Menu

Mode Gelap

kempalanggun · 29 Agu 2021 16:20 WIB ·

Tak Tumbang Dicerca, Tak Terbang Dipuja, Anies Baswedan dan Kerja-kerja Terukurnya


					Tak Tumbang Dicerca, Tak Terbang Dipuja, karya Ady Amar. Perbesar

Tak Tumbang Dicerca, Tak Terbang Dipuja, karya Ady Amar.

Judul Buku: Tak Tumbang Dicerca, Tak Terbang Dipuja, Anies Baswedan dan Kerja-kerja Terukurnya
Penulis: Ady Amar
Jumlah Halaman: 263 Halaman
Penerbit: Ikon Teralitera (2021)

KEMPALAN: Saya selalu mengikuti tulisan-tulisan Ady Amar yang tersebar di berbagai media, karena tulisannya selalu menarik dan disajikan dengan bahasa yang sederhana dan mengalir.

Pemahaman khazanah dan referensinya yang luas membuat tulisan-tulisan Ady Amar selalu bernas dan menyegarkan intelektualitas.

Satu lagi kelebihan Ady Amar adalah konsistensinya dalam menulis. Bagi Ady Amar, tidak ada hari tanpa menulis. Karena itu tulisannya selalu segar dan aktual.

Idealisme yang tangguh dan keberpihakannya yang kokoh terhadap kebenaran membuat tulisan-tulisan Ady Amar berbobot dan bertenaga, meskipun disajikan secara ringan.

Idealisme dan keberpihakannya kepada akal sehat itu tercermin dalam berbagai tulisan Ady Amar  mengenai Anies Baswedan.

Dari tulisan-tulisan itu tergambar bahwa Ady Amar adalah seorang staunch supporter terhadap kebenaran dan keadilan. Dia tidak mendukung Anies Baswedan secara membabi buta. Ady menunjukkan pembelaannya  dengan logika dan argumen yang jernih dan sederhana, tetapi masuk di akal sehat.

Ady Amar kerap mencabar para buzzer yang menjadi bulwark dan bulldog kekuasaan yang zalim. Ady melakukannya tanpa menyalak garang. Ia seperti pendekar dengan jurus maut “crouching tiger hidden dragon“, macan yang merunduk dan naga yang bersembunyi, menggunakan logika dan argumen untuk melakukan serangan balik yang mematikan.

Membaca tulisan-tulisan Ady Amar adalah sebuah penjelajahan yang menyegarkan dan petualangan yang  mencerahkan. —Dhimam Abror

Membela Fakta, Bukan Figur

Ady Amar, sahabat saya yang satu ini, menurut saya termasuk penulis produktif di era digitalisasi kini.
Tulisan-tulisannya tertuang dalam opini kolom di berbagai media online yang ada.

Ia cepat merespon berbagai isu yang sedang berkembang dengan pernyataan-pernyataan yang bernas tanpa bertele-tele. Pilihan kata dan diksi yang tepat telah mendeskripsikan fakta objektif yang berkembang.

Ia sering menyoroti pelbagai persoalan sosial-politik dengan takaran moral agama dan norma hukum. Yang saya fahami adalah Ady Amar seringkali membela fakta kebenaran ketimbang figur ketokohan. Membela logika ketimbang retorika.

Karena itu dalam serangkaian tulisannya tentang Anies Baswedan misalnya–ia membela pikiran-pikirannya secara objektif  bukan sosoknya, dalam perspektif haq dan batil. Ia juga punya critical record terhadap tokoh-tokoh lain meskipun dikaguminya.

Profesinya sebagai penulis opini  dimanfaatkan untuk menyoroti ketimpangan sosial. Harapan saya semoga pikiran-pikiran Saudara Ady Amar ini bisa terus memberikan manfaat bagi para pembaca dan follower-nya. —Prof. HM Baharun

Bagaikan Menyaksikan Meteor

Tulisan-tulisan Mas Ady Amar itu laksana meteor di langit biru. Kemunculannya sangat cepat. Cemerlang. Menakjubkan.

Sangat cepat karena muncul ketika masalah yang disoroti sedang hits-hitsnya menjadi perbincangan publik. Menunjukkan penulisnya selalu up date. Cepat dan akurat menangkap persoalan. Kemudian menghujamkan pada titik kesimpulan.

Sebagai penulis, saya sering tersentak. Saat saya masih cari-cari bahan untuk menulis sekitar masalah yang sama, tulisan Mas Ady Amar sudah muncul. Istilah orang Jawa, dia kaci.

Cemerlang karena tulisannya merupakan refleksi pemikiran yang brilian. Logikanya sangat kuat. Sampai-sampai saya bertanya, di mana dia belajar ilmu mantik? Siapa gurunya. Kayaknya sih dia belajar ilmu mantik dengan referensi kitab kuning dikombinasi buku-buku modern. (Saya kok jadi sok tahu bingit, hahaha).

Tentu saja tulisan-tulisannya menakjubkan. Memberi dampak pencerahan yang gamblang. Menyadarkan bahwa di antara bintang yang memilih terdiam, masih ada yang bergerak cemerlang. —Anwar Hudijono. (*)

Artikel ini telah dibaca 164 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Bangkitkan Wisata dan Ekonomi, Khofifah Ajak Finalis Raka-Raki Kendalikan Covid-19

27 Oktober 2021 - 11:26 WIB

Peran Wanita Sangat Besar, Ketua DPD Ajak BM IWI Dukung Perbaikan Bangsa

27 Oktober 2021 - 11:16 WIB

Sambut Perayaan 1 Abad, PSHT Minta Dukungan Ketua DPD RI

26 Oktober 2021 - 05:41 WIB

Pengabdian Tulus Bidan Eros untuk Suku Baduy Diapresiasi Ketua DPD RI

25 Oktober 2021 - 18:27 WIB

Ketua DPD RI Bicara Pentingnya Koreksi Arah Perjalanan Bangsa

25 Oktober 2021 - 05:50 WIB

PWI Jatim Jadwalkan Pemilihan Ketua Baru pada 17 November 2021

24 Oktober 2021 - 17:13 WIB

Trending di kempalanggun