Dari kasus ini dapat ditarik kesimpulan bahwa bunuh diri pada remaja broken home ini adalah jenis bunuh diri egoistic suicide yaitu suatu tindakan bunuh diri yang disebabkan karena kepentingan individu lebih tinggi daripada kepentingan kesatuan sosialnya. Disini Pihak orang tua lah yang egois karena mereka mementingkan kepentingan individu daripada kepentingan kesatuan sosialnya.
Dari salah satu kasus yang saya ambil dapat dilihat bahwa dampak broken home yang terjadi sangatlah besar, bukan hanya psikis/mental yang diserang namun juga pikiran. Pikiran ini juga yang akan memunculkan ide-ide yang kurang masuk akal seperti halnya bunuh diri sebagai pemecahan masalah.
Tentu saja disini peran kedua orang tua sangat diperlukan serta dukungan sosial seperti teman, kerabat dekat, rekan kerja, dan yang lainnya hal ini sangat berpengaruh terhadap korban.
Hal lain yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus bunuh diri pada remaja broken home ini adalah dengan cara mendiskusikan apa yang sedang korban alami, beri mereka saran, dan juga bila perlu ajak ke psikolog/psikiater agar bisa ditangani lebih lanjut. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi