Ada sebelas kota/kabupaten di sekitar Madiun, dengan populasi lebih dari sepuluh juta orang. Mereka itu dulu yang harus diutamakan untuk senang ke Madiun. Baru kemudian kota-kota besar yang sekarang dengan mudah bisa menjangkau Madiun. Berkat jalan tol, hanya butuh dua jam (atau kurang) dari Surabaya ke Madiun. Kalau dari Solo, tidak sampai satu jam. “Hanya 45 menit dari Solo,” tegasnya.
Pak Maidi bilang, bagi warga sekitar yang belum punya paspor dan ingin merasakan ke luar negeri. Bisa mencicipinya di tengah kota Madiun!

Puluhan event juga sudah disiapkan sang wali kota. Salah satu yang saya pasti berminat ikut: Madiun Lawu Challenge. Acara gowes menanjak dari Madiun ke Cemoro Sewu. Tapi event itu pun bukan sekadar untuk yang serius. Pak Maidi, beserta Ketua ISSI Madiun Faizal Rachman, memastikan masyarakat setempat juga menikmatinya.
Jadinya, event tiga hari itu punya tiga “target segmen” yang jelas. Pada Jumat 15 Juli, ada fun bike untuk warga, membuat masyarakat antusias dengan olahraga sepeda.
Sabtu 16 Juli, ada acara menantang untuk penghobi serius, menanjak ke Cemoro Sewu. Pada Minggunya, 17 Juli, ada balapan criterium untuk atlet mengejar prestasi.
Masyarakat senang, penghobi/turis senang, atlet senang. Trifecta!

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi