Tapi tidak semua orang bersandal jepit dan bercelana pendek adalah orang miskin. Bob Sadino pengusaha nasional yang kaya raya selalu memakai sandal jepit dan celana pendek kemana-mana. Ada juga Dahlan Iskan, pengusaha nasional dan politisi Partai Demokrat yang suka memakai sandal jepit. Ada yang usil bilang, orang-orang elite bersandal jepit untuk menyembunyikan kekayaannya.
Dengan citra sandal jepit itu Dahlan Iskan menjadi menteri BUMN di era Susilo Bambang Yudhoyono. Dahlan kemudian ikut konvensi Partai Demokrat untuk berebut calon presiden 2014-2019. Dahlan memenangkan konvensi, tapi Partai Demokrat tidak mengajukan calon presiden hasil konvensi dengan alasan tidak memenuhi presidential threshold. Alasan ini dianggap mengada-ada, karena alasan sesungguhnya adalah hasil konvensi tidak sesuai dengan harapan elite dan owner partai.
Bukan sebuah kebetulan. Sandal jepit juga menjadi simbol politik yang menggambarkan identitas rakyat kecil. Sandal jepit juga bisa menjadi simbol perlawanan. Politisi PDIP Masinton Pasaribu tampil pada sebuah acara dengan mengenakan sandal jepit.
BACA JUGA: Politik Mebel
Kata Masinton, PDIP adalah partai wong cilik yang identik dengan sandal jepit. Ia mengenakan sandal jepit untuk mengidentifikasikan dirinya dengan wong cilik, sekaligus siap turun ke jalan bersama wong cilik. Kata Masinton, kalau rezim yang berkuasa sekarang memaksa untuk memperpanjang kekuasaan sampai 3 periode, ia siap turun ke jalan bersama rakyat untuk melawannya.
Masinton menyindir Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, yang satu partai dengan Masinton. Selama ini Jokowi menampilkan citra diri sebagai presiden yang sederhana, merakyat, dan peduli terhadap penderitaan rakyat kecil. Jokowi selalu mencitrakan dirinya sebagai presiden rakyat, presiden sandal jepit.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi