Kamis, 11 Juni 2026, pukul : 22:20 WIB
Surabaya
--°C

Habib Rizieq Menjemput Takdir

Pada awalnya FPI menjadi organisasi dakwah yang lebih fokus pada dakwah ‘’nahi munkar’’, mencegah praktik dan perbuatan maksiat. Karena itu FPI kemudian diframing sebagai organisasi yang lebih banyak melakukan sweeping ke tempat-tempat maksiat dan melakukan kekerasan yang menimbulkan kerusakan fisik.

FPI melakukan transformasi dengan cepat. Fokus dakwah bertambah dari nahi munkar menjadi menebar kemaslahatan dengan terjun ke lokasi bencana untuk membantu para korban. Salah satu momen paling fenomenal adalah ketika terjadi tsunami Aceh pada 2004. Sebelum relawan lain muncul di daerah bencana, pasukan FPI sudah terlebih dahulu datang dengan peralatan lengkap untuk membantu korban bencana. HRS memimpin langsung operasi penyelamatan kemanusiaan itu dengan terjun langsung ke lokasi bencana.

BACA JUGA  Sisi 'Gila' Hot Moms Ponorogo Jinakkan Aksara Cemas Lewat Seni Tarung Premium

Operasi kemanusiaan yang sama dilakukan oleh FPI ketika terjadi bencana di berbagai daerah. Hal ini menandai transformasi mendasar pada gerakan FPI. Organisasi ini semakin mendapatkan dukungan yang luas dari publik. HRS sebagai orang nomor satu di FPI mendapatkan pengakuan yang luas dari masyarakat.

BACA JUGA: Pembebasan Habib Rizieq Shihab, Akankah Petamburan Berbinar Kembali

Pengaruh HRS yang semakin besar ini menjadi ancaman bagi rezim. Berbagai upaya untuk menjatuhkan HRS pun bermunculan. HRS kemudian memutuskan untuk melakukan uzlah ke Arab Saudi dan menjalani hidup sebagai eksil.

HRS ialah manusia gerakan yang tidak bisa jauh dari umat. Tiga setengah tahun menjalani eksil, HRS memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Sebuah pilihan yang berisiko, tetapi HRS sudah bertekad untuk menempuhnya. Ady Amar menyebut momentum HRS kembali ke Indonesia sebagai momentum ‘’Habib Rizieq Menuju Takdirnya’’ (halaman 3-7).

BACA JUGA  Bulan Bung Karno 2026, Ratusan Anak Muda Surabaya Belajar Sejarah Lewat Soekarno Trip

Sejak pulang kembali ke Indonesia hidup HRS tidak pernah sama seperti sebelumnya. Ia menjadi disiden politik yang paling diawasi, dan keselamatannya menjadi pertaruhan. Tetapi HRS sudah memilih takdirnya seperti digambarkan pada tulisan ‘’Takdir Memilihnya sebagai Martir’’ (halaman 32-35). Enam pengawal HRS tewas disiksa dan dibunuh, tetapi peristiwa itu berlalu begitu saja tanpa ada pengadilan yang jujur.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.