YOGYAKARTA–KEMPALAN: Baliho berukuran besar bergambar Anies Baswedan terpampang di dua lokasi di Yogyakarta. Baliho raksasa itu dipasang di lokasi strategis Jalan Nasional, yakni di Jalan Laksda Adisutjipto Sleman dan Jalan Wates Yogyakarta.
Baliho yang dipasang oleh Forum Relawan Yogyakarta untuk Anies Baswedan ini menjadi sorotan warga.
“Kita Nyengkuyung Rekomendasi DPW Partai NASDEM Provinsi D.I Yogyakarta dhateng Bapak Anies Baswedan lebeting pencalonan Presiden 2024”, demikian tulisan pada baliho bergambar Anies Baswedan yang memakai pakaian Jawa, surjan dan blangkon.
Tulisan dalam Bahasa Jawa tersebut jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia yakni “Kami mendukung rekomendasi DPW Partai NasDem D.I Yogyakarta memasukkan Bapak Anies Baswedan dalam pencalonan Presiden 2024”.
Sekretaris Forum Relawan Yogyakarta untuk Anies Baswedan, Imam Sujangi mengatakan, pemasangan baliho tersebut merupakan inisiatif relawan sebagai apresiasi kepada DPW Partai NasDem yang sudah mengusulkan Gubernur DKI Jakarta ini sebagai calon presiden 2024.
“Tentu sebagai sebagai relawan, kami mengapresiasi Partai NasDem. Sebagai bentuk terima kasih kami memasang baliho besar itu,” kata Imam, Selasa 17 Mei 2022.
Menurut dia, dari data yang didapatkan Jarnas, DPW NasDem DIY bukan satu-satunya yang memasukkan nama Anies Baswedan dalam pencalonan presiden 2024. “DPW NasDem yang mengusulkan Anies yakni Aceh, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta,” kata Imam.
Perihal pemasangan baliho besar di Yogyakarta ini memang butuh biaya yang cukup besar dengan durasi kontrak selama satu bulan. Biaya pemasangannya berasal hasil iuran relawan. “Ini murni uang dari bantingan (iuran) relawan. Kami terpanggil dari hati nurani nyungkuyung Pak Anies Baswedan,” ungkapnya.
Teman semasa kuliah Anies Baswedan di UGM Yogyakarta ini mengatakan, dari segi admistratif pemasangan baliho juga tidak melanggar. Pemasangan baliho sudah mengantongi izin pemilik papan reklame dan dari dinas terkait. “Kami taat aturan,” tegasnya.
Sejak pemasangan baliho itu membuat heboh warga. Ada juga yang nyinyir. “Kan ada tiga nama yang diusulkan. Kalau relawan lain mau pasang baliho ya silakan, itu hak. Kebetulan kami yang memasang baliho duluan,” ungkapnya.
Pemilik Apotek Wahidin Mlati Sleman ini mengaku ada pihak yang mencoba mempersoalkan pemasangan baliho karena dianggap melanggar kampanye dini. “Itu bukan pelanggaran APK (alat peraga kampanye), tahapan pencapresan belum mulai kok. Toh, baliho bergambar tokoh lain juga banyak dipasang,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPW NasDem DIY Subardi dalam siaran pers menyebutkan, berdasarkan survei internal dengan responden warga Yogyakarta, mengemuka tiga nama untuk diusulkan sebagai capres ke DPP. Ketiga nama tersebut, yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
Subardi menggarisbawahi usulan tiga nama tersebut berdasarkan dari hasil survei internal yang dilakukan akhir tahun 2021. Nanti yang memutuskan siapa capres resmi dari NasDem akan dimumumkan oleh Ketua Umum DPP. Yang pasti mesin partai akan mendukung siapa pun capres yang diusung NasDem. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi