Menu

Mode Gelap

Kempalanart · 26 Apr 2022 16:05 WIB ·

Gubernur Jateng Minta Kasus Tembok Baluwarti Kartasura Diusut Tuntas


					Banyak pihak menyayangkan peristiwa dijebolnya tembok Baluwarti yang merupakan tembok bersejarah eks Keraton Kartasura, salah satunya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Pasalnya tembok ini merupakan tembok bersejarah eks Keraton Kartasura, Sukoharjo. Perbesar

Banyak pihak menyayangkan peristiwa dijebolnya tembok Baluwarti yang merupakan tembok bersejarah eks Keraton Kartasura, salah satunya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Pasalnya tembok ini merupakan tembok bersejarah eks Keraton Kartasura, Sukoharjo.

BLORA -KEMPALAN: Banyak pihak menyayangkan peristiwa dijebolnya tembok Baluwarti yang merupakan tembok bersejarah eks Keraton Kartasura, salah satunya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Pasalnya tembok ini merupakan tembok bersejarah eks Keraton Kartasura, Sukoharjo.

Ditemui usai memimpin Musrenbang di Kabupaten Blora, Gubernur mengaku sangat menyayangkan kejadian perusakan itu. Pihaknya juga sudah menerjunkan tim untuk melakukan identifikasi. “Sudah direspon, dari kepolisian sudah dan dari dinas kita juga sudah di lokasi. Saya minta dicek,” katanya.

Gubernur meminta, pengecekan bukan hanya soal kondisi benteng, tetapi juga pengecekan untuk  mengetahui siapa pihak yang terkait dengan kejadian itu.

“Siapa yang jual, siapa yang beli, itu tanahnya siapa dan lainnya. Dengan merunut itu, kita bisa tahu ini bangunan bersejarah kok bisa diperjualbelikan sehingga dilakukan tindakan yang tidak tepat. Kami sudah ada informasi semua itu,” ucapnya.

Dirjen Kebudayaan lanjut Ganjar juga sudah datang. Pihaknya terus berkoordinasi dan bekerjasama terkait penanganan kasus itu. “Saya menunggu proses berikutnya dan saat ini lokasi sudah di-police line,” tegasnya.

Terlepas dari keprihatinannya, Ganjar mengatakan, kasus dirusaknya tembok Baluwarti menjadi peringatan bagi pihaknya sebagai pemerintah. Bahkan bisa dikatakan, kejadian itu merupakan kritik keras.

“Itu peringatan buat kita, itu kritik keras buat kami pemerintah, (termasuk) buat saya sendiri. Bagaimana kita melindungi cagar budaya selama ini,” katanya.

Terkadang lanjut Ganjar, kalau ada bangunan cagar budaya yang tidak terawat, orang menganggapnya seperti onggokan sampah tak berguna. Sehingga, kerap terjadi perusakan dan tindakan merugikan lainnya. Padahal, cagar budaya itu memiliki nilai historis yang tinggi.

“Tapi begitu kejadian seperti ini, semuanya geger. Ya ini koreksi buat (kita selaku) pemerintah yang harus diperbaiki,” tegasnya.

Sekadar diketahui, tembok eks Keraton Kartasura di Kabupaten Sukoharjo dirobohkan menggunakan ekskavator. Padahal, tembok tersebut merupakan benda cagar budaya.

Pelaku mengaku telah membelinya dari seseorang. Tembok itu dijebol karena akan digunakan untuk dibuat ruko dan kos-kosan. Terkait jual beli cagar budaya ini, Gubernur minta hal ini diselidiki lebih lanjut. Kepemilikannya harus jelas agar tidak terjadi penjualan yang tidak semestinya.

“Seperti kasus ini, saya khawatir (tanah) itu punya perseorangan dan dia mau jual. Ya kalau begitu (milik perseorangan) memang ada hak perdatanya, tapi (yang ini) kan ada pelanggaran yang dilakukan. Saya rasa mesti ada kritiknya soal ini,” pungkasnya.

Editor: Freddy Mutiara

 

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Trailer “Avatar: The Way of Water” Diputar 148,6 Juta Kali dalam Satu Hari

16 Mei 2022 - 09:36 WIB

Menjelaskan Steven dan Marc dalam Moon Knight

15 Mei 2022 - 12:02 WIB

Saat Megawati Bicara soal BTS hingga Filosofi Gamelan

14 Mei 2022 - 06:19 WIB

Mengenal America Chavez, Pengelana Multiverse yang Tampil di Doctor Strange 2

13 Mei 2022 - 19:08 WIB

Resensi Buku: The Love of Strangers

8 Mei 2022 - 18:16 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Akan Evaluasi Wahana Tempat Wisata di Surabaya

8 Mei 2022 - 17:58 WIB

Trending di Kempalanart