Pertempuran Baru
Pengungkapan motif pembunuhan Brigadir Yosua yang terjadi 8 Juli lalu memang menjadi medan “pertempuran” baru di dalam masyarakat dua minggu terakhir. Pertempuran itu muncul justru setelah Tim Khusus Polri telah berhasil mengungkap fakta peristiwa kasus yang menggegerkan dan menjadi perhatian ekstra masyarakat luas.
Mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo terduga dalang pembunuhan dan tiga perwira polisi lainnya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dikenakan penahanan dan dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati. Total 36 perwira polisi dalam pusaran kasus itu diperiksa intensif. Sebanyak 16 perwira sudah digiring ke “penempatan khusus ” untuk masa sebulan sambil menunggu pemeriksaan unsur pidana dari pelanggaran etikanya.
Publik Wajar Gusar
Publik wajar gusar dan terang-terangan meragukan hanya karena motif “pelecehan istri tersangka” ( apalagi belakangan penyidikan dihentikan) sampai begitu banyak melibatkan perwira polisi dalam kejahatan kemanusiaan.
BACA JUGA: Ungkap Kasus ”Polisi Tembak Polisi”, DK PWI Pusat Dorong Wartawan Lakukan Invesitigasi
Dalam sistem nilai masyarakat kita yang agamis, menjaga kehormatan keluarga wajib hukumnya. Semua daerah dan etnik punya aturan dan cara mengespresikan penegakan harga diri dan kehormatan keluarga.
Motif tersangka Ferdy Sambo dikesankan sebagai penegakan Siri’ seperti yang berlaku di dalam kultur masyarakat Bugis – Makassar (termasuk Tator, daerah asal tersangka).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi