Hal ini dianggap sebagai sinyal bahwa tujuh partai pendukung pemerintah itu sudah kompak untuk membangun satu koalisi bersama menuju 2024. Kalau 7 partai ini sudah berkoalisi maka yang muncul nanti hanya satu calon presiden. Dua partai yang ditinggalkan adalah Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tidak memenuhi presidential threshold 20 persen.
Jika hanya satu pasang calon yang muncul maka KPU (Komisi Pemilihan Umum) akan meminta fatwa kepada Mahkamah Konstitusi yang kemudian mengusulkan supaya tahapan pemilu diundur sampai ditemukan satu pasang capres-cawapres lain. Dengan demikian masa kepresidenan Jokowi secara otomatis akan diperpanjang.
BACA JUGA: Lanjutkan
Namanya juga spekulasi, namanya juga prediksi politik, bisa masuk akal bisa juga absurd. Spekulasi lain menyebutkan bahwa Nasdem akan membelot dari skenario itu dan membentuk poros tersendiri. Hari ini (17/6) Nasdem mengadakan rapat kerja nasional untuk memilih bakal calon presiden yang dijagokan pada 2024. Kabar yang beredar luas nama Anies Baswedan menjadi ‘’hot favorite’’ untuk menjadi calon pilihan Nasdem.
Nasdem bisa menggandeng Partai Demokrat dan PKS untuk menjangkapi syarat 20 persen ambang batas kepresidenan. Dua partai itu menjadi pariah yang tidak diundang pada acara kenduren politik di Istana. Hal itu sekaligus menegaskan bahwa dua partai itu menjadi oposisi. Sekarang tinggal menunggu menunggu manuver Nasdem untuk membentuk poros baru.
Tahun-tahun politik selalu penuh spekulasi. Publik akan melihat akankah terbentuk koalisi sandal jepit yang pro-rakyat, atau terbentuk koalisi besar yang menjepit rakyat. Kita tunggu. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi