WASHINGTON D.C-KEMPALAN: Penjualan Coca-Cola naik secara drastis—sebesar 16% dalam Kuarter Pertama ekonomi setelah banyaknya tempat hiburan yang dibuka—mulai dari bioskop, tempat konsep, stadium olahraga dan lainnya.
Coca-Cola menjadi salah satu perusahaan yang keluar dari produksinya di Rusia dikarenakan tindakannya.
Analis kemudian memperkirakan bahwa Coca-Cola mendapatkan kenaikan keuntungan sebesar 7-8% dikarenakan permasalahan tersebut.
Namun tidak disangka, Coca-Cola malah mendapatkan kenaikan keuntungan sebesar 16%.
Di saat meningkatnya harga pangan dan juga berhentinya operasi produksi di Rusia, Coca-Cola yang merupakan perusahaan berbasis di Atlanta, AS berhasil mendapatkan pendapatan bersih sebesar 2,78 Miliar USD atau sebesar 40 Triliun Rupiah.
Secara total, pendapatan yang didapatkan oleh perusahaan minuman terbesar di dunia adalah sebesar 10,49 Miliar USD atau sebesar 151 Triliun Rupiah.
Pendapatan tersebut melampaui apa yang dianalisis dan diperkirakan oleh analis industri dengan perkiraan mendapatkan 9,91 Miliar USD atau sebesar 142 Triliun Rupiah.
Dalam kategorinya, industri minuman ringan secara total naik sebesar 7%.
Dalam kasusnya yang dialami oleh Coca-Cola, penjualannya mengalami kenaikan 6% dan produk Coca-Cola Zero Sugar mengalami kenaikan 14%.
Industri berbasis minuman soda pada saat ini sedang mengalami krisis karena adanya peningkatan harga dari Aluminium dan gula serta transportasi.
Banyak industri minuman soda yang mengatakan bahwa pada tahun ini—dengan adanya permasalahan mulai dai konflik Rusia-Ukraina hingga lainnya, akan menyebabkan keuntungan perusahaannya menurun sebesar 4%.
(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi