Selasa, 21 April 2026, pukul : 04:45 WIB
Surabaya
--°C

Mantap! Udah Gak Labil, Harga Pangan Relatif Mulai Stabil

JAKARTA-KEMPALAN: Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, memastikan bahwa harga pangan di Indonesia mulai stabil. Bahkan, rata-rata harga beras masih berada di sekitar Rp10.000 per kilogram (kg) dan harga daging sapi serta ayam pun juga mengalami penurunan.

“Demikian juga terkait harga gula pasir, bawang merah, bawang putih, cabai merah. Itu seluruhnya sudah turun. Bahkan harga daging ayam sudah di bawah Rp20.000,” pungkasnya dikutip dari Sindonews, Jum’at (19/8/2022).

Menurutnya, harga pangan jika dilihat dari segi volatile food dibandingkan pada saat lebaran lalu relatif terkendali dan mengalami kenaikan permintaan.

Hartarto mengatakan saat ini secara spasial di 30 provinsi harga pangannya berada di atas rata-rata nasional.

“Oleh karena itu, ini jadi perhatian para gubernur untuk menjaga. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) agar melakukan extra effort agar stabilisasi harga dapat dijaga,” kata Hartarto.

Hartarto juga mengungkapkan dari segi partisipasi jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya karena hampir seluruh kabupaten di Indonesia telah melakukan penguatan TPID dari yang awalnya sebesar 71 persen menjadi hingga sebesar 78 persen.

“Sinergi dari Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) terus diupayakan dalam berbagai langkah antara lain 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif, terutama untuk menjaga stabilitas dan daya beli,” tuturnya.

Selain itu, dilansir dari Kompas, Hartarto dalam laporannya juga menekankan peran APBN sebagai penekan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang mengalokasikan subsidi pemerintah.

Sedangkan, terkait laju inflasi pada bulan Juli 2022 berada di kisaran angka 4,94 persen. Menurutnya, angka tersebut didorong karena faktor harga komoditas global serta tekanan inflasi yang terjadi di berbagai daerah Indonesia.

“Inflasi kita 4,94 persen di bulan Juli 2022. Inflasi di paruh waktu 2022 faktornya selain komoditas global juga cuaca kemudian juga terkait dengan tekanan inflasi oleh beberapa daerah dan juga terkait dengan produksi,” ucap Hartarto yang dikutip dari Suara Purwokerto.

Sebelumnya, pemerintah telah memberi bantuan terhadap perekonomian Indonesia melalui bantuan sosial (bansos) baik dari APBN maupun APBD. (Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.