Senin, 11 Mei 2026, pukul : 00:32 WIB
Surabaya
--°C

Anies Apresiasi Kolaborasi Masyarakat dalam Penamaan Fasilitas Publik di Pantai Kita dan Pantai Maju

JAKARTA UTARA-KEMPALAN: Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan meresmikan nama jalan, bundaran, jembatan dan akses gratis di Pantai Kita dan Pantai Maju, di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Senin (21/2). Peresmian tersebut dilaksanakan di Jalasena (Jalur Jalan Sehat dan Sepeda Santai) yang merupakan ruang ketiga dengan jalur sepeda yang mengelilingi Pantai Maju.

Dalam peresmian tersebut, Gubernur Anies menyampaikan, kegiatan peresmian tersebut sebagai penanda bahwa semangat kolaborasi telah diupayakan di Jakarta dalam setiap pekerjaan pemerintah untuk masyarakat. Maka, penetapan penamaan jalan umum dengan melibatkan masyarakat, telah memantik antusiasme tersendiri dari warga, karena merasa dilibatkan.

“Saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam melakukan proses penamaan ini. Kita berharap dengan adanya penemuan baru ini, dengan adanya keterbukaan, maka seluruh masyarakat nantinya bisa menikmati kawasan sekitar pantai, ruang-ruang publik yang bisa digunakan untuk pejalan kaki, ataupun bersepeda dan kegiatan-kegiatan lainnya,” ujar Gubernur Anies.

BACA JUGA: Pemprov DKI Terima Penghargaan Capaian Realisasi Investasi Tahun 2021

Disamping itu, Gubernur Anies juga menegaskan bahwa Pemprov DKI tetap berkomitmen dalam menghadirkan Ruang Ketiga Publik yang nyaman bagi warganya untuk beraktivitas maupun berinteraksi di Kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju.

“Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan ini tidak boleh abai terhadap aspek lingkungan, sosial, dan budaya. Ruang publik yang telah ada baik berupa taman, pantai, maupun area untuk pejalan kaki dan pesepeda santai (Jalasena) di pinggir pantai harus dipastikan benar-benar bisa diakses oleh publik,” jelas Gubernur Anies.

Pemenang Sayembara, serta penamaan Fasilitas di Pantai Maju dan Pantai Kita

Sebelumnya, sayembara penamaan jalan, bundaran, taman, dan jembatan diikuti oleh 182 peserta dari seluruh Indonesia dalam sayembara “Kita Kasih Nama”. Dengan demikian, masyarakat terlibat dalam penentuan nama tengara (landmark) penting di Pantai Kita dan Pantai Maju.

Seleksi melibatkan juri yang kompeten di bidangnya masing-masing dan menghasilkan Sayembara Terbaik 1 yang memberikan nama tengara berasal dari nama tanaman bakau dan unsur perahu. Hal ini sesuai dengan semangat konservasi lingkungan dan kemaritiman DKI Jakarta untuk Pantai Kita dan Pantai Maju.

Usulan nama dari para peserta sayembara kemudian dievaluasi dengan beberapa indikator seperti filosofi, konsep, tema, kesesuaian dengan Panduan Rancang Kota, integrasi sejarah, dll.

BACA JUGA: Pemprov DKI Rutin Kerjakan Rehabilitasi Infrastruktur Pengendalian Banjir

Kemudian pada 1 Oktober 2021, Pemenang sayembara “Kita Kasih Nama” untuk Peserta Terbaik 1 yaitu Tim Glibly yang beranggotakan 5 anak muda kreatif yang bernama Rima Syafia, Annisa Nadhirah Ar, Hana Syabila Fazri, Aprilia Hapsari Putri, dan Yosephine Astari.

Usulan nama-nama kawasan pantai kita dan maju dari tim Glibly adalah sebagai berikut:

Nama Ruas Jalan
1. Jalan Kandeka
2. Jalan Warakas
3. Jalan Bidara
4. Jalan Akasia
5. Jalan Pejapi

Nama Jembatan
1. Jembatan Linggi
2. Jembatan Tataban
3. Jembatan Barunyungan

Nama 2 Taman dan 1 Bunderan
1. Taman Asriloka
2. Bunderan Heritiera
3. Taman Baharia

Usulan nama tersebut selanjutnya diproses dengan mengacu pada Keputusan Gubernur Nomor 28 Tahun 1999 tentang Pedoman Penetapan Jalan, Taman dan Bangunan Umum di DKI Jakarta. Kemudian ditetapkan dalam Keputusan Gubernur Nomor 50 Tahun 2022 tentang Penetapan Nama Jalan, Jembatan, Taman dan Bundaran di Kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju.

Nama-nama yang terpilih terinspirasi dari kehidupan masyarakat pesisir. Seperti nama bundaran yaitu Heriteria yang diselaraskan dengan bentuk salah satu jenis mangrove yang berakar kuat. Hal ini dimaknai bahwa Bundaran Heriteria menjadi jantung dari kawasan ini. Nama jembatan terinspirasi dari bagian perahu, yang paling depan adalah jembatan linggi, di bagian tengah kawasan adalah jembatan tataban dan jembatan terakhir seperti bagian belakang perahu yang mengarah ke laut yaitu jembatan Baruyungan.

BACA JUGA: Pemprov DKI Target 12 Taman Baru di 4 Wilayah

Sedangkan nama Taman yaitu Baharia dan Asriloka diambil dari Bahasa Indonesia yang berarti bahagia dan indah. Dan nama-nama jalan diambil dari nama jenis Mangrove yaitu Warakas, Kandeka, Bidara, Akasia dan Pejapi.

Transportasi yang Terintegrasi

Selain itu, pada tahun 2018 Pemprov DKI Jakarta mengharuskan adanya fasilitas publik seperti transportasi, yang bisa dengan mudah diakses oleh masyarakat umum. Kemudian melalui Peraturan Gubernur Panduan Rancang Kota Nomor 30 Tahun 2021, pantai reklamasi yang sudah ada diharuskan memiliki fasilitas umum dan fasilitas sosial dengan akses yang setara bagi semua warga.

Fasilitas umum di Pantai Kita dan Pantai Maju akan dikelola oleh BUMD DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo, dengan memperhatikan prinsip kesetaraan. Pemprov DKI juga mendorong penyediaan fasilitas angkutan umum di sekitar kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju. Saat ini PT Transjakarta sedang membangun sejumlah halte untuk memenuhi kebutuhan transportasi umum di kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju. (*)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.