Jimmy Marta
Sy jg pernah tes spt itu. Psiko tes. Ditanya pemilu kmrn pilih apa? Sy jawab juhur apa adanya. Maklum br lulus smk polos, lugu…. Salah maz e. Bukan yg itu yg dicari… Jawaban yg tepat. Yg sesuai penanya. Jawaban yg benar sesuai fakta.
Jokosp Sp
STOP diskusinya. Itu inti kata – kata penutup ” Jadi tidak perlu didiskusikan lagi. Juga tidak perlu ditulis di Disway ini lagi “. Ya dimengerti, jadi sudah jangan tulis apapun, paham.
Juve Zhang
Matematika itu Bintang Segala Bintang, Huawei mau menggaji orang Jenius dalam Matematika 1 juta dolar setahun, silakan Komentator yg merasa Jenius melamar. Sudah ada satu dari Perancis dan diterima. Huawei bisa hebat karena kiprah para Jenius Matematika Fisika dll. Kalau wartawan salah ngitung Kurs wajar saja , mungkin kalkulator masih pake jari tangan dan kaki wkwkwkwkwk
doni wj
Sejak zaman ikut baca Jawa Pos dari tahun 90an awal, sampai sekarang, kalau berita tentang alih nilai kurs, terbitannya akrab dengan kekeliruan seperti itu. Konsisten. Tadinya saya mengira ada masalah berhitung di penulisnya. Tapi bukankah tulisan harus diperiksa editor sebelum diterbitkan? Kalo koran ya lewat redaktur? Jadi dalam rentang minimal 30 tahun ini ada yang tidak berubah. Apa editornya? Apa Disway masih memakai kalkulator tinggalan Jawa Pos dulu? Lama-lama saya jadi berpikir, jangan-jangan memang bukan kekeliruan atau keterbatasan berhitung. Melainkan sebuah kesengajaan. Kesalahan yang dilakukan secara konsisten dan disuarakan terus menerus itu bisa diyakini sebagai kebenaran lho.. Begitu teori komunikasi back reverse yang sering dipakai dalam kampanye politisi hitam. Wkwkwkwk

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi