Rabu, 20 Mei 2026, pukul : 18:35 WIB
Surabaya
--°C

Raden Ronggo Prawirodirjo III, Sang Banteng dari Mancanegara Timur

KEMPALAN: Bagi penduduk Madiun tidak akan asing dengan nama Raden Ronggo Prawirodirjo III, seorang pejuang dari trah Prawirodirjan yang terkenal pemberani. Nama ini terlintas secara singkat dalam karya sejarawan asal Inggris, Peter Carey yang berjudul Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama Jawa, 1785-1855, sebuah biografi lengkap mengenai kehidupan Pangeran Diponegoro dan seluruh peristiwa yang memulai, terjadi dan terdampak pada kehidupannya.

Akan tetapi, kali ini para pembaca akan dibawa pada predecessor dari Pangeran Diponegoro, seorang pejuang yang melawan pemerintah kolonial Belanda sebelum kemunculan sang pangeran, yakni Bupati Wedana Mancanegara Timur sekaligus Bupati Madiun yang tersohor, Raden Ronggo Prawirodirjo.

Walaupun masa hidupnya terkesan singkat, namun tidak bisa diabaikan kalau ia juga mempengaruhi sikap Pangeran Diponegoro yang anti terhadap dominasi pemerintah kolonial terhadap kerajaan-kerajaan di Jawa, wabil khusus Kesultanan Yogyakarta yang notabene menjadi kerajaan utama kedua orang tersebut.

Kisah sang raden dimulai dengan menjelaskan wilayah Madiun yang merupakan bagian dari Kesultanan Yogyakarta sebagai hasil dari Perjanjian Giyanti 1755. Ia adalah keturunan ketiga dari Kiai Raden Ronggo Wirosentiko yang nantinya akan dikenal sebagai Raden Ronggo Prawirodirjo I menggantikan Pangeran Mangkudipuro yang konon kabarnya lebih dekat dengan Kasunanan Surakarta dan gagal memadamkan pemberontakan dengan luka di punggungnya, sebuah testimoni bahwa Mangkudipuro bukanlah ksatria seperti yang diharapkan Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengkubuwono I).

Buku ini menjelaskan cukup panjang terkait trah Prawiradirjan, mulai dari hubungan antara garis keturunan tersebut dengan tiga kerajaan yakni Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, dan Kerajaan Bima. Qomar juga menuliskan bagaimana trah itu membangun koneksi dengan semua orang yang terlibat dalam pertempuran sebelum Perjanjian Giyanti dan menyebutkan bahwa salah satu turunan Raden Ronggo Prawirodirjo III, adalah panglima Pangeran Diponegoro: Sentot Ali Basah Prawirodirjo. Penjelasan sang penulis juga merinci terkait silsilah keluarga Raden Ronggo dengan bersumber dari karya-karya asli Jawa.

Namun…

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.