Kamis, 21 Mei 2026, pukul : 12:41 WIB
Surabaya
--°C

Diduga Melanggar Aturan Finansial, City Terancam Sanksi Berat

MANCHESTER-KEMPALAN: Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Begitulah peribahasa yang tepat dialamatkan bagi klub juara bertahan Liga Primer Inggris Manchester City.

Setelah menelan kekalahan dalam lanjutan Liga Primer Inggris melawan Tottenham Hotspur 0-1 di Tottenham Hotspur Stadium, London, pada Senin dini hari WIB (6/2), City malah ketiban apes setelah terancam sanksi berat dari Premier League.

City didakwa melanggar laporan keuangan sebanyak 100 kasus lebih dari sembilan musim di antara 2009—2010 dan 2017—2018. City dianggap melakukan manipulasi laporan pendapatan klub. Termasuk pemasukan dari sponsor.

BACA JUGA: Arsenal Melesat di Awal Tahun, Saka: Berkat Manchester City

Tidak hanya itu. City selama periode tersebut juga didakwa mengakali nilai kontrak pelatih dan pemainnya. Ketiga pelatih City tersebut antara lain Roberto Mancini, Manuel Pellegrini, dan Pep Guardiola.

Seperti yang dikutip dari laman Premier League, City pun dianggap bersalah di dalam pelaporan Financial Fair Play (FFP) UEFA. City sempat dihukum berat. Setelah memenangi banding, City hanya harus membayar denda.

Laman The Independent menyebut, Premier League akan meneruskan penyelidikannya sampai musim 2022—2023 ini. Jika memang terbukti bertambah lagi kasus pelanggarannya, maka City berpeluang mendapat sanksi lebih berat.

Mulai dari pengurangan poin seperti yang sudah dialami Juventus di Liga Italia, pembatalan gelar juara yang didapatkan selama periode pelanggaran itu, sampai didegradasikan dari Liga Primer Inggris musim ini.

Potensi sanksi bagi City itulah yang sekaligus dapat melanggengkan jalan The Gunners (julukan Arsenal) memenangi Liga Primer Inggris musim ini. ’’Kami sangat terkejut dengan adanya kabar dugaan pelanggaran yang dialamatkan kepada kami,’’ sebut City dalam pernyataan resminya.

BACA JUGA: City Jadi Korban Ketujuh Pasukan Ten Hag

Sama seperti City, media-media Inggris juga mencium konspirasi sanksi ini untuk memberi jalan Arsenal. Apalagi adanya petinggi Arsenal Murray Rosen KC di dalam jajaran Komisi Independen untuk menangani dugaan pelanggaran City tersebut. City khawatir konspirasi itu benar adanya.

’’Kami menyambut dengan baik penanganan ini oleh Komisi Independen asalkan bisa mempertimbangkan secara tidak memihak pihak-pihak tertentu untuk mendukung posisinya,’’ tambah City dalam pernyataan resminya. (Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.