Kamis, 2 Juli 2026, pukul : 14:45 WIB
Surabaya
--°C

Habib Rizieq Menjemput Takdir

Buku Ady Amar ini mengisi kekosongan itu. Ady Amar menulisnya seperti rangkaian laporan jurnalistik yang sambung-menyambung menjadi episode sejarah yang utuh. Buku ini akan menjadi bagian dari draf sejarah yang penting dalam salah satu episode krusial sejarah Indonesia menuju perubahan.

BACA JUGA: Tak Tumbang Dicerca, Tak Terbang Dipuja, Anies Baswedan dan Kerja-kerja Terukurnya

HRS tidak berhenti. Ia tidak bisa dihentikan. Ia hanya bersandar dan berteduh sejenak untuk bergerak lagi. Seperti diungkap Ahmad Sastra pada epilog: ‘’Terkadang, para pejuang dakwah butuh pohon untuk sekadar bersandar dan berteduh, berhenti sejenak untuk mengatur langkah dan menarik nafas dalam-dalam untuk kembali berlari’’.

Itulah HRS. Ia rehat sejenak, bersandar sejenak. Ia segera berlari lagi memimpin gerakan menuju perubahan. (*)

BACA JUGA  Empat Belas Tahun Berdampingan dengan NPD: Luka yang Menempa Jiwa

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.