Pemkot juga menyiapkan rute sepeda, menghampiri tempat-tempat wisata atau kuliner di sekitar kota. Sepeda, tampaknya, akan jadi salah satu kunci pengembangan kota ini ke depan. Seperti layaknya kota-kota di negara-negara maju sekarang. Dampak positifnya bukan sekadar kesehatan, tapi juga tantangan kota modern masa depan, seperti polusi. “Sekarang, setiap Jumat, pegawai pemkot saya wajibkan naik sepeda ke kantor,” tegasnya.
Madiun, tampaknya, bakal siap melejit selepas tantangan pandemi ini. Di saat banyak daerah/wilayah mungkin struggle menuju normal, Madiun sudah siap takeoff berkat manajemen kota yang handal selama masa “sulit.” Buktinya, pertumbuhan kotanya di era pandemi merupakan yang terbaik di Jawa Timur, dan salah satu yang terbaik di Indonesia.
Penasaran rasanya melihat Madiun ke depan. Apalagi pengembangan dan kejutan yang akan dilakukan Pak Maidi dan jajarannya.
Tapi, dari semua hal seru yang beliau tunjukkan, tetap ada hal-hal kecil, atau ucapan simple, yang selalu membuat saya takjub terhadap seseorang. Momen itu terjadi saat kami berdiri di trotoar lebar di depan Balai Kota.
Pak Maidi menyebut dia bangga dengan warga Madiun, yang dia sebut bersikap begitu luar biasa, mau ikut berpartisipasi aktif membawa kota ini ke arah yang lebih maju.
Indikasinya sangat sederhana. Pak Maidi menunjuk lampu-lampu kecil yang terpasang di setiap pohon di trotoar. “Tidak ada satu pun lampu-lampu itu yang hilang atau dicuri,” pungkasnya.(AZRUL ANANDA, disway.id/*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi