Senin, 22 Juni 2026, pukul : 16:42 WIB
Surabaya
--°C

Perbedaan Orang yang Dusta dan Taat

Bagi mereka yang menyesali kehidupannya lalu bermohon kepada Allah SWT supaya dikembalikan lagi ke bumi karena ia akan memperbaiki perbuatannya dan berjanji untuk taat kepada Allah, Allah menjawab permohonan mereka seperti yang tertuang dalam Firman Allah dalam Surah Al-An’am :28 yang artinya, “Tetapi (sebenarnya) bagi mereka telah nyata yang mereka sembunyikan dahulu. Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Mereka itu sungguh pendusta.”

Kebahagiaan kita sekarang adalah karena kita masih diberikan kesempatan mengubah perilaku kita, mengubah amalan kita, mengubah upaya kita, upaya ke neraka menjadi upaya ke Surga. Orang yang tidak mau taat kepada Allah penyebab utamanya adalah karena kesombongannya.

Allah SWT sangat menyayangi semua manusia, baik yang taat maupun yang kafir karena semuanya adalah hamba-Nya. Termasuk bentuk dari sayangnya Allah, Allah senantiasa mengingatkan manusia untuk selalu taat kepada Allah SWT. Allah mengajak manusia supaya hidupnya selalu baik, gampang dan senang, tidak menghendaki susah, sulit dan sedih tidak sombong dan selalu tawaduk. Mengingatkan manusia agar kelak saat waktunya kembali, mereka kembali ke rumahnya yang asli yaitu Surga. Jangan ke neraka.

BACA JUGA  Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Pada hari kiamat kelak akan terlihat orang-orang yang  mendustakan Allah, mendustakan Al-Qur’an, syari’at Islam, wajah mereka Nampak hitam legam. Mereka menjadi penduduk neraka jahannam, tempat kembali bagi orang-orang yang menyombongkan diri.

Bagi yang mendustakan kebenaran yang datang dari Allah, Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya,”Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau Muhammad beri peringatan atau tidak, mereka tidak akan beriman, Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup dan mereka akan mendapat azab yang keras.”

Orang yang tidak beriman kepada Allah SWT disebut dengan kafir. Sementara itu, untuk perilaku mengingkari atau tidak mengimani akan adanya Allah berikut dengan agama yang Dia turunkan melalui para Rosul disebut kufur. Sedangkan Mukmin adalah sebutan untuk orang yang beriman kepada Allah dan taat menjalankan perintah-Nya. Tempat buat orang yang kafir adalah di neraka seperti firman Allah dalam surah Al-Maidah: 86, “Orang-orang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka.” Naudzubillahi min dzalik.

BACA JUGA  NU Bukan Panggung Politik

Ada beberapa jenis orang kafir. Orang yang mengingkari tauhid dan lisannya disebut Kafir inkar. Orang yang mengingkari dengan lisannya dan mengakui dengan lisannya disebut Kafir penolakan (Juhud). Kafir Mu’anid adalah orang yang mengetahui kebenaran Islam dalam hatinya dan dinyatakan oleh lisannya, namun ia menolak beriman. Terakhir disebut Kafir nifaq, yaitu orang yang menyatakan beriman dengan lisannya, namun hatinya mengingkari.

Semoga Allah SWT selalu menjaga dan melindungi kita. Aamiin. (*)

Adib Muzammil

Transkrip Oleh: Adib Muzammil

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.