Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 12:57 WIB
Surabaya
--°C

Arus Kas Operasional Minus, Perumnas Ajukan Suntikan Dana 1,56 Triliun dari PMN

JAKARTA-KEMPALAN: Perumnas atau Perum Pembangunan Perumahan Nasional mengajukan duntikan dana dari penyertaan modal negara (PMN) guna meningkatkan kapasitas penyediaan keuangan, memperkuat struktur modal, hingga ingin menyelesaikan persediaan.

Budi Saddewa Soediro, Direktur Utama, mengatakan bahwa pengajuan suntikan dana dari PMN dilatarbelakangi oleh kondisi keuangan perusahaan yang minus atau kurang baik karena profitabilitas dan penjualan yang sangat menurun.

“Arus kas bersih operasional negatif, rasio keuangan tidak memenuhi persyaratan finansial covenant, sehingga Perumnas tidak bankable,” ungkap Budi pada Kamis (16/6/2022).

Kendala yang menyebabkan kondisi keuangan perusahaan tersebut tidak sehat karena dua hal, pertama yaitu arus kas bersih operasional negatif, kinerja keuangan masa lalu yang struktur keuangannya tidak sehat, dan beban bunga yang sangat tinggi.

Kedua, adanya pandemi Covid-19 yang mengakibatkan pendapatan menurun dan menyebabkan daya beli masyarakat terbatas.

Dana suntikan yang diajukan tersebut akan digunakan oleh Perumnas untuk menyelesaikan persediaan rumah yang ada karena saat ini memiliki 47.000 unit kavling siap bangun, 8.897 unit rumah dalam pelaksanaan, dan 8.710 unit persediaan rumah sederhana siap huni.

“Ini kawasan sudah siap, kami belum bisa membangun. Kami berharap setelah mendapatkan PMN Rp1,56 triliun, struktur permodalan akan menjadi lebih sehat, rasio keuangan membaik, dan memenuhi persyaratan finansial covenant, sehingga kapabilitas akses pendanaan Perumnas bisa meningkat,” ujar Budi.

Harris Turino, Anggota Komisi VI DPR RI, mempertanyakan Perumnas mengusulkan suntikan dana dari PMN sebesar Rp1,56 triliun hanya untuk menyelesaikan rumah tapak dan rumah susun yang masing-masing sebesar Rp1,07 triliun dan Rp0,49 triliun.

“Saya bingung punya inventori sebesar ini tapi perlu PMN untuk menyelesaikan rumah tapak maupun rumah susun,” jelas Budi.

Selain itu, ia juga mempertanyakan penjualan rumah yang dihasilkan Perumnas sampai Mei 2022 hanya Rp247 miliar dan angka tersebut menurutnya hanya mencapai Rp1,6 triliun atau hanya 15 persen dari RKAB Perumnas.

“Ini jauh sekali dari target. Apa penyebabnya? Apakah memang rumah-rumah Perumnas tidak laku atau ada apa? Ini agak aneh,” kata Harris.

Di samping itu, di Jabodetabek Perum Perumnas menyediakan hunian idaman berkualitas dan terjangkau yang cocok untuk kaum milenial.

“Seiring penurunan kasus covid-19, tahun ini Perumnas turut memeriahkan IPEX 2022 dengan menghadirkan booth Perumnas secara fisik. Setelah sebelumnya selama dua tahun berturut-turut, kami hadir melalui pameran virtual. Kami juga optimis kembalinya pameran secara fisik ini dapat menarik animo masyarakat untuk menjangkau pembelian hunian-hunian Perumnas di Jabodetabek,” kata Budi. (Suara/Liputan6/Kompas, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.