Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 23:31 WIB
Surabaya
--°C

Anies dan Nasionalisme Indonesia

KEMPALAN: Nampaknya isu nasionalisme menjadi isu penting untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara yang bisa sejajar bersanding dengan negara – negara lain didunia.

Beberapa dekade terakhir ini rasa nasionalisme bangsa ini dipertanyakan. Meski sering kali kita mendengar jargon NKRI harga mati, namun implementasi dilapangannya tak lebih kita menjadi “jongos” bagi kepentingan tertentu.

Jargon nasionalisme yang mewarnai ruang – ruang publik tak lebih hanyalah nyanyian rindu dan patah hati, hanya indah didengar tak indah dirasakan.

Nun jauh disana Soekarno pernah menggaungkan bahwa nasionalisme itu mencintai tanah dengan ketetapan hati untuk mempertahankannya.

Nasionalisme yang digaungkan Soekarno tidak hanya sekedar jargon, tapi oleh Soekarno juga diperjuangkan hingga pada tanggal 17 Agustus 1945 bersama seluruh komponen bangsa memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Dua puluh dua tahun pasca reformasi, nasionalisme Indonesia dipertanyakan? Jargon NKRI harga mati yang selalu digaungkan kini justru menjadi suara pemecah belah bangsa. Seolah siapapun yang berbeda dianggap sebagai musuh yang harus dilenyapkan.

Rasa kita berbangsa dan bernegara menjadi hambar, gotong royong dan persatuan yang seharusnya menjadi ruh kita berbangsa, menjadi lenyap dan kita menjadi bangsa yang berpecah dan terbelah.

BACA JUGA: Jokowi Beri Dukungan Anies

Nasionalisme kita mengalami kerentanan, demokrasi berada didalam titik kegelapan, semua hanya aksara sunyi didalam penerapan.

Lalu apa yang harus dilakukan?

Menapaki menuju satu abad kemerdekaan Indonesia dititik yang ke 77 rasanya mengembalikan semangat itu menjadi penting.

Tentu saja semangat itu akan ada bila ada kesadaran diantara berbagai komponen yang merasa sebagai satu bangsa.

Menghadirkan kembali perasaan sebagai satu kesatuan bangsa dan negara selain penting tentu bukanlah sesuatu yang muda.

Maka dalam kaitan itu kita perlu membedah pernyataan Giddens yang mengatakan bahwa kesadaran sistim dan kesadaran kolektif setiap warga harus dijalankan secara bersama dan berkesinambungan.

Giddens mencontohkan terminal dan air port, yang tipologi konsumennya berbeda, sebagai sebuah sistim maka masyarakat madani adalah masyarakat yang punya kesadaran akan keberadaan dirinya dan memberi manfaat terhadap sistim kemasyarakatan yang ada.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.