Menurut D, pernikahan mereka dikaruniai anak satu. Semula, anak dibawa suami sejak pisah meninggalkan rumah, setelah Lebaran 2022. Kemudian, sebulan lalu, D bersama rombongan keluarga mengambil anak itu di tempat kos F.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno kepada pers, Senin, 7 November 2022 mengatakan, sudah ada laporan penusukan itu. “Motifnya, suami-isteri sudah pisahan, rebutan anak.”
Sampai Selasa, 8 November 2022 pelaku masih dikejar polisi. Di tempat kos, tidak ditemukan. “Tapi, kami sudah tahu titik-titik pelariannya,” ujar Yogen.
BACA JUGA: Rusuh di Konser NCT, Bukan Karena Bom
KDRT terjadi di mana-mana, dengan berbagai cara. Rata-rata pelakunya pria terhadap pasangan wanita, baik isteri atau pacar. Mengapa begitu marak?
Banyak teori menjelaskan KDRT. Teori lama menyebutkan, pelaku emosional, lalu kehilangan kontrol. Akhirnya menganiaya.
Untuk KDRT direncanakan, pelaku sengaja mabuk dulu. Supaya tega menyiksa isteri.
Itu disebut Teori Hilang Kendali. Digunakan terapis pada tahun 1980-an di negara-negara Barat. Tapi kemudian teori itu terbantahkan.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi