YOGYAKARTA–KEMPALAN: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menempuh pendidikan formal di SMAN 2 Yogyakarta terpilih menjadi Ketua OSIS. Saat menjadi pemimpin, Anies punya cara tersendiri khususnya dalam meredam kenakalan teman-temannya. Sebuah cara yang tidak biasa.
Dalam tradisi pemilihan ketua OSIS, pengajuan sebagai calon salah satunya pernah menjadi ketua kelas. Pemilihan juga dilakukan berdasarkan berdasarkan suara terbanyak. Tapi Anies Baswedan berbeda.
“Dia terpilih secara aklamasi. Saat itu mayoritas siswa menganggap Anies sudah punya bakat menjadi seorang pemimpin,” kata teman akrab Anies Baswedan di SMAN 2 Yogyakara, Nasrudin, Selasa, 19 Juli 2022.
Menjadi ketua OSIS kemudian mendapat kewenangan untuk menentukan formatur kepengurusan. Di sinilah Anies melakukan atau memilih seseorang di luar dugaan mayoritas siswa saat itu.
Nasrudin mengatakan, saat itu SMAN 2 Yogyakarta meski termasuk sekolah favorit tidak luput dari keberadaan siswa yang notabene nakal. Bahkan tingkat kenakalannya saat itu melebihi kenakalan sebelumnya.
“Nah, di situlah Anies Baswedan memilih Wakil Ketua OSIS dari kalangan siswa yang nakal itu. Bisa dibilang yang ditunjuk Anies sebagai wakilnya ini merupakan ketua siswa nakal di SMAN 2 Yogyakarta saat itu,” jelasnya.
Mayoritas siswa menganggap saat itu apa yang dilakukan Anies salah. Sempat menjadi pembicaraan hangat saat itu, siswa yang notebene anak nakal dipilih menjadi pengurus OSIS, jabatannya pun strategis, wakil ketua.
Para siswa, termasuk guru bertanya-tanya, mengapa Anies Baswedan memilih wakil dari kelompok siswa nakal. “Saya pun bertanya-tanya. Nies kok begitu,” ujar Nasrudin yang satu kelas dengan Anies Baswedan di Kelas 1D.
Mendapat pertanyaan itu, Anies hanya tersenyum. Dan ternyata apa yang dilakukan Anies ini terbukti manjur. “Kenakalan siswa saat itu bisa diredam. Mungkin karena ketua siswa nakal diangkat menjadi wakil Ketua OSIS jadi sungkan untuk berbuat nakal,” ungkapnya.
Pria yang kini bekerja di PT POS pusat di Bandung ini menyimpulkan, apa yang dilakukan Anies Baswedan ini memang lebih bisa berpikir jauh ke depan dibanding siswa pada umumnya saat itu. “Apa yang dipikirkan Anies jauh lebih maju dibanding yang lainnya,” ungkapnya.
Nasrudin juga menilai apa yang yang dilakukan Anies akhirnya memberi kesan bahwa mantan Rektor Universitas Paramadina itu sejak dulu sudah bisa bergaul dengan siapa saja termasuk dengan siswa nakal. Bisa melakukan pendekatan dengan mereka untuk tidak nakal.
Bergaul dengan siswa yang biasa-biasa saja juga mengayomi. “Intinya Anies itu luwes dalam hal pergaulan. Luwes bergaul dengan siswa nakal maupun yang tidak nakal,” kata Nasrudin. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi