Jumat, 24 April 2026, pukul : 11:15 WIB
Surabaya
--°C

Ahok Menggusur, Anies Membangun: Kampung Akuarium Riwayatmu Kini

KEMPALAN: Lima tahun lalu, di Kampung Akuarium, hanya ada penderitaan, tangis dan air mata. Saat itu penggusuran dilakukan. Kampung Akuarium diratakan dengan tanah. Buldozer bekerja dengan beringas, dan dengan backup tidak cukup Satpol PP, tapi juga Polisi dan TNI.

Tangis perempuan dan anak-anak kecil seperti bersahutan di sana-sini. Tangisan mereka tidak mampu menghentikan alat-alat berat itu bekerja meluluhlantakkan rumah-rumah mereka yang relatif sederhana. Kebijakan atas nama pembangunan, itu seolah abai melihat nasib manusia kecil di Kampung Akuarium.

Kebijakan Gubernur DKI Jakarta kala itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pastilah diingat dalam rekam benak publik, setidaknya masyarakat Kampung Akuarium yang tergusur, sebagai gubernur tukang gusur, yang tanpa mampu mencari solusi kebaikan bersama.

Ahok tidak mampu melihat Kampung Akuariim dalam sejarah kota Jakarta. Ia cuma melihat kumuh, dan harus digusur-dihancurkan. Mustahil mampu pula melihat dan memikirkan, mau kemana mereka yang tergusur itu.

Sewenang-wenang atas nama kebijakan, itu laku pemimpin negeri yang cuma mampu mendongakkan kepala, mustahil mampu menyibak filosofi sila-sila Pancasila. Pemimpin jumawa yang cuma ngandalkan jabatan jadi segalanya.

Perlakuan terhadap penduduk Kampung Akuarium kala itu, tentu membekas pada setidaknya anak-anak yang tumbuh di tenda-tenda penampungan. Mereka sepertinya bukan hidup di negeri sendiri.

Negeri yang sudah berumur 71 tahun, kala penggusuran itu terjadi, seperti negeri belum merdeka. Hidup dipenampungan, yang dipenuhi tenda-tenda, tentu tidak nyaman. Tapi kebijakan jahat membuat pemilik negeri seperti mereka itu terzalimi.

Kasus Kampung Akuarium semoga akhir dari kebijakan jahat di negeri ini, yang hanya mementingkan keindahan kota semata, meski harus mengubur hidup-hidup manusia dalam kesulitan.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Ikhtiar Melunasi Janji Kemerdekaan

Anies bukan pihak yang menggusur, tapi sikap bijaknya menjadikan ia ketiban sampur (unexpected task), yang tidak saja ikut memikirkan, tapi mencoba mencari jalan keluar yang manusiawi. Anies bekerja dalam sunyi untuk mewujudkan rumah layak huni, yang tetap menghadirkan keindahan buat lingkungan sekitar.

Bentuknya dipilih tetap model kampung, tapi susun keatas, lalu dinamakan Kampung Susun Akuarium. Dan tepat tanggal 17 Agustus 2021, saat Indonesia berumur 76 tahun, Anies Baswedan meresmikan Kampung Susun Akuarium. Baru dua blok yang selesai, dari lima blok yang direncanakan pembangunannya, yang tidak lama lagi bisa dihuni oleh sekitar 107 kepala keluarga. Dan tiga blok lainnya dimungkinkan sudah dapat diselesaikan akhir tahun ini, yang total hunian kesemuanya akan berjumlah 241 unit. Alhamdulillah.

Anies Baswedan dalam sambutan peresmian itu menyebut, selesainya sebagian pembangunan Kampung Susun Akuarium ini sebagai bentuk ikhtiar untuk melunasi janji kemerdekaan.

Jelasnya, bahwa di wilayah Pasar Ikan, tempat di mana bangunan Kampung Susun Akuarium berada, adalah tempat bertemunya dua proklamator Soekarno-Hatta, saat mereka kembali dari pembuangan di luar Jawa. Tidak banyak yang tahu soal sejarah itu. Apalagi yang hobi gusur pastilah tidak tahu, kecuali hanya tahu ilmu gusur dan gusur… cuan dan cuan… sebatas itu saja.

Lahan seluas 10.575 meter persegi, di Jalan Pasar Ikan, Kelurahan/Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, itu punya nilai sejarah, yang mustahil dilupakan. Pantaslah jika Anies menyebutnya sebagai bentuk ikhtiar untuk melunasi janji kemerdekaan. Jelasnya, bahwa di wilayah Pasar Ikan, yang menjadi lokasi berdirinya Kampung Susun Akuarium, memiliki nilai historis.

“Di kampung ini, kita lunasi janji kemerdekaan yang dirumuskan lewat kampung ini, kita semua mewujudkan sila kelima dari Pancasila, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Lewat kolaborasi di sini, kita mewujudkan identitas masyarakat Indonesia, yakni gotong royong,” kata Anies.

Saat bertemu dengan anak-anak seumuran SD dan SMP di lokasi itu, Anies menyapanya. Keluar dari mulutnya, “Inilah wajah anak-anak pemilik masa depan.”

Tangkap layar akun Instagram resmi Anies Baswedan (@aniesbaswedan).

Menurut Gubernur santun bijak ini, “Dalam memori anak-anak itu, mungkin masih membekas kenangan ketika mereka harus tinggal di tenda. Memori kelam itu kelak akan berganti dengan masa ketika anak-anak tersebut tinggal di Kampung Susun Akuarium berwajah baru, bersama keluarganya. Mereka punya pengalaman masa kecil yang mencerminkan perjuangan dan amanat penderitaan masyarakat di Kampung Akuarium.”

Ada kalimat menarik dan berkelas dari sambutan Pak Goodbener, yang jarang bisa hadir dari pemimpin biasa, dan itu tentang perhatian pada masa depan anak-anak:

“Pastikan, Bapak-Ibu yang hadir di sini. Didik anak-anak ini dengan baik. Tinggikan mimpi mereka… Mereka harus bersekolah dengan baik. Sehingga nanti bisa memiliki masa depan yang jauh lebih tinggi daripada mimpi yang mereka miliki sekarang.”

Darmadiyani, warga dan koordinator Kampung Akuarium, menyampaikan rasa terima kasih pada Gubernur Anies Baswedan dan jajaran Pemprov DKI Jakarta, yang telah mewujudkan mimpi warga untuk memiliki hunian yang layak…

Anies memang pemimpin keren abis, ia bukan cuma pandai umbar janji, dan lalu menguap dusta. Tapi mampu membangun, mewujudkan mimpi warganya jadi nyata… Subhanallah. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.