Menjadi kuda hitam sudah bukan peran yang asing lagi bagi Jepang yang tak pernah absen mengikuti Piala Dunia sejak tahun 1998. Piala Dunia 2018 adalah bukti betapa mengejutkannya Jepang. Melawan skuat emas Belgia di babak 16 besar, Jepang hampir saja lolos ke Perempat Final Piala Dunia andai Belgia tidak mencetak tiga gol di 20 menit sebelum laga usai. Kini nasib Belgia mengenaskan dan harus pulang lebih awal. Generasi emas empat tahun yang lalu seolah menjadi rongsokan.
Jepang ditangani oleh pelatih lokal Hajime Moriyasu dan diperkuat oleh banyak pemain yang bermain di klub top Eropa, termasuk di Jerman. Dua pemain Jepang yang mencetak gol ke gawang Jerman bermain untuk klub Bundesliga Jerman. Gol pertama Jepang dicetak oleh Ritsu Doan yang bermain untuk Freiburg. Lalu gol kedua sekaligus gol kemenangan Jepang dicetak oleh Takuma Asano yang bermain untuk Bochum.
BACA JUGA: Rambut Putih Belgia
Itulah kecerdikan Jepang, yang selalu bisa mengambi pelajaran dari Eropa dan kemudian memanfaatkannya untuk mengalahkan Eropa. Dalam perang militer dan ekonomi hal yang sama dilakukan Jepang. Para mahasiswa Jepang dikirim ke Eropa untuk mempelajari teknologi yang kemudian diadopsi untuk bersaing dengan Eropa.
Hajime Moriyasu ialah simbol Made in Japan yang sebenar-benarnya. Ia bukanlah nama lama di sepak bola Jepang. Sebelum menjadi juru taktik timnas Jepang di Piala Dunia 2022, Moriyasu beberapa kali menangani timnas muda Jepang.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi