Tahun 2022, kota Surabaya, melalui visi walikota Surabaya, Eri Cahyadi membangun kota dengan bergotong royong untuk mewujudkan kota maju, humanis dan berkelanjutan dengan prioritas menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran khususnya masyarakat berpenghasilan rendah ( MBR) harus bisa dilakukan, karena ini merupakan bagian dari janji politik walikota dan wakil walikota Surabaya.
Dalam rangka itu, Eri Cahyadi meminta kepada seluruh jajarannya mulai dari OPD, Camat dan Lurah untuk bisa berjibaku dan berkolaborasi mewujudkannya.
Dari beberapa program yang ada, Eri berharap semua OPD utama dan supporting untuk merancang program utama di dua hal tersebut, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran utamanya dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
BACA JUGA: Menata Surabaya Menjadi Kota Humanis
Penurunan itu tidak hanya sekedar angka – angka tapi, sejatinya ada nilai lebih dari itu, yaitu nilai keberlanjutan hidup mereka dan perasaan dihargai sebagai seorang manusia.
Tentu dalam membahagiakan warganya akan banyak kendala ditengah terbatasnya waktu yang ada, sehingga sebuah upaya percepatan program dibutuhkan.
BACA JUGA: Menjadikan Destinasi Wisata Surabaya Kelas Dunia
Sehingga tak mungkin hal ini dibebankan kepada pemerintah saja, dibutuhkan kesediaan berkolaborasi untuk melahirkan program percepatan tanpa harus merubah program yang selama ini sudah dibuat oleh OPD dan jajaran pemerintahan kota yang lainnya.
Cara berpikir yang out of the box dibutuhkan sebagai payung besar program percepatan. Disinilah diperlukan kesediaan para OPD dan jajaran pemerintah kota yang lainnya untuk membuka diri dan berkolaborasi dengan pihak lain baik itu internal maupun eksternal.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi