecenderungan perubahan suara itu jika ingin mendapat dukungan dari emak-emak. Sembari terus melihat tautan faktor makro, dan meso yang akan membawa kemana angin positif partai dan kandidat mendapat momentumnya. Palung suara dan potensi besar pemilih emak-emak ini dapat menjadi segmen politik tersendiri yang harus diperhatikan bagi politisi untuk dikelola sebagai target suara potensial.

Perilaku politik emak-emak yang saat ini cenderung lebih independen, tidak selalu linier dengan gejala-gejala politik pada umumnya, perlu disikapi oleh para politisi dengan strategi yang berbeda pula. Karakter emak-emak yang superior saat menghadapi masalah tertentu, bisa dijadikan political personal branding bagi politisi, sebagai upaya positioning pada pasar pemilih emak-emak ini. Selamat memahami preferensi politik emak-emak yang kian kompleks dan rumit. So, jangan lelah terus kenali dan pahami lebih dalam, jangan sampai riting kiri, emak-emak belok kanan di 2024. (*)
(Substansi materi yang sama di tulis oleh penulis di Opini Harian Bhirawa dengan judul Emak-Emak di Konstelasi Politik Jatim 2024)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.