KEMPALAN: Menggambarkan sistim kehidupan demokrasi bernegara kita saat ini, sepertinya sudah sudah dibajak oleh kekuatan oligarki yang ingin mempertahankan kekuasaan jahatnya.
Atasnama negara kekuasaan menghalalkan segala cara untuk mempraktikkan paktik praktik demokrasi yang cacat.
Kekuasaan menjadi angkuh terhadap rakyatnya apalagi terhadap lawan politiknya. Kekuasaan menjadi kehilangan moral dan etika dalam menjalankan roda pemerintahan yang dimilikinya.
Sehingga terjadi jarak antara rakyat dengan pemerintah. Pemerintah dalam Demokrasi Pancasila dipahami sebagai sebuah demokrasi yang berdasarkan sila Pancasila yang dilihat sebagai suatu kesatuan yang utuh.
BACA JUGA: Potret Dua Pemimpin di Jakarta
Dalam demokrasi itu musyawarah mufakat sangat diharapkan, karena setiap keputusan dicapai secara mufakat.
Demokrasi yang seharusnya memberi ruang kepada siapapun untuk berpendapat dalam pengambilan keputusan, kini nampaknya telah dibajak oleh perampok kekuasaan, rakyat yang seharusnya menjadi pemegang kedaulatan, kini dibajak oleh partai politik. Lebih naif lagi ketika partai politik yang melahirkan pemimpin negara, hanya menjadikan rakyat menjadi tuan ketika mereka dibutuhkan, setelah itu ditinggalkan dan bersekongkol dengan oligarki untuk menindas rakyat.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi