Jumat, 24 April 2026, pukul : 06:25 WIB
Surabaya
--°C

Dewan Kebudayaan Surabaya 2026-2029 Siap Bekerja, Menanti Pelantikan Resmi

KEMPALAN — Surat Keputusan (SK) pembentukan Dewan Kebudayaan Surabaya (DKeb) telah resmi diteken Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Menyusul terbitnya SK tersebut, seluruh anggota DKeb berharap proses pelantikan dapat segera dilakukan, idealnya sebelum wali kota menunaikan ibadah haji, agar lembaga ini bisa langsung bekerja menjalankan mandatnya.

Dengan dilantiknya 13 anggota DKeb, keabsahan lembaga beserta perangkatnya akan menjadi sempurna. “Ibarat bayi yang baru lahir, selain ditandai dengan terbitnya akta kelahiran juga perlu dilakukan  selamatan sebagai ungkapan rasa syukur,” tutur Ris Handono, salah seorang anggota yang berprofesi sebagai broadcaster RRI Surabaya.

Pengesahan secara sempurna ini penting agar DKeb segera berperan aktif sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, khususnya dalam membantu Pemerintah Kota Surabaya merumuskan kebijakan strategis untuk mengembangkan potensi budaya masyarakat Kota Pahlawan.

Pembentukan DKeb sendiri diperkuat melalui SK Nomor 100.3.3.3/95/436.1.2/2026 tertanggal 10 April 2026.

DKeb yang bertugas selama tiga tahun atau periode 2026-2029 diketuai oleh Heti Palestina Yunani dan Probo Darono Yakti sebagai sekretaris.

Selanjutnya tugas DKeb terbagi dalam dua bidang. Bidang Kuratorial beranggotakan Heti, Heri Prasetyo, Sekar Alit, Rokim Dakas, Yogi Ishabib, dan Dhany Nartawan.

Bidang Penelitian dan Kebijakan beranggotakan Probo, Heroe Budiarto, Rojil Nugroho, Achmad Zaki Yamani, Jarmani, Bagus Heri Setiadji dan Ris Handono.

Kehadiran lembaga ini telah lama dinantikan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjawab tantangan pemajuan kebudayaan di tengah dinamika perkembangan kota.

“Keberadaannya sangat urgent untuk menjawab tantangan Surabaya yang makin besar ke depan,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi.

Proses pembentukan DKeb dilakukan melalui Musyawarah Kebudayaan Surabaya yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Tahapan seleksi dijalankan oleh panitia resmi yang ditunjuk wali kota. Pelaksana Tugas Kepala Disbudporapar Surabaya, Hery Purwadi, menyebut proses tersebut menjadi penanda era baru dalam tata kelola kebudayaan di Surabaya.

“Kelahiran lembaga ini melibatkan banyak pihak melalui musyawarah yang terbuka,” katanya.

Berbeda dari sebelumnya, DKeb kini tidak lagi berperan sebagai pelaksana program, melainkan sebagai mitra strategis pemerintah yang berfokus pada perumusan kebijakan, pemantauan, serta evaluasi implementasi kebijakan kebudayaan.

Paradigma baru ini juga mendorong DKeb untuk melihat kebudayaan secara lebih luas, tidak hanya terbatas pada kesenian, tetapi juga mencakup keseluruhan objek pemajuan kebudayaan.

Komunikasi dan Kolaborasi

Pemerintah Kota Surabaya berharap keberadaan DKeb dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, bukan sekadar pelengkap institusional.

Lembaga ini diharapkan mampu menjalankan amanat undang-undang dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam ekosistem kebudayaan.

Hery Purwadi menyambut baik terbentuknya DKeb dan optimistis percepatan program pemajuan kebudayaan akan semakin terakselerasi melalui kolaborasi yang kuat.

Acara pertemuan perdana sejak pembentukan Dewan Kebudayaan berlangsung di  di kantor Disbuporapar, Gedung Siola Kamis, 23 April 2026, siang.

Hery Purwadi berharap para punggawa DKeb bisa menjalin keharmonisan melalui komunikasi yang konstruktif serta kolaborasi secara produktif.

Sementara Heti Palestina Yunani menekankan pentingnya kepercayaan dari pemerintah agar DKeb dapat menjalankan fungsinya secara optimal.

“Kami berharap bisa ditempatkan secara tepat sebagai mitra strategis dalam ekosistem kebudayaan,” ujar jurnalis tersebut.

Ia menambahkan, dengan cakupan tugas yang luas, DKeb membutuhkan sinergi erat dengan pemerintah dan masyarakat.

Selain itu, lembaga ini diharapkan menjadi penghubung efektif antara pemerintah dengan komunitas, pelaku, dan penggerak seni budaya.

“Kami akan membantu merumuskan program yang benar-benar menyentuh kepentingan publik, sehingga peran DKeb menjadi konkret, efisien, dan produktif,” tegas Heti.

Dengan segera dilantiknya anggota DKeb, harapan besar pun mengemuka: agar Surabaya memasuki babak baru pemajuan kebudayaan yang lebih terarah, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Reportase:
Rokimdakas

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.