Surya Paloh bukan politisi jadi-jadian seperti yang banyak lahir di era Presiden Jokowi.
Paloh sudah terjun ke dunia politik sejak masih usia belia. Puluhan tahun ia berkiprah di Golkar. Jauh sebelum mesin politik rezim Orde Baru itu menjadi Partai Golkar.
Saat ini dari seluruh elite parpol, Paloh paling senior. Dari segi umur maupun dari segi kematangan. Sudah sangat kenyang makan asam garam politik. Dia tahu betul dunia politik sarat praktek ” hajab sirajab bin mustajab”, itu istilah Paloh sendiri yang dulu sering dia gunakan.
Teletubbies
Saya mengenal Surya Paloh cukup lama. Hanya “casingnya” yang kelihatan beringas. Hanya geram suaranya yang menyeramkan. Watak aslinya cukup elastis santun, termasuk dalam berpolitik. Masih di usia muda Paloh sudah duduk di parlemen. Tapi posisi itu tak membuat pencarian nilai – nilai ideal berbangsa dan bernegara berhenti.
Paloh membangun industri pers untuk memberdayakan pilar keempat demokrasi.
BACA JUGA: Melongok Jambore Kedirgantaraan Susi Air di Pangandaran
Surat Kabar pertamanya, “Prioritas” yang disebutnya sebagai media perlawanan bahkan turut menjadi korban keganasan rezim Orde Baru. Media itu dbreidel ketika masih seumur jagung. Kejadian itu membuatnya semakin matang. Paloh tidak mutung. Dia bangkit lagi membangun industri media, menerbitkan “Harian Media Indonesia” dan mendirikan “Metro TV”, televisi berita pertama di Indonesia. Setelah itu dia mendirikan Partai Nasdem pada tahun 2011. Pemilu 2024 nanti merupakan pesta demokrasi ketiga kali diikuti Nasdem. Dan, terbukti benar : dia tidak menjadikan Nasdem sebagai tumpangan pribadinya untuk meraih kursi di pucuk kekuasaan. Kurang apa?

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi