Politisasi KPK semacam ini tentu memantik protes publik. Apalagi reputasi Firli masih dianggap tertinggal dari Abraham Samad. Salah seorang pegiat anti-korupsi menyarankan agar dalam sisa waktu dua tahun menjelang pilpres ini Firli lebih fokus menyelesaikan tugas-tugas KPK yang terbengkalai, terutama menangkap buron Harun Masiku.
Kalau Firli bisa menuntaskan kasus Harun Masiku dan membongkar jaringan yang berada di belakangnya, nama Firli secara otomatis akan terkatrol, dan hal itu bisa menjadi modal yang lumayan pada pilpres mendatang.
BACA JUGA: Buya
Tapi, naga-naganya KPK di bawah Firli belum menunjukkan nyali yang cukup kuat untuk membongkar konspirasi yang membuat Harun Masiku menghilang. Publik tahu bahwa ada kekuatan politik besar di balik menghilangnya Harun Masiku. Firli dan KPK dianggap tidak cukup punya nyali untuk membongkar kasus ini.
Selama dua tahun Harun Masiku menghilang dan tidak ada progres terhadap pencariannya. Beberapa waktu yang lalu KPK beralasan masalah pandemi menjadi penghalang pencarian buron ini ke luar negeri. Sekarang, setelah pandemi reda alasan apa lagi yang akan dipakai KPK?
Netizen yang skeptik berkomentar dengan memelesetkan nama Harun Masiku menjadi ‘’Harun Masikucari’’. Salam FBI. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi