Prof Dr Susan D. Calkins dan Dr Susan P. Keane dalam buku mereka berjudul: “Developmental Origins of Early Antisocial Behavior” (2009) mendefinisikan perilaku anti-sosial. Secara detil ilmiah.
Prof Calkins, guru besar Fakultas Psikologi, University of North Carolina di Greensboro, Amerika Serikat. Sedangkan Dr Keane dosen psikologi di universitas tersebut.Mereka menyusun buku tersebut.
Mereka menyebut di buku itu, anti-sosial adalah suatu stereotipe karakter individu. Hasilnya berbentuk tindakan yang merugikan orang lain.
BACA JUGA: Drama Tragedi Bantai Anak-Isteri di Depok
Individu anti-sosial melanggar hak-hak dasar orang lain. Individu anti-sosial tidak punya empati sosial, atau tidak mau tahu perasaan orang lain. Terpenting, keinginan si individu terpenuhi.
Bentuk perilaku anti-sosial, beragam. Tanpa sebab, menyerang orang secara disengaja. Permusuhan terselubung, juga terang-terangan.
Perilaku antisosial berkembang sejak masa kanak-kanak dalam keluarga. Ini terus menerus mempengaruhi temperamen anak, terkait kemampuan kognitif dan keterlibatan mereka dengan teman sebaya yang selalu negatif.
Dari paparan buku tersebut, jelas individu anti-sosial adalah negatif. Cenderung sakit jiwa. Bukan jenis orang yang enggan bergaul. Melainkan, lebih dekat ke kejahatan.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi