
Oleh: Bu Nyai Dr. Hj. Mihmidaty Ya’cub
KEMPALAN: “Atau (agar jangan) ada yang berkata ketika melihat azab, Sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), tentu aku termasuk orang-orang yang berbuat baik. Sungguh, sebenarnya keterangan-keterangan-Ku telah datang kepadamu, tetapi kamu mendustakannya, malah kamu menyombongkan diri dan termasuk orang kafir. Dan pada hari Kiamat engkau akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, wajahnya menghitam.
Bukankah Neraka Jahanam itu tempat tinggal bagi orang-orang yang menyombongkan diri? Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka. Mereka tidak disentuh oleh azab dan tidak bersedih hati”. QS. Az-Zumar : 58-61.
Allah berfirman mengingatkan kepada kita supaya kita tahu kesudahan bagi orang-orang yang mendustakan Allah, mendustakan hari Kiamat serta orang-orang yang taat kepada Allah. Orang yang selama di dunia tidak pernah taat kepada Allah, ketika Kiamat dan mereka melihat siksa yang akan menimpanya lalu mereka berkata “Sekiranya aku dapat kembali ke dunia, tentu aku akan menjadi orang yang baik”.
Menjadi orang yang Muhsin, Ihsan. Muhsin adalah orang yang berbuat Ihsan, sedangkan Ihsan adalah orang yang menyembah Allah seolah-olah dia melihat-Nya, dan jika dia tidak mampu membayangkan melihat-Nya, maka orang tersebut membayangkan bahwa sesungguhnya Allah melihatnya. Orang muhsin ialah orang-orang yang setiap detiknya selalu merasa dalam pengawasan Allah. Oleh karenanya dia akan selalu berupaya dalam kondisi yang taat, takut berbuat dosa dan maksiat serta selalu ingin dekat dengan Allah.
Next: Mereka yang menyesali kehidupannya…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi