Kamis, 11 Juni 2026, pukul : 23:20 WIB
Surabaya
--°C

Habib Rizieq Menjemput Takdir

Episode penuh warna dan gejolak itu direkam dengan baik oleh Ady Amar dalam buku ini. Ady Amar, seorang kolumnis yang tekun, mencatat berbagai peristiwa penting dalam rentang waktu dua tahun itu dan merangkumnya menjadi sebuah konstruksi peristiwa yang utuh dan saling berkaitan.

Ady Amar menyebut periode dua tahun itu sebagai ‘’Episode Gapai Keadilan Habib Rizieq Shihab’’ seperti yang tergambar pada subjudul buku.

Buku ini berjudul lengkap ‘’Tuhan Tidak Diam: Episode Gapai Keadilan Habib Rizieq Shihab’’. Ady Amar selalu cermat dalam memilih diksi dan teliti dalam membuat narasi. Pemilihan narasi ‘’Tuhan Tidak Diam’’ sebagai judul utama menyiratkan makna kepasrahan dalam tawakal, tetapi juga ada harapan akan hadirnya campur tangan Tuhan.

BACA JUGA  Indonesia Menyerah Tiga Set Langsung dari Kazakhstan di AVC Cup 2026

BACA JUGA: Baliho Habib Rizieq yang Dicopoti Penuh Amarah Itu pun Bawa “Berkah”

Dalam tradisi Jawa ada ungkapan ‘’Gusti Allah Mboten Sare’’, Tuhan tidak tidur. Ungkapan ini menunjukkan sifat khas orang Jawa yang ‘’sumeleh’’ (pasrah) dan nerima ing pandum (menerima takdir). Ada nuansa kepasrahan pasif pada filosofi Jawa itu. Ady Amar mengadopsi idiom itu dan mengubahnya menjadi ‘’Tuhan Tidak Diam’’. Dari situ tersirat bahwa ketidakadilan dan kezaliman tidak akan berlalu tanpa perhitungan, karena diyakini akan ada campur tangan Tuhan (divine intervention) yang akan turun.

Episode gapai keadilan ini menjadi rangkaian transformasi atau metamorfosis gerakan dakwah HRS bersama organisasi dakwah FPI, sejak organisasi itu bernama Front Pembela Islam, kemudian dibubarkan secara paksa, dan bertransformasi menjadi Front Persaudaraan Islam.

BACA JUGA  Tanda NPD Lagi Akting
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.