Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 01:41 WIB
Surabaya
--°C

Jangan Merasa Paling Suci, Kita juga Melakukan Korupsi

KEMPALAN: Korupsi amatlah sangat dibenci oleh kita, sebagaimana semestinya aktivitas korupsi memang amatlah merugikan. Kitapun tidak sungkan-sungkan untuk memberi caci dan makian kepada para pelaku korupsi yang dengan santainya mengambil apapun yang bukan miliknya.

Lalu apakah sebenarnya mahluk yang bernama korupsi itu? Seperti apa awal mula korupsi itu di kenal? Apakah memang benar kita jauh atau malah sangat dekat dengan korupsi itu? Bagaimana sesuatu itu bisa dibilang tindakan korupsi? Apa kita pernah melakukannya?

Pengertian Korupsi

Korupsi berasal dari bahasa Latin, yaitu corruptio atau corruptus, yang berasal dari kata corrumper. Dalam Black’c Law Dictionarry, disebutkann bahwa korupsi adalah perbuatan yang dilakukan untuk memberikan beberapa keuntungan yang bertentangan dengan tugas dan hak orang lain. Perbuatan seorang pejabat atau pemegang kepercayaan yang secara keliru menggunakan kekuasaannya untuk mendapatkan keuntungan untuk dirinya sendiri atau untuk orang lain, bertentangan dengan tugas dan hak orang lain.

Syed Hussein Alatas dalam bukunya (Alatas, 1975) korupsi dalam sudut pandang sosiologis sebagai subordinasi kepentingan umum di bawah kepentingan pribadi yang mencakup pelanggaran norma, tugas, dan kesejahteraan umum, yang dilakukan dengan kerahasiaan, pengkhianatan, penipuan, dan kemasabodohan dengan akibat yang diderita oleh rakyat.

Sejarah Korupsi

G,R Drddrive J.C. Miles dalam The Babilonian Constitution menyebutkan bahwa perilaku korup telah mencapai kesempurnaannya sekitar tahun 1200 SM. Saat itu, Hammurah dari Babilonia yang baru menaiki tahta kekuasaanya memerintahkan kepada seorang gubernur untu menyelidiki penggelapan yang melibatkan pegawai pemerintahan dibawahnya. Hammarubi mengancam para pejabat yang melakukan korupsi dengan hukuman mati.

BACA JUGA: Kita Adalah Sampah yang Merusak

Sama dengan Kautliya (abad ke-4 SM), perdana Mentri Maurya juga memberikan hukuman mati atau mengusirnya dari kerajaan dan menyita harta kekayaannya bagi pegawai negara dan keluarganya yang bertindak Korup. Adapun di kerajaan Cina, pada ribuan tahun yang lalu telah diterapkan kebijakan Yang-lien, yaitu pemberian hadiah kepada pejabat yang bersih, sebagai insentif untuk menekan korupsi.

Sedangkan awal mula korupsi terjadi di Indonesia dimulai sejak zaman kerajaan. Bahkan, bangkrutnya VOC pada awal abad ke-20 disebabkan oleh korupsi yang merajalela. Setelah proklamasi kemerdekaan, kultur korupsi terus tumbuh dan berkembang dan terus berlanjut hingga saat ini.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.