Khofifah: Porprov Dorong Pembibitan Atlet dan Dongkrak Ekonomi Daerah

waktu baca 4 menit
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat melepas keberangkatan peserta Super Road Bike 2022, Sabtu (18/6).

JEMBER-KEMPALAN: Semarak Gebyar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII 2022 dimulai dengan meriah melalui ajang Super Road Bike 2022, Sabtu (18/6).

Mengambil start dari Alun Alun Kabupaten Jember, ratusan bikers diberangkatkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Ketua KONI Jatim M Nabil dan Bupati Jember Hendy Siswanto.

Melalui gelaran Super Road Bike kali ini para bikers ditantang untuk menempuh jarak 68 kilometer. Start diawali dari alun – alun Jember dan finish di alun – alun Kabupaten Lumajang.

Tak tanggung-tanggung, ajang ini memperebutkan trophy Gubernur Jatim dan trophy Kapolda Jatim dengan total hadiah sebesar Rp 65 juta untuk beberapa kelas.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah secara khusus menyampaikan bahwa ajang ini menjadi pemantik meriahnya Porprov Jatim VII yang akan dimulai pada 25 Juni hingga 3 Juli 2022 mendatang.

Mulanya Porprov Jatim diadakan empat tahun sekali. Namun dengan semangat ingin memaksimalkan pembibitan atlet, oleh Gubernur Khofifah penyelenggaraan dipercepat jadi dua tahunan.

“Saya optimistis Porprov akan menjadi ajang pembibitan atlet Jatim yang hebat. Itulah mengapa kita buat Porprov yang awalnya empat tahun sekali, kini jadi dua tahun sekali. Karena kita ingin pembibitan atlet bisa kita lakukan lebih awal,” tegas Khofifah.

Dengan pembibitan atlet yang lebih awal, maka harapannya ke depan akan terus muncul prestasi-prestasi membanggakan dari atlet Jatim, baik di kancah nasional hingga internasional.

Khofifah menegaskan, Porprov juga harus menjadi ajang pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. Terutama bagi daerah yang menjadi tuan rumah. Dimana tahun ini Porprov digelar di empat kabupaten yaitu Jember, Lumajang, Situbondo, dan Bondowoso.

“Sehingga yang kita harapkan Porprov menjadi ajang pembibitan atlet sekaligus pengungkit ekonomi daerah. Di empat kabupaten tuan rumah, nanti tamunya sangat banyak. Di Jember, nanti ada 18 cabor yang dipertandingkan, ada sekitar 15.000 tamu yang akan datang dari luar Jember,” jelas Khofifah.

Ini tentunya akan menjadi momen emas bagi para pelaku UKM di Kabupaten Jember untuk memasarkan produk-produknya. Yang diyakini Khofifah akan menjadi pendongkrak ekonomi para pelaku UKM.

“Terselenggaranya Porprov harus berseiring dengan pertumbuhan ekonomi di daerah dimana usaha mikro kecil dan menengah akan menjadi basis dari pendongkrak pertumbuhan ekonomi di masing-masing daerah. Salah satunya Jember,” ungkapnya.

Di kesempatan ini, Khofifah juga menyapa para peserta Super Road Bike. Bahkan, ia bersapa dengan peserta yang diketahui usianya sudah 77 tahun bernama Suyanto.

“Pak Yanto, apa mau ikut sampai finish? Luar biasa sekali, 68 kilometer lho,” puji Khofifah. “Semangat dan sehat selalu Pak Yanto,” lanjut Khofifah.

“Betul bu, sudah biasa untuk jarak segitu,” ujar Pak Yanto, menjawab pertanyaan Khofifah.

Di sisi lain, Bupati Jember Hendy Siswanto optimistis Porprov VII dapat menunjang olahraga, pariwisata, dan perekonomian. Terutama, di masa Covid-19 yang telah melandai.

“Dari pekan olahraga yang awalnya diadakan 4 tahun sekali, hari ini kita berikhtiar bisa 2 tahun sekali diadakan. Karena ini kesempatan agar talenta para atlet Jawa Timur dapat dimonitor berbagai prestasinya, dari berbagai cabor,” katanya.

“Juga Porprov ini dapat membangkitkan kembali perekonomian Jember terutama di masa pandemi yang telah melandai. Dalam kolaborasi ini, olahraga dapat, hiburan dapat, ekonomi dapat,” pungkasnya.

Sambangi Outlet Dekranasda

Tak hanya memberangkatkan peserta Super Road Bike 2022, pada kesempatan ini Khofifah bersama jajaran Forkopimda Jember juga turut gowes bersama mengelilingi Kabupaten Jember.

Rombongan tersebut juga turut meninjau outlet Dekranasda di Jalan Gajah Mada. Di sana, mantan Mensos RI itu melihat berbagai kerajinan yang dipamerkan, seperti tas kulit, Batik, eco-print, dan lukisan.

Salah satu produk yang menarik perhatian Khofifah adalah produk kerajinan bercorak Australia yang merupakan hasil karya salah satu desa di Kabupaten Jember.

Rupanya kerajinan kayu berupa bumerang dan piring kayu tersebut merupakan produk ekspor. Khofifah pun mencermati produk tersebut dan mengaku kagum. Bahkan menurutnya produk tersebut bisa kian dikembangkan dengan menjadikan desa produsennya sebagai desa devisa.

“Saya surprised karena ada produk yang sudah ada brand -nya. Jadi ada Kanguru dan di situ ada tulisan Australia. Artinya bahwa produk ini memang sudah diekspor ke Australia. Saya berharap bahwa desa penghasil produk ini bisa disiapkan menjadi Desa Devisa,” lanjut Khofifah.

Pasalnya, kuota Desa Devisa Jatim dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) ada sebanyak 15 desa. Saat ini, Pemprov Jatim sedang mengupayakan agar kuota tersebut ditambah.

Untuk itu, kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Provinsi Jawa Timur, Khofifah meminta agar direncanakan untuk agenda peninjauan ke desa penghasil produk bumerang tersebut sehingga bisa diajukan menjadi Desa Devisa.

“Saya minta pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro untuk melakukan assessment. Biasanya dalam waktu yang tidak terlalu lama saya akan menengok desa itu beserta kerajinannya,” ujar Khofifah.

Pada Oktober 2021, baru 3 desa yang disetujui LPEI dan sudah mendapatkan penguatan sebagai Desa Devisa. Ketiga desa tersebut berada di Gresik, Sidoarjo, dan Banyuwangi.

Khofifah menjelaskan, kriteria LPEI untuk Desa Devisa, yakni desa itu memiliki produk hasil ciptaan sendiri. Punya keunikan dan punya pasar ekspor. Selain itu, dilakukan oleh banyak orang di satu desa dan disertai kelembagaan kelompok yang mendukung. (Dwi Arifin)

Editor: DAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *