Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 16:23 WIB
Surabaya
--°C

Hajatan

Jodoh di tangan Tuhan karena bagian dari takdir. Anwar Usman yang duda dan Idayati yang janda akhirnya bertemu dan berjodoh. Ibarat pepatah, garam di laut asam di gunung bertemu dalam belanga. Kalau sudah jodoh tidak bakal kemana-mana. Anawar Usman yang asli NTB dan Idayati yang asli Solo bisa dipertemukan dalam satu belanga. Itulah jodoh.

Bahwa kebetulan mempelai perempuan ialah adik kandung Presiden RI dan mempelai laki-laki ialah ketua Mahkamah Konstitusi itulah misteri jodoh yang selamanya bakal menjadi rahasia Ilahi. Sama dengan umur dan rezeki, jodoh tidak pernah bisa diramal dan diprediksi. Ikhtiar dan usaha pedekate ala anak milenial boleh saja, tapi akhirnya takdir yang menentukan.

Karena perjodohan ini mempertemukan dua keluarga besar yang memegang posisi penting dan strategis di Republik, maka wajar saja kalau hajatan ini menjadi sorotan publik. Wajar saja kalau ada yang curiga bahwa perjodohan ini ada bau politik. Tentu saja lebay kalau mencurigai pernikahan ini settingan atau paksaan ala Siti Nurbaya. Tapi, kalau ada kecurigaan bahwa perjodohan ini akan membawa implikasi politik pada beberapa waktu kedepan, maka kecurigaan itu adalah hal yang wajar.

BACA JUGA: Salvador Ramos

Sebagai pemegang  public office tertinggi di Indonesia wajar saja kalau Jokowi menjadi perhatian publik selama 24 jam. Public scrutiny, pengawasan publik, adalah bagian dari demokrasi. Publik berhak mengetahui kiprah seorang presiden setiap hari. Kadang pengawasan publik itu tidak lagi bisa membedakan antara ranah publik seorang pejabat dengan ranah privat sebagai warga negara.

Hal yang sama berlaku bagi Anwar Usman. Sebagai ketua Mahkamah Konstitusi (MK), keputusan-keputusan yang diambilnya akan menentukan masa depan demokrasi Indonesia. MK adalah benteng penjaga dan pengawal konstitusi. Lembaga ini menjadi ‘’the last bastion of constitution’’, benteng terakhir konstitusi yang menjamin konstitusi tetap berjalan pada relnya.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.