Jumat, 1 Mei 2026, pukul : 20:06 WIB
Surabaya
--°C

Bukan Nepotisme, Ini Alasan Ten Hag Boyong Pemain dari Belanda ke Manchester United

Dari kiri ke kanan: Tyrell Malacia, Lisandro Martinez, Frenkie De Jong, Christian Eriksen.

MANCHESTER-KEMPALAN: Tyrell Malacia, Christian Eriksen Lisandro Martinez, dan saat ini masih memburu tanda tangan Frenkie De Jong. Semua pemain yang direkrut Erik ten Hag ke Manchester United itu punya kesamaan, yaitu dari pembinaan sepak bola Belanda.

Ten Hag pun berkebangsaan Belanda dan kariernya besar di liga Belanda. Sekilas, kebijakan Ten Hag ini seperti hanya mengakomodir pemain-pemain Belanda dan jebolan liga domestik Belanda dalam skuad The Red Devils (julukan United). Khususnya AFC Ajax.

BACA JUGA: Here We Go, Inilah Rekrutan Pertama Ten Hag di Manchester United

Tetapi, Ten Hag punya alasan kenapa dia doyan mendatangkan pemain yang punya background sepak bola Belanda. Dua kombinasi aspek yang dia jadikan patokan. Yaitu aspek harga dan dari kualitasnya.

’’Aku sebenarnya ingin merekrut pemain Inggris karena menurutku hanya ada satu kriteria dan itu adalah kombinasi antara kualitas dengan harga,’’ sebut Ten Hag.

’’Sepertinya pemain Inggris cukup mahal harganya. Itu fakta yang tidak bisa disangkal, dan pada akhirnya ini tentang kualitas,’’ sambung Ten Hag.

BACA JUGA: Welkom Eriksen, Koneksi Ajax Pertama di Manchester United

Harga bek kanan United Aaron Wan-Bissaka salah satu contohnya. Ketika diboyong United dari Crystal Palace pada musim panas 2019, harga Wan-Bissaka bisa mencapai 50 juta Pounds, atau sekitar Rp 896,5 miliar.

Harga AWB (singkatan Wan-Bissaka) itu sepertiganya dari uang yang dikucurkan United ketika mendatangkan Malacia dari Feyenoord Rotterdam. Malacia hanya berharga 15 juta Pounds (Rp 269 miliar). Dengan kata lain, satu AWB bisa mendapatkan tiga Malacia yang digadang-gadang mengusir AWB dari United.

BACA JUGA: Puja-Puji Ten Hag untuk Lisandro Martinez

Dengan harga murah, Ten Hag juga bisa mendapatkan dengan kualitas bagus. Baik teknik atau di sisi fisiknya. Salah satunya tinggi badan Lisandro yang dianggapnya menunjang sebagai pemain di lini belakang.

’’ Aku pikir dia bukan yang tertinggi tapi dia punya kualitas bagus dalam duel-duel udara. Aku merasa nyaman dengannya. Tentu, kalian juga menginginkan keseimbangan yang tepat. Dia juga punya timing bagus, itu yang menjadi salah satu kemampuannya (Lisandro),’’ beber Ten Hag.  (Manchester Evening News, Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.